Pesona Gunung Tandikek, Keasrian yang Terjaga



(penulis : Rezi Veronika, Mahasiswa Sastra Minangkabau, Universitas Andalas)

 Pada saat ini banyak orang yang menyukai pendakian, tak hanya kaum muda-mudi dan orang dewasa, anak-anak pun sudah banyak yang melakukan pendakian. Banyak alasan seseorang melakukan sebuah pendakian, misalnya menghilangkan rasa stress, ingin menikmati sejuknya udara gunung yang masih terjaga, menikmati ketenangan dan banyak alasan lainnya. Bagi seorang pendaki, mendaki tidak hanya persoalan menuju puncak, tapi dalam pendakian banyak hal yang akan didapatkan, misalnya menguji kesabaran, kerja keras, tanggung jawab terhadap anggota dalam rombongan, dan banyak hal lainnya yang dapat menjadi pelajaran dalam sebuah pendakian.

Di Sumatra Barat terdapat beberapa gunung yang mempesona. Salah satunya adalah Gunung Tandikek. Gunung Tandikek adalah gunung berapi yang berstatus masih aktif yang berada di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat. Gunung Tandikek memiliki ketinggian 2438 mdpl yang berada tepat bersebelahan dengan Gunung Singgalang. Pos gunung ini terdapat di jorong Sikadunduang, Nagari Singgalang, Tanah Datar. Tarif yang di kenakan untuk satu orang pendaki adalah Rp15.000 per orang dan sudah termasuk biaya parkir. Di posko tersubut terdapat peta jalur pendakian Gunung Tandikek yang akan mempermudah pendaki dalam menentukan jalur dan sumber mata air. Petugas posko akan menjelaskan dimana sumber mata air dan dimana tempat-tempat untuk camp sebelum menuju puncak. 

Gunung Tandikek termasuk gunung yang tidak terlalu tinggi, tetapi Gunung Tandikek memiliki jalur pendakian yang cukup panjang dan memakan waktu yang lama, karena jalur pendakian Tandikek bukan jalur yang lurus melainkan jalur yang berbelok belok dan memutar. Pendakian Gunung Tandikek bisa memakan waktu 8 sampai 9 jam hingga menuju puncak. Dari posko pendaki bisa mengikuti jalur pendakian melalui jalur tepian irigasi yang mengalir sepanjang jalur hingga menuju pintu rimba, dan pendaki akan dibantu dengan kode-kode jalur seperti R, A, dan salter. Dan tempat camp terakhir sebeum puncak adalah di R25, di R25 juga terdapat sumber mata air, para pendaki banyak yang memilih untuk camp terlebih dahulu di R25 sebelum esoknya melanjutkan ke puncak, karena di puncak tidak terdapat sumber mata air dan harus turun terlebih dahulu untuk mendapatkan air. 

Jalur pendakian Gunung Tandikek sangat menantang, diawal kita memasuki hutan jalur yang akan disuguhkan akan terasa santai dan para pendaki akan menganggap ini jalur pendakian yang mudah. Namun, setelah R19 para pendaki akan disuguhkan dengan jalur yang memaksa para pendaki untuk terus menaiki tanjakan-tanjakan yang tinggi dan basah. Hingga menuju puncak, tidak akan ada lagi jalur pendakian yang datar, disinilah kekuatan dan kesabaran para pendaki diuji. Jika dimalam hari, ketika udara mulai dingin dan tanah semakin lembab, maka pacet akan siap untuk menghisap darah pendaki. Dikarenakan gunung yang masih jarang terjamah dan udara yang sangat lembab, adalah tempat yang disukai oleh binatang penghisap darah tersebut. Namun ada hal yang labih menarik, disepanjang jalur pendakian kita tidak akan menemukan sampah, bahkan di tempat-tempat peristirahatan tidak akan ada sampah disana. Para petugas dan masyarakat lah yang selalu menelusuri jalur pendakian setiap harinya secara bergantian untuk memastikan tidak ada sampah yang berserakan di sepanjang jalur pendakian agar tetap terjaganya kelestarian Gunung Tandikek.

Gunung Tandikek masih begitu asri dengan hutan yang masih sangat lebat, karena belum terlalu banyak pendaki yang melakukan pendakian ke Gunung Tandikek. Keasrian hutan ini terbukti dengan begitu banyaknya hewan liar yang ada di Gunung Tandikek ini, disepanjang jalur pendakian akan ada plang-plang yang akan menjelaskan hewan-hewan dan tumbuhan apa saja yang hidup di Gunung Tandikek ini.                                                                               Setelah R25, pendaki akan menuju puncak, jalur yang disuguhkan akan semakin menantang, tanjakan yang curam dengan tanah yang lembab dan licin. Sebelum sampai di puncak, kita akan melalui hutan lumut, mirip dengan hutan lumut di Singgalang, sangat indah. Sesampainya di puncak pendaki akan menyaksikan hamparan kawah yang luas, dengan 3 lubang kawah yanh selalu mengeluarkan asap. Pendaki bisa menuruni kawah tersebut yang cukup curam dan berbatu, namun harus tetap berhati-hati karena asap belerang tidak baik bagi Kesehatan jika terhirup. Keindahan lain yang akan disuguhkan adalah Gunung Singgalang yang tinggi menjulang akan tampak sangat jelas didepan kita, dan Gunung Marapi terlihat kokoh berdiri. Pendaki bisa mengelilingi kawah yang luas tersebut karena sudah ada jalurnya. Dikarenakan hutan yang masih lebat hingga ke puncak, kita harus memanjat pohon dulu untuk melihat pemandangan yang lebih lepas.

Keasrian Gunung Tandikek semoga tetap terjaga dan para pendaki selalu menjaga kebersihan dan keasrian dari gunung tersebut. Semoga tidak ada tangan-tangan jahil yang akan merusak keindahan alam Indonesia ini yang begitu sangat kaya dan mempesona.

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang