TUJUAN PENCIPTAAN MANUSIA ADALAH SEMATA-MATA HANYA UNTUK MENGABDI KEPADA ALLAH SWT, UNTUK ITU WASPADALAH TERHADAP KEHIDUPAN DUNIA YANG MENIPU !!!


Oleh  : Prof.Asasriwarni MH



 *_A. Hanya Untuk Mengabdi :_*


Allah SWT menciptakan jin dan manusia di dunia ini, semata-mata agar supaya mereka senantiasa mengabdi kepada-Nya. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT   seperti terurai di bawah ini :


 وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ 


*Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku* (QS, Adz Dzariyat Ayat : 56).


Olek karena itu, semua aktivitas kehidupan mamusia,  baik  ibadahnya, shalatnya, hidupnya dan matinya pun hanya dipersembahkan untuk Allah semata-mata. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT seperti terurai di bawah ini :


قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ


*Katakanlah (Muhammad) :  Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam* (QS. Al-An’am Ayat : 162)


*_B. Kehidupan Dunia Hanyalah Kesenangan Yang Menipu :_*


Allah SWT  tidak melarang manusia mencintai kenikmatan dunia (orang tua, anak, istri,  saudara, keluarga harta, kedudukan dsb tentang dunia), hanya saja kecintaan tersebut tidak boleh melebihi kecintaannya kepada Allah, Rasul-Nya, dan jihad di jalan-Nya. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT seperti terurai di bawah ini :  


قُلۡ اِنۡ كَانَ اٰبَآؤُكُمۡ وَاَبۡنَآؤُكُمۡ وَاِخۡوَانُكُمۡ وَاَزۡوَاجُكُمۡ وَعَشِيۡرَتُكُمۡ وَ اَمۡوَالُ ۨاقۡتَرَفۡتُمُوۡهَا وَتِجَارَةٌ تَخۡشَوۡنَ كَسَادَهَا وَ مَسٰكِنُ تَرۡضَوۡنَهَاۤ اَحَبَّ اِلَيۡكُمۡ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوۡلِهٖ وَ جِهَادٍ فِىۡ سَبِيۡلِهٖ فَتَرَ بَّصُوۡا حَتّٰى يَاۡتِىَ اللّٰهُ بِاَمۡرِهٖ‌ ؕ وَاللّٰهُ لَا يَهۡدِى الۡقَوۡمَ الۡفٰسِقِيۡنَ


*Katakanlah, "Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik* (QS. At Taubah Ayat : 24)


Namun kebanyakan manusua lalai terhadap tujuan utama penciptaanya di dunia ini, karena terbuai oleh kenikmatan dunia yang begitu menggoda imannya. Sehingga manusia menjadi lebih  mencitai kenikmatan  dunia daripada kecintanya kepada Allah dan Rasul-Nya. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT seperti terurai di bawah inin:


ٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَوْلَٰدِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ ٱلْكُفَّارَ نَبَاتُهُۥ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَىٰهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَٰمًا ۖ وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضْوَٰنٌ ۚ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلْغُرُورِ


*Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanaman- tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur.  Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaanNya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu*  (QS. Al-Hadid Ayat : 20).


*_C. Kembali Ke Tujuan Penciptaan Manusia Agar Mengabdi Kepada Allah SWT Semata :_*


Manakala manusia hendak mengabdi kepada Allah SWT, harus ada tiga unsur yang dipenuhinya dalam hidup ini, yaitu :


*1. Ketundukan Hati Manusia  Kepada Allah SWT :*


Ketundukan hati kepada Allah SWT membuat seorang muslim tidak merasa berat dalam menjalankan pengabdiannya, bahkan dia tidak akan bersedih hati bila hal-hal yang tidak menyenangkan menimpa dirinya. Sebagaimana  firnan Allah SWT berikut ini : 


بَلَىٰ مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُ أَجْرُهُ عِنْدَ رَبِّهِ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ


*Tidak ! Barangsiapa menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, dan dia berbuat baik, dia mendapat pahala di sisi Tuhannya dan tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati*  (QS. Al-Baqarah Ayat : 112).


*2. Taat Kepada Allah Tanpa Perasaan Berat :*


Pengabdian kepada Allah SWT hanya bisa dilakukan manakala seorang muslim  tidak memiliki perasaan berat pada ketentuan-Nya. Sebagaima firman  Allah SWT berikut ini :  


وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا


*Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, (sehingga) kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya*  (QS. An-Nisa’ Ayat : 65).


*3. Menyerahkan Diri Sepenuhnya Tanpa Perasaan Berat :*


Yang dilakukan oleh seorang muslim  dalam kehidupan ini adalah menyerahkan diri sepenuhnya segala sesuatunya  kepada Allah SWT,  yakni dalam rangka mencari ridha-Nya, agar dia dapat  termasuk golonganya orang-orang yang mengabdikan diri kepada-Nya. Sebagaimana firman Allah SWT berikut ini :


قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ


*Katakanlah (Muhammad), ‘Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam*  (QS. Al-An’am Ayat : 162)

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang