ISLAM DATANG DALAM KEADAAN ASING DAN KEMBALI DALAM KEADAAN ASING

 (Sebuah Renungan Di Pagi Hari)


Oleh : Prof.Asasriwarni MH


*Rasulullah SAW  Mengabarkan Kepada Jita Melalui Sabdanya Berikut Ini :*

 

بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ


*Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu _(al ghuroba)_* (HR. Muslim).


Dalam riwayat yang lain, Rasulullah SAW  juga   menjelaskan tentang siapakah *_al-ghuroba itu_* (orang-orang  asing itu), yakni :


…الَّذِيْنَ يُصْلِحُوْنَ مَا أَفْسَدَ النَّاسُ مِنْ بَعْدِي مِنْ سُنَّتِي.


*Yaitu orang-orang yang memperbaiki sunnahku (Sunnah Rasulullah) sesudah dirusak oleh manusia* (HR. Tirmidzi).


Itu adalah realita yang tidak bisa kita pungkiri, keindahan dan hakikat agama Islam yang mulia ini mulai tidak dikenal lagi dan tersembunyi di tengah-tengah umat Islam itu sendiri. Mereka beragama Islam, namun tidak mengenalnya dan juga tidak mengamalkannya. Padahal Allah SWT dalam sebuah ayat telah berfirman sbb : 


الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ


*(Dialah Allah) yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun*  (QS.  Al-Mulk Ayat : 2).


Allah menjadikan bumi ini indah sebagai tempat hidup umat manusia, sebagai tempat Dia   menguji kita,  siapakah di antara kita yang baik amalannya. 


Dalam ayat tersebut di atas,  Allah SWT  menjelaskan bahwa mereka yang baik amalannya lah yang akan mendapatkan kemuliaan di sisi-Nya,  yakni perbuatan baik yang sesuai dengan teladan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, bukan  perbuatan baik yang hanya menuruti  perasaan manusia semata.


Kita boleh mengatakan, bahwa diri kita adalah  seorang muslim. Namun,  sudahkah sikap dan perilaku kita mencerminkan sifat-sifat yang seharusnya terpancar dari dalam pribadi seorang *_Ahlussunnah Wal Jamaah?_*. Dan  sudahkah amalan, perbuatan, dan akhlak kita sesuai dengan akhlaknya *_salafus shalih ?_*.


Oleh karena itu, Allah SWT  berfirman dalam Surat  Al Mulk Ayat 2 sebagainana telah disebut di atas :  *Supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya*  (QS. Al-Mulk Ayat : 2).


Sehingga ketika para sahabat Rasululkah SAW  mengucapkan dua kalimat syahadat, memeluk Islam, mereka langsung bertanya tentang : *(1) Amalan apakah yang paling baik ?; (2) Sedekah apakah yang paling baik ?; dan (3) Jihad apa yang paling utama ?*  Seperti sabda Rasululkah SAW berikut ini :


*_1. Analan Yang Paling Baik :_*


Rasulullah SAW bersabda sbb :


عَنْ أَبِي عَمْرٍو الشَّيْبَانِيِّ – وَاسْمُهُ سَعْدُ بْنُ إيَاسٍ – قَالَ : حَدَّثَنِي صَاحِبُ هَذِهِ الدَّارِ – وَأَشَارَ بِيَدِهِ إلَى دَارِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ – قَالَ : سَأَلْتُ النَّبِيَّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إلَى اللَّهِ ؟ قَالَ : الصَّلاةُ عَلَى وَقْتِهَا . قُلْتُ : ثُمَّ أَيُّ ؟ قَالَ : بِرُّ الْوَالِدَيْنِ , قُلْتُ : ثُمَّ أَيُّ ؟ قَالَ : الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ , قَالَ : حَدَّثَنِي بِهِنَّ رَسُولُ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – وَلَوْ اسْتَزَدْتُهُ لَزَادَنِي


*Dari Abu Amr asy-Syaibâni –namanya Sa’d bin Iyâs- berkata, “Pemilik rumah ini telah menceritakan kepadaku –sambil menunjuk rumah Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu dengan tangannya, ia berkata, ‘Aku bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , ‘Amalan apakah yang paling dicintai Allâh ?’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab : _SHALAT PADA WAKTUNTA_.   Aku (Abdullah bin Mas’ud) mengatakan, ‘Kemudian apa lagi ?’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab : _BERBAKTI KEPADA DUA ORANG TUA_. Aku bertanya lagi, ‘Lalu apa lagi ?’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab :  _JIHAD DI JALAN ALLAH_* (HR. Bukhari dan Muslim).


*_2. Sedekah Yang Paling Baik  :_*


Rasulullah SAW bersabda sbb :


أحبُّ الناسِ إلى اللهِ تعالى أنفعُهم للناسِ وأحبُّ الأعمالِ إلى اللهِ عزَّ وجلَّ سرورٌ يُدخلُه على مسلمٍ أو يكشفُ عنه كُربةً أو يقضي عنه دَينًا أو يطردُ عنه جوعًا ولأن أمشيَ مع أخٍ في حاجةٍ أحبُّ إليَّ من أن أعتكفَ في هذا المسجدِ ( يعني مسجدَ المدينةِ ) شهرًا ومن كفَّ غضبَه ستر اللهُ عورتَه ومن كظم غيظَه ولو شاء أن يمضيَه أمضاه ملأ اللهُ قلبَه رجاءَ يومِ القيامةِ ومن مشى مع أخيه في حاجةٍ حتى تتهيأَ له أثبت اللهُ قدمَه يومَ تزولُ الأقدامُ


*Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang _PALING BERMANFAAT BAGI MANUSIA_ .  Dan sedekah yang paling dicintai oleh Allah adalah _KEGEMBIRAAN YANG ENGKAU MASUKAN KE HATI SEORANG MUKMIN_ , atau _ENGKAU HILANGKAN SALAH SATU KESUSAHANNYA_, atau _ENGKAU MEMBAYARKAN UTANGNYA_ , atau _ENGKAU HILANGKAN KELAPARANNYA_ . Dan aku berjalan bersama saudaraku untuk _MEMENUHI KEBUTUHANNYA_  itu lebih aku cintai daripada ber-i’tikaf di masjid Nabawi selama sebulan lamanya. Dan siapa yang menahan marahnya maka Allah akan tutupi auratnya. Barangsiapa yang _MENAHAN AMARAHNYA_ padahal ia bisa menumpahkannya, maka Allah akan penuhi hatinya dengan keridhaan di hari kiamat. Dan barangsiapa berjalan bersama saudaranya sampai ia memenuhi kebutuhannya, maka Allah akan mengokohkan kedua kakinya di hari ketika banyak kaki-kaki terpeleset ke api neraka* (HR. Ath Thabrani 6/139, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah 2/575).


*_3. Jihad Yang Paling Baik :_*


Rasulullah  SAW bersabda sbb :


أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ عَدْلٍ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ أَوْ أَمِيْرٍ جَائِرٍ


*Sebaik-baik jihad ialah _BERKATA YANG BENAR_ di hadapan penguasa yang zalim atau pemimpin yang zalim* (HR. Abu Dawub, Tirmidzi dan Ibnu Majah)


Melihat keadaan umat Islam yang seperti itu, salah seorang ulama mengatakan : *_Jangan bandingkan Islam dengan kondisi umat Islam pada saat ini_*.  Ini adalah sebuah ungkapan yang tepat sebagai bahan introspeksi kita bersama. 


Coba kita perhatikan :  Islam menggambarkan akhlak yang begitu terpuji, namun  sebagian umat Islam tidak berakhlaq terpuji sebagaimana yang digambarkan oleh Islam.


Jika Islam menggambarkan keagungan dan kemuliaan, namun kondisi sebagian umat Islam tidak lah menggambarkan keagungan dan kemuliaan sebagaimana keagungan dan kemuliaan yang digambarkan oleh Islam.


Ada seorang bule yang kebetulan baru memeluk agama Islam, ia berkata : *_Alhamdulillah, Allah SWT telah mengenalkan  saya kepada Islam terlebih dahulu, sebelum Allah mengenalkan saya kepada umat Islam_*. Kemudian dia bersyukur kepada Allah. Mungkin seandainya dia terlebih dahulu mengenal umat Islam, ia tidak akan tertarik dengan agama Islam. Tidak akan sampai hidayah agama yang mulia ini kepadanya.


Ada pihak lain yang juga  berujar : *_Saya baru tahu, kalau Islam dan umat Islam itu sangatlah berbeda_*. Ini adalah teguran bagi kita, karena ternyata kita sudah jauh dari agama kita. Tidak perlu kita mengarahkan kritikan ini kepada orang lain. Atau kepada mereka yang kita lihat di telivisi mengadakan pemboman dan peperangan. Mengadakan pengrusakan dan berbuat kekacauan.


*_Mari, kita tujukan kritik ini kepada diri kita terlebih dahulu :_*


Sudahkah kita menepati  ketika berjanji ?

 

Sudahkan kita tepat waktu ketika datang ke kantor, sekolah,  dll?


Sudahkah kita menunaikan amanat ?


Sudahkan kita berbakti kepada orang tua kita ?


Bahkan mungkin, sudahkah kita bertauhid kepada Allah Ta’ala ?


Di sebagian tempat, ada orang tua yang non muslim mengajak anaknya datang ke masjid, agar sang anak memeluk Islam. Mengapa ? Karena ia melihat tetangga-tetangganya yang muslim sangat berbakti kepada orang tuanya. Ia melihat betapa orang Islam menjaga dan memuliakan orang tuanya. Ia ingin agar anaknya menjadi seseorang yang berbakti, menghormat dan memuliakannya. Sehingga ia perintahkan anaknya untuk memeluk Islam.


Subhanallah, inilah keindahan Islam yang belum kita praktikkan di lingkungan kita. Negeri kita merupakan negeri yang berpenduduk   muslim terbesar di dunia. Berkaitan dengan hal inilah yang sebenarnya  dikehendaki oleh Allah SWT sebagaimana dengan  firman-Nya yang menyatakan : *Supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya* (QS. Al-Mulk Ayat : 2).


Jadi, bagi setiap muslim dan muslimah yang sudah berusapaya mengamalkan sunnah di akhir zaman ini, jangan pernah merasa terasing.


Ingat, ingat,  dan ingat, bahwa : *_ISLAM ITU ASING DATANGNYA, DAN DI AKHIR ZAMAN INI PUN AKAN TERASA ASING !!!_*.  Bahkan ia (Islam) kelak akan kembali dalam keadaan asing.


Maka, berbahagialah orang-orang yang asing, Karena mengamalkan sunnah-sunnah Rasul Nya. Berkaitan dengan hal itu, Rasukullah SAW  bersabda sbb : 


عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنَ سَنَّةَ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ بَدَأَ الإِسْلاَمُ غَرِيباً ثُمَّ يَعُودُ غَرِيباً كَمَا بَدَأَ فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنِ الْغُرَبَاءُ قَالَ الَّذِينَ يُصْلِحُونَ إِذَا فَسَدَ النَّاسُ


*Dari ‘Abdurrahman bin Sannah. Ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabad, “Islam itu akan datang dalam keadaan asing dan kembali dalam keadaan asing seperti awalnya. Beruntunglah orang-orang yang asing.” Lalu ada yang bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai ghuroba’, lalu beliau menjawab : (Ghuroba atau orang yang terasing adalah) mereka yang memperbaiki manusia ketika rusak*  (HR. Ahmad 4: 74. Berdasarkan jalur ini, hadits ini dho’if. Namun ada hadits semisal itu riwayat Ahmad 1: 184 dari Sa’ad bin Abi Waqqosh dengan sanad jayyid)

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang