DIPINJAMI DALAM KEADAAN BERSIH DAN DIKEMBALIKANNYA PUN HARUS DALAM KEADAAN BERSIH



Oleh: Prof.Asasriwarni MH

*_A. Tubuh Ini Adalah Titipan Allah :_*


Ketahuilah bahwa tubuh  kita ini adalah milik Allah SWT  yang di titipkan kepada kita. Sebagaimana firman Allah SWT dalam sebuah ayat berikut ini : 


لِّلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ وَإِن تُبْدُوا۟ مَا فِىٓ أَنفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُم بِهِ ٱللَّهُ ۖ فَيَغْفِرُ لِمَن يَشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ


*_Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi_. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu* (QS. Al Baqarah Ayat : 284)


Dahulu tatkala Pemiliknya menitipkan tubuh ini kepada kita, Dia titipkan dalam keadaan bersih dan suci. Sebagaimana firman Allah SWT dalam sebuah ayat berikut ini :


فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ


*Maka hadapkan lah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; _(tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah (suci) itu_. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui* (QS. Ar Rum Ayat : 30)


Ketahuilah suatu saat nanti, pasti pemiliknya akan mengambilnya kembali. Dia mewajibkan untuk mengembalikan dalam keadaan seperti semula, yakni  dikembalikan dalam keadaan bersih dan suci  bukan dalam keadaan kotor. Sebagai mana firman Allah SWT dalam sebuah berikut ini : 


ٱلَّذِينَ إِذَ أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌۭ قَالُوا۟ إِنَّا لِلَّٰهِ وَإِنَّ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ


*(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: _Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun (Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali)_* (QS  Al-Baqarah Ayat : 156)


Selanjutnya Allah SWT juga berfirman sbb : 


 مِنْهَا خَلَقْنٰكُمْ وَفِيْهَا نُعِيْدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً اُخْرٰى


*Darinya (tanah) itulah Kami menciptakan kamu dan kepadanyalah Kami akan mengembalikan kamu dan dari sanalah Kami akan mengeluarkan kamu pada waktu yang lain* (QS. At Taha Ayat : 55)


Untuk itu  kita tidak boleh sampai terlambat membersihkannya, sebelum Sak Pemilik mengambilnya kembali. Karena membersihkan jiwa dan  raga di dunia lebih mudah dari pada harus di bersihkan oleh Pemiliknya di akhirat nanti, yakni dengan bara api neraka.


Berbahagialah bagi yang sempat membersihkan diri lebih awal sebelum Sang Pemilik mengambilnya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam sebuat ayat berikut ini :


(قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا)


*Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu* (QS. Ash-Shams Ayat : 9)


*_B. Kotoran Yang Harus Dibersihkan :_*


Adapun kotoran yang harus dibersihkan sebelum Allah SWT mengambilnya, dapat di pilah menjadi tiga, yakni : 

 

*1. Kesyirikan :* 


Beribadah dan menghambakan diri kpd selain Allah SWT dan beragama tidak dengan agama Allah (islam) nerupakan hal yang sangat dibenci Allah. Karena dosa syirik adalah dosa besar yang tidak bisa diampuni. Hal ini sesuai dengan firnan Allah SWT dalam ayat berikut ini :


اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغۡفِرُ اَنۡ يُّشۡرَكَ بِهٖ وَيَغۡفِرُ مَا دُوۡنَ ذٰ لِكَ لِمَنۡ يَّشَآءُ‌ ۚ وَمَنۡ يُّشۡرِكۡ بِاللّٰهِ فَقَدِ افۡتَـرٰۤى اِثۡمًا عَظِيۡمًا‏


*Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar* (QS. An Nisa Ayat : 48)


*2. Bid'ah :* 


Mengamalkan tuntunan agama yang tidak pernah datang dari Allah dan Rasulnya dengan mengada-adakan perkara ibadah baru dalam agama.  Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW berikut ini :


مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ


*Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak* (HR. Bukhari No. 20 dan Muslim No. 1718). 


Dalam riwayat lain  Rasulullah SAW juga  bersabda sbb :


مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ


*Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak* (HR. Muslim No. 1718).


*3. Maksiat :* 


Perbuatan yang senantiasa mengikuti hawa nafsu dan syahwat untuk kesenangan dunia dengan melanggar larangan Allah itu yang di maksud dengan maksiat.    Perbuatan maksiat inilah  yang dapat membawa dunia dan seisinya kearah kebinasaan. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadits berikut ini : 


ثَلَاثٌ مُهْلِكَاتٌ وَ ثَلَاثٌ مُنْجِيَاتٌ فَأَمَّا ثَلَاثٌ مُهْلِكَاتٌ: شُحٌّ مُطَاعٌ وَ هَوًى مُتَّبَعٌ وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ


و ثَلَاثٌ مُنْجِيَاتٌ : خَشْيَةُ اللَّهِ فِي السِّرِّ والعلانيةِ وَالْقَصْدُ فِي الْفَقْرِ وَالْغِنَى وَالْعَدْلُ فِي الْغَضَبِ وَالرِّضَا


*Tiga perkara yang membinasakan dan tiga perkara yang menyelamatkan*


*Adapun tiga perkara yang membinasakan adalah: kebakhilan dan kerakusan yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, dan  seseorang yang membanggakan diri sendiri*


*Sedangkan tiga perkara yang menyelamatkan adalah takut kepada Allâh di waktu sendirian dan dilihat orang banyak, sederhana di waktu kekurangan dan kecukupan, dan (berkata/berbuat) adil di waktu marah dan ridha* (HR.  Anas, Ibnu Abbas, Abu Hurairah, Abdullah bin Abi Aufa, dan Ibnu Umar. Hadits ini dinilai sebagai hadits hasan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Silsilah al-Ahâdîts ash-Shahihah, No. 1802)


*_C. Alat Perbersih Kotoran :_*   


*1. Ilmu Yang Bermanfaat :* 


Yaitu ilmu yang murni datang dari Allah dan Rasul-nya melalui Al-Qur’an dan hadits. Sebagaimana firman Allah SWT dalam sebuah ayat berikut ini :


(هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ)


*Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata* (QS. Al-Jumu’ah Ayat : 2).


*2. Amal Shaleh :* 


Mengamalkan ilmu dengan istiqomah melakukan ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT. Sebagaimana firnan Allah SWT dalam sebuah ayat berikut ini :


(إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّاكِرِينَ)


*Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat* (QS.  Hud Ayat : 114]

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang