KUNCI SORGA ADALAH KALIMAT TAUHID, TAPI ITU BUKAN SEKEDAR SIMBUL MELAINKAN ADA SYARATNYA, APA ITU ?


Oleh :Prof.Dr.H.Asasriwarni MH


بسم الله الرحمان الرحيم 


*_A. Dalil Rujukan :_*


Barang siapa yang di akhir hayatnya (menjelang neninggal dunia) berhasil mengucapkan kalinat tauhid, yakni :  *_La ilaha illallah_*, maka orang itu dijamin masuk surga. Hal ini sesuai dengan sabda  Rasulullah SAW di bawah ini : 


مَنْ كَانَ آخِرُ كَلاَمِهِ لاَ إلَهَ إِلاَّ اللهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ


*Siapa yang akhir ucapannya (saat menjelang kematian) adalah kalimat _La ilaha illallah_, ia akan masuk surga*  (HR. Abu Dawud No. 3166, dinyatakan hasan oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Irwa’ul Ghalil No. 687).


Oleh karena itu, bila kita mengunjungi seseorang yang sedang menghadapi sekaratul maut, maka kita dianjurkan untuk mentalqinnya (membimbingnya) untuk mengucapkan kalimat tauhid. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW di bawah ini :


لَقِّنُوا مَوْتَاكُمْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ


*Talqinlah orang yang hendak meninggal di kalangan kalian dengan La ilaha illallah* (HR. Muslim No. 916)


*_B . Kalimat Tauhid Bukan Sekedar Simbol  :_*


Syaikh Al 'Allamah Abdurrohman As-Si'di mengatakan, bahwa  :


فإن تحقيق التوحيد تهذيبه وتصفيته من الشرك الأكبر والأصغر ومن البدع القولية والاعتقادية والبدع الفعلية والعملية ومن المعاصي 


*Merealisasikan tauhid adalah dengan menjernihkannya dan memurnikannya dari segala macam syirik besar maupun kecil, dari bid'ah-bid’ah dalam bentuk ucapan, keyakinan, amalan, serta dari berbagai macam kedurhakaan*. 


Kemudian beliau juga mengatakan, bahwa :


وذلك بكمال الإخلاص لله في الأقوال والأفعال والإرادات


*Hal itu akan terwujud dengan cara menyempurnakan keikhlasan dalam ucapannya, perbuatannya, keinginan hatinya yang semuanya itu dia lakukan total karena Allah*  (Al-Qoulus Sadid bi Bayani Maqoshidit Tauhid hal. 22)


Bila di kejauhan sana ada suara-suara sumbang yang melontarkan kalimat :  yang penting tauhidnya, yang penting syahadatnya,  tetapi mengesampingkan bahaya bid'ah dan syiriknya,  maka orang ini belum memahami hakikat tauhid dengan benar.


*_C. Kalimat Tauhid  _"Laa Ilaaha Illallaah" Ada Syarat-Syaratnya :_*


*1. Firman Allah SWT :*


a. Al Kahfi Ayat 110 :


فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا


*Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan _janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya_* (QS. Al Kahfi Ayat : 110)


b. An Nahl Ayat 97 :


مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ


*Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan* (QS. An-Nahl Ayat : 97)


*2. Sabda Rasulullah SAW :*


a. HR. Nasai :


إِنَّ اللَّهَ لاَ يَقْبَلُ مِنَ الْعَمَلِ إِلاَّ مَا كَانَ لَهُ خَالِصًا وَابْتُغِيَ بِهِ وَجْهُهُ


*Sesungguhnya Allah tidak akan menerima dari semua jenis amalan kecuali yang murni untuk Nya dan untuk mencari wajah Nya* (HR. Nasai No. 3140)


b. HR. Ahmad :


مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ


*Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak* (HR. Ahmad , Lihat Ahkamul Jana'is hlm.  53)


*3. Pendapat Ulama :*


a. Al-Hasan Al-Bashri bertanya kepada Farozdaq yang saat itu sedang mengubur isterinya :


ما أعددت لهذا اليوم؟  قال : شهادة أن لا إله إلا الله منذ سبعين سنة، فقال الحسن : "نعم العدة لكن لـ « لا إله إلا الله » شروطا


*Apa yang engkau persiapkan untuk hari ini (kematian)? Dia menjawab : Syahadat (persaksian) _laa ilaaha illallaah_ sejak 70 tahun yang lalu. Maka Al-Hasan berkata, _Itu sebaik-baik persiapan akan tetapi kalimat laa ilaaha illallaah memiliki syarat-syarat yang harus dipenuhi_* (Siyar A’lamin Nubala’ 4/584)


b. Wahab Bin Munabbih ditanya :  *Bukankah kunci surga itu _Laa Ilaaha Illallaah ?_ Maka beliau menjawab :*


بلى ولكن ليس من مفتاح إلا له أسنان فإن أتيت بمفتاح له أسنان فتح لك وإلا لم يفتح


*_Benar akan tetapi tidaklah disebut kunci kecuali ada geriginya_ Apabila engkau memiliki kunci yang bergerigi maka pintu itu akan terbuka, jika tidak, maka pintu itu tidak akan terbuka* (Hilyatul Awliya’ :  4/66)


*_D. Kesimpulan :_*


Seperti halnya  shalat juga  memiliki syarat yang menentukan keabsahannya. Demikian juga   dengan *_kalimat tauhid_*  juga memiliki syarat dan bila tdk terpeuhi syaratnya, maka  kalimat tauhid yang dilisankan menjadi tidak berguna.


Adapun syarat yang harus dipenuhi agar *_Kalimat Tauhid_* mampu menjadi *_Kunci Surga_* adalah  


1. Beribadah perlu dilandasi dengan Ilmu (tdk boleh taqlid).  Karena ibadah yang dilakukan  tanpa mengikuti tuntunan (Al Qur'an dan Asunnah) tidak akan diterima. 


2. Beribadah harus dilandasi dengan iman yang kuat (tidak boleh ada keraguan) sedikitpun. Karena iman adalah  syarat syahnya ibadah  


3. Beribadah harus dilandasi dengan niat yang Ikhlas karena Allah semata dan bebas dari kesyirikan. Karena ria dan syirik adalah hal yang sangat dimurkai oleh  Allah SWT.


4. Sabar dan syukur adalah kewajiban umat, sedangkan takdir adalah hak dan kehendak Allah. Oleh karena itu, umat kewajibanya hanya ikhtiar dan berdoa. Sedangkan hasilnya, serahkan sepenuhnya kepada Allah SWT.


5. Bila keempat syarat itu telah terpenuhi barulah *_KALIMAT TAUHID_*  akan mampu berfungsi sebagai *_KUNCI SURGA_*.


Wallahu 'aklam bissawab 


Semoga hidup kita semakin bermanfaat dan berkah, aamiin YRA


 رب زدني علما  بارك الله فيك

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang