Menikmati Sejuknya Air dan Keindahan Alam di Ngungun Saok Lubuk Minturun



Oleh : M. Aksha Indra Dwipa



Indonesia merupakan negara kepulauan yang tiap-tiap pulaunya terdiri atas suku bangsa, bahasa, dan adat istiadat yang berbeda. Sebagai negara kepulauan sudah pasti di setiap pulaunya memiliki keindahan alam yang dapat memanjakan mata, hal ini dapat menjadi destinasi wisata. Salah satunya yaitu Sumatera Barat.


Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang  banyak menyimpan destinasi wisata dan banyak di kunjungi wisatawan dalam negeri maupun luar negeri. Tidak hanya terkenal dengan wisata kuliner hingga Rumah Gadang, daerah ini juga terkenal dengan keindahan pulau dan alamnya. Berbicara mengenai keindahan alam, kota Padang memiliki objek wisata tersembunyi. Salah satunya Ngungun Saok. 


Ngungun Saok merupakan salah satu objek wisata tersembunyi di Sumatera Barat. Ngungun Saok merupakan salah satu tempat pemandian alam yang banyak ditumbuhi oleh tanaman rambat dan juga dipenuhi oleh rindangnya pepohonan yang menambah kesan asri dari Ngungun Saok. Nama Ngungun Saok sendiri dikarenakan diambil dari kata Ngungun dan Saok. Yang mana Ngungun sendiri artinya desiran air, dan Saok berarti tertutup. Jadi, Ngungun Saok Merupakan desiran air yang tertutup. Karena objek wisata ini lokasinya terpencil dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan.


Air Terjun Ngungun Saok terletak disebuah perbukitan di kawasan Lubuak Minturun, Padang yang keindahannya tidak diragukan lagi. Untuk lokasinya sendiri, jika memulai perjalanan dari pusat kota akan membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam perjalanan.


Untuk sampai dilokasi tersebut dibutuhkan sedikit kesabaran, dan harus melewati jalan tanah berbatu, walaupun dapat dilalui dengan sepeda motor, beberapa kesulitan mungkin akan dihadapi oleh pengendara.


Akses ke lokasi memang sudah dikelola oleh masyarakat sekitar, namun pengunjung masih tetap tidak bisa menghindari tebing yang harus ditaklukkan. Namun perjuangan menuju lokasi akan terbayar karena di sepanjang alirannya banyak keindahan dan kesejukan yang akan ditemui, puncaknya adalah goa dengan tebing batu dan Air Terjun Ngungun Saok. Suasana rindang dan sejuk dengan dipenuhi pepohonan hijau da ditumbuhi pohon rindang serta bunga yang indah sehingga sengatan matahari tidak leluasa menyinari jalan.


Setelah melewati jembatan Lubuk Minturun, pilihlah jalan persimpangan ke arah kanan. Diperkirakan butuh waktu 1 jam untuk sampai ke area parkir Ngungun Saok setelah Anda keluar dari daerah Lubuk Minturun. Sangat tidak disarankan menggunakan kendaraan roda empat karena jalanan menuju Ngungun Saok memiliki medan yang cukup terjal.


Dalam perjalanan, kita akan menjumpai daerah perkebunan dan rerumputan yang cukup tinggi, kawasan tersebut masih beralaskan tanah dan bebatuan. Tak lama berselang, kita akan menemui pos satu yang dijaga oleh pemuda setempat, yang memungut biaya sebesar Rp. 5000,- per orang. Selepas membayar tiket masuk perjalanan dilanjutkan sekitar 1 km dengan kondisi jalan yang sama bahkan lebih parah dengan pendakian serta penurunannya. Lebih kurang 15 menit perjalanan sampai pada lokasi parkir yang disediakan masyarakat setempat.


Untuk mencapai Air Terjun Ngungun Saok masih harus dilanjutkan dengan berjalan kaki. dari sini masih harus diteruskan dengan menuruni tebing. Sesampainya bawah rasa letih Anda langsung terbayar sesampainya di Air Terjun Ngungun Saok. Aliran air yang jernih dan menampakkan dasar batuan indah dengan kedalaman satu hingga dua meter. Selain kebeningan air, Ngungun Saok juga dipercantik dengan  tebing batuan yang menjulang tinggi, di satu sisi tebing dihiasi dengan dengan air terjun yang tidak terlalu besar. Disini suasananya masih sangat asri, udara sejuk, dan tenang serta disuguhi dengan pemandangan alam yang kaya dengan kearifan lokal.



* Mahasiswa Sastra Minangkabau, Universitas Andalas

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang