MULYADI MENGHIMBAU AGAR MASYARAKAT MENJADI PEMILIH YANG CERDAS




Di pilkada tahun 2020 ini ada empat pasang calon gubernur yang akan mendaftar ke KPU. Mulyadi, salah satu calon Gubernur Sumbar sewaktu di konfirmasi setelah pendaftaran calon Gubernur di Hotel Mercure hari Minggu tanggal 6/09/2020 mengartikan, "Semakin banyak yang mencalonkan diri maka semakin banyak yang peduli akan kemajuan di Sumatera Barat. Mulyadi menghimbau "Marilah kita melakukan pesta demokrasi ini dengan pesta konstitusi politik aman , nyaman dan badunsanak, oleh karena itu mari kita laksanakan pemilu ini dengan cara-cara yang sportif". 


     Adanya empat pasang calon dari peserta pemilu semuanya itu adalah calon-calon yang peduli untuk kemajuan di Sumatera Barat dan juga merupakan putra terbaik. “Tujuan kita yang utama bagaimana kita membuat suasana pemilu yang sebentar lagi bisa aman, nyaman dan damai sehingga tidak menimbulkan gejolak-gejolak di masyarakat” kata Mulyadi.


 “Masyarakat Sumatera Barat adalah pemilih yang cerdas. Strateginya adalah bagaimana kita bisa menjual kinerja , kinerja itu adalah apa yang pernah kita lakukan untuk masyarakat ,dan apa yang akan kita perbuat untuk Sumatera Barat, kita tidak akan menjanjikan yang muluk-muluk dan tidak masuk akal”, kata Mulyadi.

      

Saat ini status Mulyadi masih menjabat sebagai anggota DPR. Ada tenggang waktu yang di berikan oleh KPU, kalau sudah mendaftar dan sudah tercantum namanya, harus segera mengundurkan  lima hari setelah ditetapkan sebagai pasangan calon.

         

Mulyadi diusung oleh dua partai politik yaitu PAN dan Demokrat. Syarat untuk maju sebagai gubernur harus dapat 13 kursi dari partai tersebut, hendaknya masyarakat bisa meneliti dan melihat siapa yang pantas menjadi Gubenur Sumatera Barat untuk lima tahun kedepan.


Mulyadi menyatakan, “Sumatera Barat tidak mempunyai aspek sumber daya alam yang memadai seperti minyak bumi, batu-bara, sawit, jadi pemimpin Sumatera barat harus melakukan inovasi dan kreasi yang tentu berbeda dengan daerah lain, bagaimana kita melakukan recovery perekonomian”.

     

Pengembangan utama yang akan di kembangkan oleh Mulyadi sendiri yaitu di sektor wisata ,tapi melihat dari apa yang ada sekarang ini sepertinya tidak mungkin karena sektor wisata mengalami kelesuan karena covid-19.  Sewaktu ditanyakan isu covid-19 Mulyadi menyinggung bahwa vaksin Covid-19 akan ada pada tahun 2021. Jika Covid-19 sudah bisa diatasi maka perekonomian di sektor wisata dan juga sektor usaha yang lainnya akan bisa bangkit kembali . 


 “Bagi masyarakat yang penghasilannya sangat terbatas hendaknya ini akan menjadi perhatian pemerintah , salah satu caranya dengan cara memberikan insetif misalnya Rp 1 juta perkeluarga  dan ini tentu secara selektif dan disesuaikan dengan kemampuan APBD yang ada, kebutuhan pokok betul-betul dapat didapatkan oleh masyarakat Sumatera Barat. Jangan sampai ada masyarakat yang tidak dapat barang kebutuhan pokok . Apabila ada dari masyarakat yang penghasilannya menurun dan kemampuan daya belinya juga menurun maka dari pemerintah harus ada solusinya sendiri”, ujar Mulyadi.

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang