MEMPELAJARI DAN MEMGAMALKAN AL QUR'AN MERUPAKAN PROSES NENUJU TERWUJUDNYA KEHIDUPAN YANG MANIS DAN BERAROMA


 

* Prof.Dr.H.Asasriwarni MH*

بسم الله الرحمان الرحيم 


*_A. Mengejar Kemuliaan Dengan Mempelajari Dan Mengamalkan Al Qur'an :_*


*1. Dalil Rujukan :*


Rasulullah SAW berdabda sbb :


وعن عمر بن الخطاب رضي الله عنه أنَّ النبي صلى الله عليه وسلم قَالَ: ((إنَّ اللهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخرِينَ)). رواه مسلم. 


*Dari Umar Bin Khatthab Radhiyallahu 'Anhu mengatakan bahwa,  Rasulullah  Muhammad ﷺ  bersabda : Sesungguhnya Allah mengangkat sebagian orang dengan sebab Al-Qur'an dan menjadikan sebagian yang lain rendah juga dengan sebab Al-Qur'an* (HR. Muslim).


*2. Makna Yang Tersurat Dan Tersirat Dalam Hadits Tersebut Di Atas Adalah :*


a  Asy-Syaikh Faishal  Mubarak berkata :


يعني من عمل بالقرآن رفعه الله في الدنيا والآخرة، ومن ضيَّع حدوده وضعه الله وإنْ كان شريفًا.


*Makna hadits tersebut adalah : barang siapa yang mengamalkan Al-Qur'an, maka Allah akan mengangkat kedudukannya di dunia dan akhirat. Dan siapa yang mengabaikan aturan dalam Al-Qur'an, niscaya Allah akan merendahkannya meski dia orang yang terhormat*  (Tathriz Riyadhus Shalihin, hlm. 581)


b. Asy-Syaikh Muhammad Ali Adam Al-Ityubi Hafizhahullah berkata : 


بيان أن من قرأ كتاب الله، وعمل بمقتضاه، مخلصًا رفعه الله تعالى فوق كثير من عباده المؤمنين، ومن قرأه مرائيًا، غير عامل به، وضعه الله أسفل السافلين.


*Di hadits ini terdapat penjelasan bahwa orang yang membaca Al-Qur'an, mengamalkan kandungannya, dan ikhlas dalam menjalankannya, Allah akan mengangkat derajatnya di atas kebanyakan hamba-hamba Allah yang beriman lainnya. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur'an karena bermaksud pamer dan dia tidak mengamalkannya, maka Allah akan merendahkannya ke tempat yang paling hina*  (Masyariq al-Anwar Al-Wahhajah, IV/302)


*_B. Kehidupan Yang Manis Dan Beraroma :_*


*1. Dalil Rujukan :*


Rasulullah SAW bersabda sbb :


وعن أَبي موسى الأشعري رضي الله عنه قال: قَالَ رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((مَثَلُ iالْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ مَثَلُ الأُتْرُجَّةِ: رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ، وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لا يَقْرَأُ القُرْآنَ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ: لا رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ، وَمَثلُ المُنَافِقِ الَّذِي يقرأ القرآنَ كَمَثلِ الرَّيحانَةِ: ريحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ، وَمَثَلُ المُنَافِقِ الَّذِي لا يَقْرَأُ القُرْآنَ كَمَثلِ الحَنْظَلَةِ: لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ)). متفقٌ عَلَيْهِ. 


*Dari Abu Musa Ual-Asy'ari Radhiyallahu 'Anhu mengatakan bahwa, Rasulullah ﷺ bersabda :*


*Perumpamaan orang beriman yang membaca Al-Qur’an ialah bagaikan buah Utrujjah, yang aromanya wangi dan rasanya lezat. Sedangkan orang beriman yang tidak membaca Al-Qur’an, maka ia layaknya kurma, tidak beraroma tetapi manis rasanya*


*Lalu permisalan bagi orang munafik yang membaca Al-Qur’an ialah seperti raihan, baunya wangi tetapi rasanya pahit. Dan permisalan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an adalah seperti buah hazhalah, tidak wangi dan pahit pula rasanya*  (HR. Al-Bukhari No. 5427 dan Muslim No. 797)


*2. Makna Yang Tersurat Dan Tersirat Dalam Hadits Tersebut Di Atas Adalah :*


Imam Ash-Shan'ani Rahimahullah berkata :


a. Perumpamaan orang beriman yang membaca Al-Qur’an' yakni membaca lewat hafalan atau dengan melihat mushaf  ialah bagaikan buah Utrujjah  yang aromanya wangi dan rasanya lezat,  hal itu karena saat orang beriman membaca Al-Qur'an maka ia wangi aromanya karena nyaman didengar bacaannya. Dan jika ia sedang tidak membaca Al-Qur'an, maka manis pergaulannya, ucapannya, dan nyaman saat berkumpul bersamanya, karena dia menjalankan adab-adab dalam Al-Qur'an. Sehingga (karena manisnya ia dalam hal-hal ini),  seakan seperti sesuatu yang dimakan.


b. Sedangkan orang beriman yang tidak membaca Al-Qur’an, maka ia layaknya kurma, tidak beraroma,  Artinya, tidak ada semerbak wangi yang muncul dari bacaan Al-Qur'an. '.. tetapi manis rasanya' dikarenakan ia manis dalam berinteraksi dan bergaul. 


c. Lalu permisalan bagi orang munafik yang membaca Al-Qur’an ialah seperti raihan, baunya wangi tetapi rasanya pahit.' aroma bacaannya tercium wangi namun rasanya pahit, karena kemunafikan ialah kekafiran yang disembunyikan. Rasa manis hanya muncul dari keimanan, sedangkan orang munafik yang membaca Al-Qur'an, aroma manis bacaannya tidak melewati pita suaranya [m(tidak turun ke hati) 


d. Dan permisalan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an adalah seperti buah hazhalah, tidak wangi dan pahit pula rasanya.' 


*Keempat perumpamaan tersebut di atas  sangat dalam dan menakjubkan, yang tidak mungkin berasal kecuali dari orang yang telah Allah sempurnakan dengan menjadi seorang Rasul* (At-Tanwir, IX/535-536)


 رب زدني علما 

 بارك الله فيك

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang