TENTANG APA DAN BAGAIMANA AQIDAH ISLAMIYAH


Oleh : Prof.Asasriwarni MH


*_A. Pengertian Aqidah :_*


Aqidah dalam bahasa Arab adalah : *العقيدة*  translit *al-'aqidah‎*  dalam istilah Islam yang berarti *iman*.  *_Semua sistem kepercayaan atau keyakinan bisa dianggap sebagai salah satu aqidah_*.  Fondasi aqidah Islam didasarkan pada hadits Jibril, yang memuat :  *_definisi Islam, rukun Islam, rukun Iman, ihsan dan peristiwa hari akhir_*. Atas dasar itu, pengertian Aqidah dapat dipilah menjadi dua, yakni :


*1. Menurut Bahasa :*


Etimologi Sunting

Dalam bahasa Arab aqidah berasal dari kata :  *(a) al-'aqdu (الْعَقْدُ)*  yang berarti ikatan;  *(b) at-tautsiiqu (التَّوْثِيْقُ)*  yang berarti kepercayaan atau keyakinan yang kuat;  *(c) al-ihkaamu (اْلإِحْكَامُ)*,  yang artinya mengokohkan (menetapkan); dan *(d)  ar-rabthu biquw-wah (الرَّبْطُ بِقُوَّةٍ)*, yang berarti mengikat dengan kuat.


*2. Menurut Istilah  :*


Sedangkan menurut istilah (terminologi), aqidah adalah *iman yang teguh dan pasti, yang tidak ada keraguan sedikit pun bagi orang yang meyakininya* (Lisaanul 'Arab (IX/311:عقد) karya Ibnu Manzhur dan Mu'jamul Wasiith (II/614:عقد))


Jadi yang dimajsud dengan *_Aqidah Islamiyyah_*  adalah *keimanan yang teguh dan bersifat pasti kepada Allah dengan segala pelaksanaan kewajiban, bertauhid dan taat kepadaNya, beriman kepada para malaikatNya, rasul-rasulNya, kitab-kitabNya, hari Akhir, takdir baik dan buruk dan mengimani seluruh apa-apa yang telah shahih tentang prinsip-prinsip Agama (Ushuluddin), perkara-perkara yang ghaib, beriman kepada apa yang menjadi ijma' (konsensus) dari salafush shalih, serta seluruh berita-berita qath'i (pasti), baik secara ilmiah maupun secara amaliyah yang telah ditetapkan menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah yang shahih serta ijma' salaf as-shalih* (Lihat Buhuuts fii 'Aqiidah Ahlis Sunnah wal Jamaa'ah (hal. 11-12) oleh Dr. Nashir bin 'Abdul Karim al-'Aql, cet. II/ Daarul 'Ashimah/ th. 1419 H, Aqiidah Ahlis Sunnah wal Jamaa'ah (hal. 13-14) karya Syaikh Muhammad bin Ibrahim al-Hamd dan Mujmal Ushuul Ahlis Sunnah wal Jamaa'ah fil 'Aqiidah oleh Dr. Nashir bin 'Abdul Karim al-'Aql)


*_B.  Pembagian Aqidah Tauhid :_*


Walaupun masalah qadha' dan qadar menjadi ajang perselisihan di kalangan umat Islam, tetapi Allah telah membukakan hati para hambaNya yang beriman, yaitu para Salaf Shalih yang mereka itu senantiasa menempuh jalan kebenaran dalam pemahaman dan pendapat. Menurut mereka qadha' dan qadar adalah termasuk rububiyah Allah atas makhlukNya. Untuk itu,  masalah Aqidah Tauhid dipilah menjadi tiga, yakni : 


*1. Tauhid Al-Uluhiyyah :*


Tauhid Al Uluhiyyah tersirat dan tersurat dalam firman Allah SWT berikut ini : 


مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ


*Pemilik hari pembalasan* (QS. Al Fatihah Ayat : 4).


Selanjutnya Allah SWT juga berfirman sbb : 


اِلٰهِ النَّاسِۙ


*Sembahan manusia* (QS. An Nas Ayat : 3)


Al-Fatihah Ayat 4 dan An-Nas Ayat 3 : 

mengesakan bahwa dalam beribadah hanya kepada Allah dan hanya karena Allah semata. Karena Allah SWT adalah pemilik segalanya, untuk itu hanya kepada Nya lah   segala mahluk menyembah.


*2. Tauhid Ar-Rububiyyah :*


Tauhid Ar Rububiyyah tersirat dan tersurat dalam firman Allah SWT berikut ini : 


الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ


*Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam* (QS.  Al  Fatihah  Ayat  : 2)


Selanjutnya Allah SWT juga berfirman sbb :


قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ


*Katakanlah : Aku berlindung kepada Tuhannya manusia* (QS. An Nas Ayat : 1)


Al-Fatihah Ayat 2 dan An-Nas Ayat 1 : 

mengesakan bahwa dalam beriman : hanya mengimani Allah dan  hanya meyakini bahwa  Allah lah yang menciptakan, yang menguasai, dan yang mengatur alam semesta ini. Oleh karena itu, hanya kepada Nya lah semua mahluq memohon perlindungan.


*3. Tauhid Al-Asma' Was-Sifat :* 


Tauhid Al Asma' Was Sifat tersirat dan tersurat dalam firman Allah SWT berikut ini : 


قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَد (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4)


*(1) Katakanlah: "Dialah Allah, Yang Maha Esa; (2) Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu; (3) Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan; (4) dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia* (QS. Al Ikhlas Ayat : 1 - 4)


Al-Ikhlas Ayat 1 - 4  : menegaskan bahwa, Allah dalam asma dan sifatNya harus diimani oleh semua mahluk.  Tidak ada makhluk yang serupa dengan Allah, baik  dalam dzat, asma maupun sifat.


Iman kepada qadar adalah termasuk Tauhid Ar-Rububiyah. Oleh karena itu, Imam Ahmad berkata : *Qadar adalah kekuasaan Allah.  Oleh karena itu, tak gamang lagi bahwa  qadar (takdir) termasuk qudrat dan kekuasaanNya yang menyeluruh. Di samping itu, qadar adalah rahasia Allah yang- tersembunyi, tak ada seorangpun yang dapat mengetahui kecuali Dia, tertulis pada Lauh Mahfuzh dan tak ada seorangpun yang dapat melihatnya. Kita tidak tahu takdir baik atau buruk yang telah ditentukan untuk kita maupun untuk makhluk lainnya, kecuali setelah terjadi atau berdasarkan nash yang benar* (Disalin dari kitab Al-Qadha wal Qadar, edisi Indonesia Qadha & Qadhar, Penyusun Syaikh Muhammad Shalih Al-Utsaimin, Penerjemah A. Masykur Mz, Penerbit Darul Haq, Cetakan Rabi'ul Awwal 1420H/Juni 1999M)


*Tauhid itu ada tiga macam, seperti yang tersebut di atas dan tidak ada istilah Tauhid Mulkiyah ataupun Tauhid Hakimiyah karena istilah ini adalah istilah yang baru. Apabila yang dimaksud dengan Hakimiyah itu adalah kekuasaan Allah, maka hal ini sudah masuk ke dalam kandungan Tauhid Rububiyah. Apabila yang dikehendaki dengan hal ini adalah pelaksanaan hukum Allah di muka bumi, maka hal ini sudah masuk ke dalam Tauhid Uluhiyah, karena hukum itu milik Allah dan tidak boleh kita beribadah melainkan hanya kepada Allah semata* (Disalin dari kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Oleh Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa, Po Box 264 Bogor 16001, Cetakan Pertama Jumadil Akhir 1425H/Agustus 2004M)


Hal tersebut berlandaskan kepada  firman Allah SWT dalam surat Yusuf ayat 40, yakni :


مَا تَعۡبُدُونَ مِن دُونِهِۦٓ إِلَّآ أَسۡمَآءً سَمَّيۡتُمُوهَآ أَنتُمۡ وَءَابَآؤُكُم مَّآ أَنزَلَ ٱللَّهُ بِهَا مِن سُلۡطَٰنٍ ۚ إِنِ ٱلۡحُكۡمُ إِلَّا لِلَّهِ ۚ أَمَرَ أَلَّا تَعۡبُدُوٓاْ إِلَّآ إِيَّاهُ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلۡقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ


*Apa yang kamu sembah selain Dia, hanyalah nama-nama yang kamu buat-buat baik oleh kamu sendiri maupun oleh nenek moyangmu. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang hal (nama-nama) itu. Keputusan itu hanyalah milik Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui* (QS. Yusuf Ayat : 40)

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang