RIDHA DAN MURKA ALLAH SWT TERGANTUNG KEPADA RIDHA DAN MURKA ORANG TUA

 


Prof.Dr.H.Asasriwarni MH




Rasulullah SAW Berdabda Sbb :


رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ


*Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua*  (HR. At-Tirmidzi No.1899, Al-Hakim No.7249, Ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabiir No.  14368, dan Al-Bazzar No. 2394)


Orang tua kita adalah orang yang selalu menyayangi kita. Walaupun begitu, setiap orang tua memiliki caranya tersendiri untuk menyayangi anaknya untuk membahagiakan anaknya. Orang tua kita pasti melakukan apapun demi keluarganya. Berdo’alah untuknya karena tak ada balasan yang setimpal untuk membalas semua kebaikan orang tua kita.


Allah yang Maha Bijaksana telah mewajibkan setiap anak untuk berbakti kepada orang tuanya. Bahkan perintah untuk berbuat baik kepada orang tua dalam Al Qur’an digandengkan dengan perintah untuk bertauhid sebagaimana firman-Nya sbb : 


وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا


*Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, _maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia_. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil*  (QS  Al Isro’ Ayat : 23)


Berbakti kepada kedua orang tua merupakan salah satu amal shaleh yang mulia bahkan disebutkan berkali-kali dalam Al Quran tentang keutamaan berbakti pada orang tua. Sebagaimana firnan  Allah SWT berikut ini : 


وَٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا۟ بِهِۦ شَيْـًٔا ۖ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا وَبِذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْجَارِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْجَارِ ٱلْجُنُبِ وَٱلصَّاحِبِ بِٱلْجَنۢبِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُكُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا


*Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. _Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa_, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri* (QS. An Nisa Ayat : 36)


Di dalam ayat tetsebut di atas terdapat perintah berbakti kepada dua orang tua disandingkan dengan amal yang paling utama yaitu tauhid, maka ini menunjukkan bahwa amal ini pun sangat utama di sisi Allah SWT. Begitu besarnya martabat mereka dipandang dari kacamata syari’at. Rasulullah SAW mengutamakan bakti kepada orang tua adalah di atas  *_jihad fi sabilillah_*,    seperti yang di jelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh  Ibnu Mas’ud  di bawah ini : 


حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ الْوَلِيدُ بْنُ عَيْزَارٍ أَخْبَرَنِي قَالَ سَمِعْتُ أَبَا عَمْرٍو الشَّيْبَانِيَّ يَقُولُ أَخْبَرَنَا صَاحِبُ هَذِهِ الدَّارِ وَأَوْمَأَ بِيَدِهِ إِلَى دَارِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ الصَّلَاةُ عَلَى وَقْتِهَا قَالَ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ قَالَ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي بِهِنَّ وَلَوْ اسْتَزَدْتُهُ لَزَادَنِي


*Abu Al Walid telah menceritakan kepada kami Syu’bah berkata ; Al Walid bin ‘Aizar telah mengabarkan kepadaku : saya mendengar Abu ‘Amru Asy Syaibani berkata ; telah mengabarkan kepada kami pemilik rumah ini, sambil menunjuk ke rumah Abdullah bin Mas’ud dia berkata ; saya bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam : Amalan apakah yang paling dicintai Allah ? Beliau bersabda : Shalat tepat pada waktunya. Dia bertanya lagi :  Kemudian apa ? beliau menjawab : _Berbakti kepada kedua orang tua_.  Dia bertanya : Kemudian apa lagi ? beliau menjawab :  Berjuang di jalan Allah. Abu ‘Amru berkata :  Dia (Abdullah) telah menceritakan kepadaku semuanya, sekiranya aku menambahkan pertanyaan niscaya dia pun akan menambahkan (amalan) tersebut kepadaku* (HR. Bukhari No. 5970)


*_Demikian agungnya kedudukan berbakti pada orang tua, bahkan di atas jihad fi sabililllah, padahal jihad memiliki keutamaan yang sungguh sangat luar biasa, karena dapat nengantarkan seseorang masuk ke dalam surga tanpa hisab_*


Begitu pentingnya kedudukan berbakti keoada orang tua, Rasulullah SAW  menghubungkan kedurhakaan kepada kedua orang tua dengan berbuat syirik kepada Allah SWT yang acamannya adalah masuk neraka. Sebagaimana yang dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh  Nafi’ bin Al Harits Ats Tsaqafi, Rasulullah SAW  bersabda :


ألا أنبِّئُكم بأكبرِ الكبائرِ . ثلاثًا ، قالوا : بلَى يا رسولَ اللهِ ، قال : الإشراكُ باللهِ ، وعقوقُ الوالدينِ


*Maukah aku kabarkan kepada kalian mengenai dosa-dosa besar yang paling besar ? Beliau bertanya ini 3x. Para sahabat mengatakan : tentu wahai Rasulullah. Nabi bersabda : syirik kepada Allah dan _durhaka kepada orang tua_*  (HR. Bukhari dan Muslim).


Membuat menangis orang tua juga terhitung sebagai perbuatan durhaka, tangisan mereka berarti terkoyaknya hati, oleh polah tingkah sang anak. Berkaitan dengan hal itu,  Ibnu ‘Umar menegaskan bahwa : 


بكاء الوالدين من العقوق


*Tangisan kedua orang tua termasuk kedurhakaan yang besar* (HR. Bukhari, Adabul Mufrod hlm 31. Lihat Silsilah Al Ahaadits Ash Shohihah karya Al Imam Al Albani No. 2898)


Allah pun menegaskan dalam Surat Al Isro’ Ayat 23,  bahwa : perkataan “uh” atau “ah” terhadap orang tua saja dilarang apalagi yang lebih dari itu. Dalam ayat itu pula dijelaskan perintah untuk berbuat baik pada orang tua.


Sekarang kita sudah mengetahui tentang apa arti penting dan keutamaannya berbakti kepada orang tua. Kita ingat kembali, betapa sering kita membuat marah dan menangisnya orang tua ? Betapa sering kita tidak melaksanakan perintahnya ? Untuk itu,  bersegeralah kita meminta maaf pada keduanya, karena *_ridha Allah tergantung pada ridha  orang tua dan murka Allah juga tergantung pada murka orang tua_*.


Semoga hidup kita semakin bermanfaat dan berkah, aamiin YRA

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang