RAJA' DAN TAMANNI : HARAPAN DAN ANGAN-ANGAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM




Saat kita berdoa dan memohon ampun kepada Allah, apakah di dalam hati kita terbersit sebuah keinginan agar doa-doa kita dikabulkan dan dosa-dosa kita  diampuni ? Jika kita merasakan hal itu, berarti kita sedang berharap kepada Allah SWT.  Kondisi yang penuh harapan inilah yang kita kenal sebagai  *_RAJA' atau HARAPAN_*


Raja’ sebagai harapan terjadi pada saat seseorang merasa bahwa di masa depan ia memiliki kesempatan yang lebih besar untuk menjadi yang lebih baik dari kondisi sekarang. Jika, perkiraannya menunjukkan bahwa kemungkinan memperoleh tujuan itu terbuka lebar, maka di dalam hati kita  akan muncul sebuah perasaan senang dan gembira yang bercampur dengan keinginan untuk mencapai kesuksesan. Harapan (raja’) sangat lah  bermanfaat bagi setiap umat manusia, untuk membangkitkan memotivasinya agar supaya berusaha lebih keras untuk mencapai tujuannya, yakni kebahagiaan dan kesempurnaan yang lebih tinggi. Sebagaimana firman Allah SWT yang terurai berikut ini : 


اِنَّ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَالَّذِيۡنَ هَاجَرُوۡا وَجَاهَدُوۡا فِىۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِۙ اُولٰٓٮِٕكَ يَرۡجُوۡنَ رَحۡمَتَ اللّٰهِؕ وَاللّٰهُ غَفُوۡرٌ رَّحِيۡمٌ


*Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang* (QS. Al-Baqarah Ayat  : 218)


Harapan merupakan sumber optimisme terhadap ampunan dan maaf dari Sang Pencipta Yang Maha Agung lagi Maha Mulia, dan juga menjadi sumber dari keyakinan adanya belas kasih Allah SWT. Sebagaimana sebuah wasiat yang disampaikan oleh  Lukman kepada anaknya, yakni :   


*_Agar senantiasa takut kepada Allah, hingga bila engkau merasa jika engkau datang kepadanya dengan kebaikan manusia dan jin, Dia akan tetap menghukum mu; dan berharap lah kepada Allah dengan harapan sedemikian rupa, sehingga engkau merasa,  jika engkau datang kepada-Nya dengan dosa-dosa manusia dan jin, Dia akan tetap mengasihimu_*


Dengan demikian, harapan memberikan kepada kita suatu ketenangan diri untuk senantiasa mendapatkan kebaikan di tengah ketakutan yang melanda diri kita. Oleh sebab itu, orang yang tidak memiliki harapan akan menjadi berputus asa dan merasa kehilangan masa depan. Berkaitan dengan hal itu, Allah SWT menegaskan kepada semua Muslim untuk tidak berputus asa dari rahmat-Nya.  Bahkan mengancam orang-orang yang berputus asa dari rahmat-Nya sebagai kelompok orang kafir, seperti firman-Nya yang terurai berikut ini : 


يَٰبَنِىَّ ٱذْهَبُوا۟ فَتَحَسَّسُوا۟ مِن يُوسُفَ وَأَخِيهِ وَلَا تَا۟يْـَٔسُوا۟ مِن رَّوْحِ ٱللَّهِ ۖ إِنَّهُۥ لَا يَا۟يْـَٔسُ مِن رَّوْحِ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْقَوْمُ ٱلْكَٰفِرُونَ


*Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir* (QS. Yusuf Ayat : 87)


Selanjutnya Allah SWT juga berfirman sbb : 


قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ (53) وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ (54)


*Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi)*  (QS. Az Zumar Ayat : 53-54).


Karena itu, berharaplah ampunan Allah meskipun engkau merasa bahwa dosamu setinggi langit sedalam lautan. Dalam Kanz al-Ummal diriwayatkan bahwa Al-Alla’ bin Zaid menceritakan : Aku berkunjung ke kediaman Malik bin Dinar dan di sana ada Syahr bin Hausyab. Ketika keluar, aku mengataka kepada Syahr bin Hausyab, Semoga Allah swt merahmatimu. Berilah aku sesuatu, agar Allah memberimu sesuatu. Ia menjawab : Bibiku Ummu Darda menyampaikan kepadaku, bahwa Abu Darda menyampaikan sebuah hadis dari Nabi SAW yang menceritaka bahwa Jibril AS menyampaikan kepada Nabi SAW : *Tuhanmu berfirman : Wahai hamba-Ku, jika engkau menyembah-Ku, berharaplah perjumpaan dengan-Ku dengan tidak menyekutukan-Ku, maka Aku akan megampuni seluruh dosamu sekalipun engkau datang membawa dosa seluas bumi. Aku akan tetap mengampunimu, dan tidak perduli (dengan banyaknya dosamu)* (HR. Al-Alla’ bin Zaid, dalam : Kanz al-Ummal)


Hal tersebut mengacu kepada furman Allah SWT berikut ini :


يَـٰٓأَيُّہَا ٱلنَّاسُ ٱعۡبُدُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُمۡ وَٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ (٢١) ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلۡأَرۡضَ فِرَشً۬ا وَٱلسَّمَآءَ بِنَآءً۬ وَأَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً۬ فَأَخۡرَجَ بِهِۦ مِنَ ٱلثَّمَرَٲتِ رِزۡقً۬ا لَّكُمۡ‌ۖ فَلَا تَجۡعَلُواْ لِلَّهِ أَندَادً۬ا وَأَنتُمۡ تَعۡلَمُونَ (٢٢)


*Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air [hujan] dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah padahal kamu mengetahui* (QS. Al-Baqarah Ayat :  21-22).


Selanjutnya Allah SWT juga berfirman sbb : 


مَن كَانَ يَرْجُوا۟ لِقَآءَ ٱللَّهِ فَإِنَّ أَجَلَ ٱللَّهِ لَءَاتٍ ۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ


*Barangsiapa yang mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu, pasti datang. Dan Dialah Yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui* (QS.  Al-‘Ankabut Ayat : 5)


Namun, perlu juga diketahui, bahwa harapan bukan hanya sekedar keyakinan hati tanpa perbuatan. Raja’ bukanlah angan-angan kosong. Para ulama membedakan antara raja’ (harapan) dan tamanni (berangan-angan) dari sisi nilai dan efeknya : 


*TAMANNI :* dapat mengakibatkan orang menjadi malas dan tidak mau berusaha degan sungguh-sungguh. Sedangkan *RAJA'* adalah harapan yang disertai usaha dengan sungguh-sungguh. 


Kalau kita mengharapkan dapat pekerjaan dan rezeki yang baik tapi hanya tidur-tiduran saja di rumah, maka anda terkena  *_TAMANNI_*. Tapi jika anda bekerja sesuai dengan kemampuan dan peluang yang ada, maka berharap menjadi kaya adalah *_RAJA’_* . Begitu pula anda berharap masuk surga, tetapi tetap melakukan dosa terus menerus dengan mengharap kasih sayang Tuhan, maka anda terkena virus tamanni.

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang