HIJRAH DARI KEMUNGKARAN MENUJU RIDHA ALLAH SWT


*Prof.Asasriwarni MH*


بسم الله الرحمان الرحيم 


Allah SWT berfirman seperti di bawah ini : 


وَإِذَا رَأَيْتَ الَّذِينَ يَخُوضُونَ فِي آيَاتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ ۚ وَإِمَّا يُنْسِيَنَّكَ الشَّيْطَانُ فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّكْرَىٰ مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ


*Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu)*  (QS. Al-An'am Ayat : 68)


Selain ayat tersebut di atas, Allah SWT juga berfirman sbb : 


وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ ۚ إِنَّكُمْ إِذًا مِثْلُهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا


*Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al-Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam* (QS.An-Nisa Ayat : 140)


Dengan berlandaskan kepada dua ayat tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa setiap muslim diwajibkan  *_untuk tidak boleh menyaksikan dan membaur ke dalam kemungkaran tanpa ada kepentingannya_*.  Misalnya suatu kaum yang sedang minum khamr lalu dia duduk bersama mereka, dan suatu kaum yang mengundang untuk suatu acara walimah dan di dalamnya ada  terdapat khamr dan musik, maka undangan tersebut *_wajib untuk tidak dihadiri_*.  Karena itu dikatakan bahwa, *_orang yang menghadiri kemungkaran adalah seperti orang yang melakukannya_*.


Berkaitan dengan hal tersebut,  Rasulullah SAW bersabda Sbb : 


ﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻳﺆﻣﻦ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﻴﻮﻡ ﺍﻵﺧﺮ؛ ﻓﻼ ﻳﻘﻌﺪﻥ ﻋﻠ ﻣﺎﺋﺪﺓ ﻳﺪﺍﺭ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺑﺎﻟﺨﻤﺮ


*Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah duduk pada meja makan yang di situ dihidangkan khamer (minuman keras)*  (HR. Ahmad 1/20, Irwaaul-Ghalil 7/6-8 No. 1949)


Pemboikotan ini, sejenis dengan pemboikotan seseorang  terhadap perbuatan mungkar sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut ini : 


المسْلِمُ مَنْ سَلِمَ المسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ , و المهاجِرَ مَنْ هَجَرَ مَا نهَى اللهُ عَنْهُ


*Yang disebut dengan muslim sejati adalah orang yang dapat menyelamatkan orang muslim lainnya dengan lisan dan tangannya. Dan orang yang berhijrah adalah orang yang berhijrah dari perkara yang dilarang oleh Allah SWT* (HR. Bukhari No. 10 dan Muslim No. 40)


Ini lah yang dimaksud dengan  *_hijrah dari negeri kafir dan fasik menuju ke negeri Islam dan Iman_*. Yang artinya, dia meninggalkan tempat hidup di tengah-tengah orang kafir dan munafik yang tidak memungkinkannya melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT.


Berkaitan dengan hijrah tersebut,  Allah SWT berfirman sbb :


وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ


*Dan perbuatan dosa tinggalkanlah* (QS. Al-Muddatsir Ayat : 5)


Meninggal perbuaatan mungkar (dosa dan maksiat) kemudian bertaubat dengan sungguh-sungguh. Sebagai mana firman Allah SWT  du bawah ini :


…نَصُوحًاتَوْبَةً اللَّهِ إِلَى تُوبُوا آمَنُوا الَّذِينَ أَيُّهَا يَا


*Wahai orang-orang beriman bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sesungguhnya…”*  (QS. At Tahrim Ayat : 8)


Setelah bertaubat secara suhgguh-sungguh meninggalkan perbuatan mungkar dengan menggantinya dengan amal shaleh. Sebagaimana firman Allah SWT di bawah ini : 


وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آَخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا (68) يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا (69) إِلَّا مَنْ تَابَ وَآَمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا (70) وَمَنْ تَابَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَإِنَّهُ يَتُوبُ إِلَى اللَّهِ مَتَابًا (71)


*Dan orang-orang yang tidak menyembah Rabb yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya Dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan Dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, _KECUALI ORANG-ORANG YANG BERTAUBAT, BERIMAN DAN MENGERJAKAN AMAL SHALEH; MAKA ITU KEJAHATAN MEREKA DIGANTI OLEH ALLAH DENGAN KEBAJIKAN._  dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya Dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya* (QS. Al Furqon Ayat : 68-71)


Inilah yang dimaksud dengan hijrah dari perbuatan mungkar nenuju ridha Allah SWT.


 رب زدني علما 

 بارك الله فيك


Semoga hidup kita semakin bermanfaat dan berkah, aamiin YRA

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang