MARILAH BERHIJRAH DARI SIKAP SOMBONG MENUJU TAWADHU


Oleh : Prof.Asasriwarni MH


(Tidak Akan Masuk Surga Seseorang Yang Di Dalam Hatinya Terdapat Kesombongan Meski Hanya Sebesar Biji Sawi)_*


*_A. Dalil Rujukannya :_*


Dari  Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu mengatakan, bahwa Rasulullah  SAW bersabda sbb : 


لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ


*Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain* (HR. Muslim No. 91)


Merujuk pada hadits tersebut, An Nawawi Rahimahullah berkata :  *Hadist ini berisi larangan terhadap sifat sombong,  yaitu menyombongkan diri kepada manusia, merendahkan mereka, serta _MENOLAK KEBENARAN_*  (Syarah Shahih Muslim Imam Nawawi, II/163, Cet. Daar Ibnu Haitsam)


Selanjutnya Imam Nawawi dalam Kitab Riyadus Shaalihin memilah kesombongan menjadi dua  dikategori, yakni : (1) sombong terhadap al haq ; dan (2) sombong terhadap makhluk. Sombong adalah menolak kebenaran dan suka meremehkan orang lain. Menolak kebenaran adalah menolak dan berpaling darinya serta tidak mau menerima kebenaran. Sedangkan meremehkan manusia adalah merendahkan,  meremehkan orang lain, dan memandang orang lain tidak ada apa-apanya, serta  melihat dirinya lebih dibandingkan orang lain. (Syarh Riyadus Shaalihin, II/301, Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin, cet Daar Ibnu Haitsam)


*_B. Kategori Kesombongan :_*


*1. Kesombongan Terhadap Al Haq (Kebenaran) :*


Sombong terhadap *_al haq_*  adalah sombong terhadap kebenaran, yakni dengan tidak menerima kebenaran yg disampaikan oleh orang lain kepadanya. Setiap orang yang menolak kebenaran maka dia telah sombong disebabkan penolakannya tersebut. Oleh karena itu wajib bagi setiap hamba untuk menerima kebenaran yang ada dalam Kitabullah dan ajaran para Rasul ‘alaihimus salaam.


Orang yang sombong terhadap ajaran Rasul,  maka dia telah kafir dan akan kekal di neraka. Ketika datang kebenaran yang dibawa oleh Rasul dan dikuatkan dengan ayat dan hadirs, dia bersikap sombong dan hatinya menentang sehingga dia menolak kebenaran tersebut. Hal ini seperti yang Allah terangkan dalam firman-Nya berikut ini : 


إِنَّ الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي ءَايَاتِ اللهِ بِغَيْرِ سًلْطَانٍ أَتَاهُمْ إِن فِي صُدُورِهِمْ إِلاَّ كِبْرٌ مَّاهُم بِبَالِغِيهِ فَاسْتَعِذْ بِاللهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ {56}


*Sesungguhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai pada mereka tidak ada dalam dada mereka melainkan hanyalah (keinginan akan) kesombongan yang mereka sekali-kali tiada akan mencapainya, maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat*  (QS. Ghafir Ayat : 56)


Adapun orang yang sombong dengan menolak sebagian *_al haq_* yang tidak sesuai dengan hawa nafsu dan akalnya,  maka dia berhak mendapat hukuman (adzab) karena sifat sombongnya tersebut.


*Maka wajib bagi para penuntut ilmu untuk memiliki tekad yang kuat mendahulukan perkataan Rasulullah SAW  di atas perkataan siapa pun. _Karena pokok kebenaran adalah kembali kepadanya dan pondasi kebenaran dibangun di atasnya, yakni dengan petunjuk Rasulullah SAW_.  Kita berusaha untuk mengetahui maksudnya, dan mengikutinya secara lahir dan batin* (Lihat Bahjatu Qulubil Abrar, hal 194-195, Syaikh Nashir as Sa’di, cet Daarul Kutub ‘Ilmiyah)


Sikap seorang muslim terhadap setiap kebenaran adalah menerimanya secara penuh sebagaimana firman Allah ‘Azza wa Jalla berikut ini :


وَمَاكَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلاَمُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللهُ وَرَسُولَهُ أَمْرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةَ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَن يَعْصِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلاَلاً مُّبِينًا {36}


*Dan tidaklah patut bagi mukmin laki-laki dan mukmin perempuan, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka*  (QS. Al-Ahzab Ayat : 36)


Selanjutnya Allah SWT berfirman sbb : 


فَلاَ وَرَبِّكَ لاَيُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لاَ يَجِدُواْ فِي أَنفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا {65}


*Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya* (QS. An Nisaa’ Ayat : 65)


*2. Kesombong Terhadap Makhluk :*


Bentuk kesombongan yang kedua adalah sombong terhadap makhluk, yakni dengan meremehkan dan merendahkannya. Hal ini muncul karena seseorang bangga dengan dirinya sendiri dan menganggap dirinya lebih mulia dari orang lain. Kebanggaaan terhadap diri sendiri membawanya sombong terhadap orang lain, meremehkan dan menghina mereka, serta merendahkan mereka baik dengan perbuatan maupun perkataan. Sikap-sikap seperti itu  sunguh sangat tidak disukai oleh Allah SWT. Hal ini sesuai dengan firman Nya berikut ini :


وَلاَ تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلاَ تَمْشِ فِي اللأَرْضِ مَرَحاً إِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَجُوْرٍ {18}


*Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri*  (QS. Luqman Ayat :18)


Berkaitan dengan hal itu,    Rasulullah SAW berdabda sbb : 


بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ


*Cukuplah seseorang dikatakan berbuat jahat jika ia menghina saudaranya sesama muslim*: (HR. Muslim No. 2564, Bahjatu Qulubill Abrar, hal 195)


Di antara bentuk kesombongan terhadap manusia di antaranya adalah sombong dengan pangkat dan kedudukannya, sombong dengan harta, sombong dengan kekuatan dan kesehatan, sombong dengan ilmu dan kecerdasan, sombong dengan bentuk tubuh, dan kelebihan-kelebihan lainnya. Dia merasa lebih dibandingkan orang lain dengan kelebihan-kelebihan tersebut. Padahal kalau kita renungkan, siapa yang memberikan harta, kecerdasan, pangkat, kesehatan, bentuk tubuh yang indah ?  Semua murni hanyalah nikmat dari Allah SWT. Jika Allah berkehendak, sangat mudah bagi Nya untuk mencabut kelebihan-kelebihan tersebut. Pada hakekatnya manusia tidak memiliki apa-apa, lantas mengapa dia harus sombong terhadap orang lain ?


*_C. Hukuman Bagi Pelaku Kesombongan :_*


*1. Hukuman Pelaku Sombong Di Dunia :*


Dalam sebuah hadist yang shahih dikisahkan sbb :  


أَنَّ رَجُلاً أَكَلَ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِشِمَالِهِ فَقَالَ « كُلْ بِيَمِينِكَ ». قَالَ لاَ أَسْتَطِيعُ قَالَ « لاَ اسْتَطَعْتَ ». مَا مَنَعَهُ إِلاَّ الْكِبْرُ. قَالَ فَمَا رَفَعَهَا إِلَى فِيهِ.


*Ada seorang laki-laki makan di samping Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan tangan kirinya. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Makanlah dengan tangan kananmu!” Orang tersebut malah menjawab : Aku tidak bisa. Beliau bersabda :  Apakah kamu tidak bisa ? Dia menolaknya karena sombong.  _Setelah itu tangannya tidak bisa sampai ke mulutnya_*  (HR. Muslim No. 3766).


Orang tersebut mendapat hukum di dunia disebabkan perbuatannya menolak perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia dihukum karena kesombongannya. *_Akhirnya dia tidak bisa mengangkat tangan kanannya disebabkan sikap sombongnya terhadap perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam_*. Inilah di antara bentuk hukuman di dunia bagi orang yang sombong.


*2.  Hukuman Pelaku Sombong Di Akhirat  :*


Haritsah bin Wahb Al Khuzai’i berkata, bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda sbb : 


أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ النَّارِ قَالُوا بَلَى قَالَ كُلُّ عُتُلٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ


*Maukah kamu aku beritahu tentang penduduk neraka ? Mereka semua adalah orang-orang keras lagi kasar, tamak lagi rakus, dan _takabbur (sombong)_* (HR. Bukhari No. 4918 dan Muslim No. 2853).


Begitu kerasnya ancanan Allah SWT terhadap orang-orang yang sombong, sehingga di akhirat pun tidak ada tempat lain yang layak  bagi mereka, kecuali neraka. Untuk itu, marilah kita mulai sedikit demi sedikit menggeser sikap sombong kita dengan sikap tawadhu' yang amat disayangi oleh Allah SWT dan Rasul Nya.


*_D. Mengganti Sikap Sombong dengan Tawadhu’ :_*


Kebalikan dari sikap sombong adalah sikap tawadhu’ (rendah hati). Sikap inilah yang merupakan sikap terpuji, yang merupakan salah satu sifat ‘ibaadur Rahman yang Allah terangkan dalam firman-Nya berikut ini : 


وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا


*Hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih adalah orang-orang yang berjalan di atas muka bumi dengan rendah hati (tawadhu’) dan apabila orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik*  (QS. Al Furqaan Ayat : 63)


Dari Iyadh bin Himar Radhiyallahu ‘Anhu mengatakan,  bahwa Rasulullah  SAW bersabda sbb :


وَإِنَّ اللَّهَ أَوْحَى إِلَيَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لَا يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ وَلَا يَبْغِ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ


*Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku agar kalian bersikap rendah hati hingga tidak seorang pun yang bangga atas yang lain dan tidak ada yang berbuat aniaya terhadap yang lain*  (HR Muslim No. 2865).


Sekanjutnya Rasulullah SAW juga  bersabda sbb : 


مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ.


*Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaan untuknya. Dan tidak ada orang yang tawadhu’ (merendahkan diri) karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya*  (HR. Muslim No. 2588)


Sikap tawadhu’ inilah yang akan mengangkat derajat seorang hamba. Sebagaimana Allah berfirman dalam ayat berikut  ini : 


دَرَجَاتٍ الْعِلْمَ أُوتُوا وَالَّذِينَ مِنكُمْ آمَنُوا الَّذِينَ اللَّهُ يَرْفَعِ


*Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat* (QS. Al Mujadilah Ayat : 11)


Termasuk buah dari lmu yang paling agung adalah *_sikap tawadhu’. Tawadhu’_*  adalah *ketundukan secara total terhadap kebenaran, dan tunduk terhadap perintah Allah dan rasul-Nya dengan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan disertai sikap tawdahu’ terhadap manusia dengan bersikap merenadahkan hati, memperhatikan mereka baik yang tua maupun muda, dan memuliakan mereka. Kebalikannya adalah sikap sombong yaitu menolak kebenaran dan rendahkan manusia*  (Bahjatu Qulubil Abrar, hal. 110)


Semoga atas ridha Allah SWT, kita termasuk golongannya orang-orang yang *_SUKSES BERHIJRAH DARI SIKAP SOMBONG MENUJU TAWADHU'_*, aamiin YRA

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang