KEWAJIBAN YANG HARUS DITUNAIKAN OLEH SEORANG MUSLIM TERHADAP MUSLIM LAINNYA


Oleh  :  Prof.Dr.H.Asasriwarni MH

www.jurnalissumbar.id

Kewajiban muslim terhadap muslim lainnya tentu telah diuraikan secara rinci dalam syari'at Islam. Sesama  muslim adalah bersaudara. Jika salah satu di antaranya sakit, maka yang lainnya pun akan ikut merasa sakit. Oleh karena itu, kita wajib bersatu dan jangan sampai terpecah belah. Berikut ini ada beberapa kewajiban seorang muslim terhadap muslim lainnya yang harus ditunaikan sesuai dengan perintah Allah SWT dan Rasulullah SAW,   yakni :


*_1. Mengantarkan Jenazah Sampai Ke Kubur  :_*


Kewajiban seorang muslim  adalah mengantarkan jenazah seorang muslim  yang meninggal dunia ke tempat pemakaman dan juga menyolatkannya. Kewajiban ini akan mendatangkan pahala yang besar dari sisi Allah SWT.


Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam hadits berikut ini : 


مَنِ اتَّبَعَ جَنَازَةَ مُسْلِمٍ، إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، وَكَانَ مَعَهُ حَتَّى يُصَلَّى عَلَيْهَا وَيَفْرُغَ مِنْ دَفْنِهَا، فَإِنَّهُ يَرْجِعُ مِنَ الأَجْرِ بِقِيرَاطَيْنِ، كُلُّ قِيرَاطٍ مِثْلُ أُحُدٍ، وَمَنْ صَلَّى عَلَيْهَا ثُمَّ رَجَعَ قَبْلَ أَنْ تُدْفَنَ، فَإِنَّهُ يَرْجِعُ بِقِيرَاطٍ.


*Barangsiapa yang mengiring janazah seoran muslim dengan sebuah keimanan dan mencari ridla Allah, orang itu mengiringi janazah sampai shalat selesai dan sampai usai menguburkannya, ia pulang membawa pahala dua qirath. Setiap qirath itu sama dengan gunung Uhud. Dan barangsiapa yang menshalatinya lalu pulang sebelum dimakamkan, dia pulang dengan membawa satu qirath* (HR.  Bukhari No.  47)


*_2  Mengucapkan Salam :_*


Kewajiban seorang  muslim berikutnya  adalah menebarkan salam. Saat bertemu, hendaklah sesama muslim saling mengucapkan salam. Ucapan salam dapat mendatangkan rahmat dan mempererat ukhuwah islamiyah. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW di bawah ini :


وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه  قَالَ: [قَالَ] رَسُولُ اَللَّهِ  صلى الله عليه وسلم لِيُسَلِّمْ اَلصَّغِيرُ عَلَى اَلْكَبِيرِ, وَالْمَارُّ عَلَى اَلْقَاعِدِ, وَالْقَلِيلُ عَلَى اَلْكَثِيرِ  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.


وَفِي رِوَايَةٍ لِمُسْلِمٍ: – وَالرَّاكِبُ عَلَى اَلْمَاشِي


*Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hendaklah yang kecil memberi salam pada yang lebih tua, hendaklah yang berjalan memberi salam pada yang sedang duduk, hendaklah yang sedikit memberi salam pada yang banyak* (Muttafaqun ‘alaih) (HR. Bukhari No. 3231, 3234,  ‘Atha’ bin Yasar No. 6232,  dan Muslim No. 2160)


*_3. Memberi Nasehat ;_*


Apabila kita melihat saudara sesama muslim melakukan sesuatu yang salah, maka kewajiban5 kita adalah menasehatinya. Begitupun saat seseorang datang kepada kita. Ia lagi tertimpa masalah dan ia bingung lalu ingin meminta saran. Maka kita juga diwajibkan memberikan saran-saran yang benar sesuai syariat agama.


Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW di bawah ini :  


فَمَعْنَاهُ طَلَبَ مِنْك النَّصِيحَة ، فَعَلَيْك أَنْ تَنْصَحهُ ، وَلَا تُدَاهِنهُ ، وَلَا تَغُشّهُ ، وَلَا تُمْسِك عَنْ بَيَان النَّصِيحَة


*Apabila dia meminta nasehat darimu, maka wajib bagimu untuk menasehatinya, jangan hanya mencari muka di hadapannya, jangan pula menipunya, dan janganlah kamu menahan diri untuk menerangkan nasehat kepadanya*  (HR.  Muslim  No. 7/295)


*_4  Memenuhi Undangan :_*


Apabila kita mendapatkan undangan dari kerabat, baik itu undangan pernikahan, undangan reuni, perkumpulan di majelis ilmu atau lainnya maka kewajiban kita datang memenuhi undangan tersebut. Tujuannya untuk menghormati orang yang telah mengundang. Selain itu juga untuk memupuk ikatan persaudaraan. Memenuhi undangan hukumnya memang tidak diwajibkan. Tetapi sunnah muakkad, yaitu sunnah yang diutamakan. Maka itu, kita harus mengusahakan datang kecuali ada urusan yang benar-benar mendesak. Hal ini sesusi dengan sabda Rasulullah SAW berikut ini :


إِذَا دُعِىَ أَحَدُكُمْ إِلَى الْوَلِيمَةِ فَلْيَأْتِهَا


*Jika salah seorang di antara kalian diundang walimah, maka hadirilah* (HR. Bukhari No. 5173 dan Muslim No. 1429).


*_5. Menjawab Orang Bersin :_*


Apabila kita bersin, maka kewajiban kita adalah mengucapkan hamdalah sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Ta’ala. Sedangkan untuk orang yang mendengar berkewajiban  mengucapkan : “Yaharmukallah”. Lalu kita jawab lagi “Yadikumullah”.


Hal ini sesuai dengan sanda Rasulullah  SAW di bawah ini : 


وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ اَلنَّبِيِّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قَالَ: – إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ: اَلْحَمْدُ لِلَّهِ, وَلْيَقُلْ لَهُ أَخُوهُ يَرْحَمُكَ اَللَّهُ, فَإِذَا قَالَ لَهُ: يَرْحَمُكَ اَللَّهُ, فَلْيَقُلْ: يَهْدِيكُمُ اَللَّهُ, وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ – أَخْرَجَهُ اَلْبُخَارِيُّ.


*Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seseorang di antara kalian bersin, maka ucapkanlah ALHAMDULILLAH (segala puji bagi Allah). Hendaklah saudaranya mengucapkan YARHAMUKALLAH (semoga Allah merahmatimu). Jika ia mengucapkan YARHAMUKALLAH, ucapkanlah YAHDIKUMULLAH WA YUSHLIH BAALAKUM (semoga Allah memberikan petunjuk dan memperbaiki keadaanmu)*  (HR. Bukhari No. 6224)


*_6. Saling Menyayangi :_*


Saling menyayangi juga merupakan kewajiban muslim terhadap muslim lainnya. Dari sahabat Nu’man bin Basyir, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda :


عَن أبِى حَمْزَةَ أَنَسِ ابْنِ مَالِكِ رَضِىَ أللهُ عَنهُ جَادِمِ رَسُولُأللهِ  ص.م عَنِ النَبِىِّ ص.م قَالَ : لاَيُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخَيهِ مَا يُحبُّ لِنَفسِهِ (روه البخارى ومسلم(


*Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik radiallahuanhu, pembantu Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam, dari Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Tidak beriman salah seorang di antara kamu hingga dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri*  (HR.  Bukhari dan Muslim)


*_7. Saling Tolong Menolong Dalam Kebaikan :_*


Sebagai sedama muslim kita juga diwajibkan untuk saling tolong-menolong dalam hal kebaikan. 


Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT di bawah ini : 


يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا لَا تُحِلُّوۡا شَعَآٮِٕرَ اللّٰهِ وَلَا الشَّهۡرَ الۡحَـرَامَ وَلَا الۡهَدۡىَ وَلَا الۡقَلَٓاٮِٕدَ وَلَاۤ آٰمِّيۡنَ الۡبَيۡتَ الۡحَـرَامَ يَبۡـتَغُوۡنَ فَضۡلًا مِّنۡ رَّبِّهِمۡ وَرِضۡوَانًا ‌ؕ وَاِذَا حَلَلۡتُمۡ فَاصۡطَادُوۡا‌ ؕ وَلَا يَجۡرِمَنَّكُمۡ شَنَاٰنُ قَوۡمٍ اَنۡ صَدُّوۡكُمۡ عَنِ الۡمَسۡجِدِ الۡحَـرَامِ اَنۡ تَعۡتَدُوۡا‌ ۘ وَتَعَاوَنُوۡا عَلَى الۡبِرِّ وَالتَّقۡوٰى‌ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوۡا عَلَى الۡاِثۡمِ وَالۡعُدۡوَانِ‌ ۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيۡدُ الۡعِقَابِ


Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu melanggar syiar-syiar kesucian Allah, dan jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) hadyu (hewan-hewan kurban) dan qala'id (hewan-hewan kurban yang diberi tanda), dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitulharam; mereka mencari karunia dan keridhaan Tuhannya. Tetapi apabila kamu telah menyelesaikan ihram, maka bolehlah kamu berburu. Jangan sampai kebencian(mu) kepada suatu kaum karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat melampaui batas (kepada mereka). *Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksaan-Nya* (QS. Al Maidah Ayat : 2)


Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW juga berdabda sbb :


مَنْ نَـفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُـرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا ، نَـفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُـرْبَةً مِنْ كُـرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَـى مُـعْسِرٍ ، يَسَّـرَ اللهُ عَلَيْهِ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ،


*Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allâh melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Barangsiapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan, maka Allah Azza wa Jalla memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat*  (HR Muslim)


*_8. Menutupi Aib Sesama Muslim :_*


Setiap manusia pasti pernah berbuat salah. Saat kita mengetahui aib kerabat kita, maka kewajiban kita adalah diam. Kita tidak boleh menggunjing apalagi menyebar luaskan. Sebab kita sendiri juga banyak aibnya. Dari pada menggunjing orang lain, lebih baik memperbaiki diri sendiri. Hal ini sesuai dengan Sabda Rasulullah SAW di bawah ini :


مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ فِي الدُّنْيَا يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ عَلَى مُسْلِمٍ فِي الدُّنْيَا سَتَرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ


*Barangsiapa yang meringankan (menghilangkan) kesulitan seorang muslim kesulitan-kesulitan duniawi, maka Allah akan meringankan (menghilangkan) baginya kesulitan di akhirat kelak. Barangsiapa yang memberikan kemudahan bagi orang yang mengalami kesulitan di dunia, maka Allah akan memudahkan baginya kemudahan (urusan) di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa yang menutupi (aib) seorang muslim sewaktu di dunia, maka Allah akan menutup (aibnya) di dunia dan akhirat. Sesungguhnya Allah akan senantiasa menolong seorang hamba selalu ia menolong saudaranya* (H.R. At-Tirmidzi)


*_9. Memanggil Dengan Gelar Yang Baik :_*


Menyebut orang lain dengan gelar yang buruk tampaknya sudah menjadi fenomena di negeri kita. Tak jarang seseorang memanggil temannya dengan sebutan yang jelek dengan dalil hanya bercanda. Padahal candaan pun terkadang bisa menyakiti hati. Janganlah dilakukan perbuatan demikian! Panggi lah saudara kita dengan nama-nama mereka dengan sebutan yang baik-baik. Bila memanggil dengan nama yang jelek, maka perbuatan tersebut sungguh sangat zalim dan bisa mendatangkan dosa.


Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT berikut ini :


يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُونُوا۟ خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَآءٌ مِّن نِّسَآءٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا۟ بِٱلْأَلْقَٰبِ ۖ بِئْسَ ٱلِٱسْمُ ٱلْفُسُوقُ بَعْدَ ٱلْإِيمَٰنِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ


*Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim* (QS. Hujarat Ayat : 11)


*_10. Tersenyum Saat Bertemu :_*


Kewajiban muslim terhadap muslim lainnya adalah menampakkan wajah yang ceria saat bertemu. Mengucapkan salam serambi tersenyum. Jangan bermuka masam. Tersenyum dapat mendatangkan pahala sekaligus mempererat persaudaraan. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW  berikut ini : 


تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ صَدَقَةٌ


*Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu* (HR. Tirmidzi).


Berkaitan dengan hal itu, Rasulullah SAW juga bersabda sbb : 


وَعَنِ الْحَسَنِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبيِّ قَالَ: مِنَ الصَّدَقَةِ أَنْ تُسَلِّمَ عَلَى النَّاسِ، وَأَنْتَ طَلِيقُ الْوَجْهِ


*Termasuk sedekah adalah engkau mengucapkan salam dengan wajah ceria kepada orang-orang* (HR. Ibnu Abi Dunya)


Kemudian Dari Jabir bin Abdillah RA. dia berkata : 


لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ


*Janganlah engkau meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun hanya dengan bertemu dengan saudaramu dengan wajah yang berseri*  (H.R. Muslim No 2626).


*_11. Mengajak Dalam Amar Ma’ruf Nahi Mungkar :_*


Amar ma’ruf nahi mungkar :  mengajak  dalam perbuatan baik dan mencegah keburukan adalah kewajiban umat muslim terhadap muslim lainnya. Berkaitan dengan hal itu,  Allah SWT  berfirman sbb :


وَٱلْمُؤْمِنُونَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَيُطِيعُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ ٱللَّهُ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ


*Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana* (QS. At Taubah Ayat : 71)


Selanjutnya  Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: sesungguhnya Rasulullah SAW  bersabda : 


عن أبي سعيد الخدري -رضي الله عنه- قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: من رأى منكم منكرا فليغيره بيده، فإن لم يستطع فبلسانه، فإن لم يستطع فبقلبه، وذلك أضعف الإيمان


وفي رواية : ليس وراء ذلك من الإيمان حبة خردل


*Dari Abu Sa’id Al Khudry -radhiyallahu ‘anhu- berkata, saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda, “Barang siapa di antara kamu yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan tangannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan lisannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah dengan hatinya, dan itulah keimanan yang paling lemah* (HR. Muslim No. 49)


*_12. Tidak Saling Mendengki Atau Bemusuhan :_*


Dari Abu Hurairah RA. Dia berkata, Rasulullah SAW bersabda :


لاَ تَبَاغَضُوا ، وَلاَ تَحَاسَدُوا ، وَلاَ تَدَابَرُوا ، وَكُونُوا عِبَادَ اللهِ إِخْوَانًا ، وَلاَ يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلاَثِ لَيَالٍ


*Janganlah kalian saling membenci, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling memutuskan hubungan. Wahai hamba-hamba Allah, hendaklah kalian bersaudara. Seorang muslim tidaklah dihalalkan untuk mendiamkan sesama muslim lebih dari tiga hari* (HR. Al-Bukhari dan Muslim)


*_13. Tidak Boleh Saling Mendiamkan Lebih Dari 3 Hari :_*


Antara sesama muslim tidak boleh bertengkar dan berdiam diri lebih dari 3 hari. Sebagaimana dijelaskan dalam hadist berikut ini :


وَعَنْ أَبِي أَيُّوبَ – رضي الله عنه – أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ: – لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثِ لَيَالٍ يَلْتَقِيَانِ, فَيُعْرِضُ هَذَا, وَيُعْرِضُ هَذَا, وَخَيْرُهُمَا اَلَّذِي يَبْدَأُ بِالسَّلَامِ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ


*Dari Abu Ayyub radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak halal bagi muslim memutuskan persahabatan dengan saudaranya lebih dari tiga malam. Mereka bertemu, lalu seseorang berpaling dan lainnya juga berpaling. Yang paling baik di antara keduanya adalah yang memulai mengucapkan salam*  (Muttafaqun ‘alaih) (HR. Bukhari No. 6077 dan Muslim No. 2560)


*_14. Bersikap Rendah Hati :_*


Kewajiban muslim terhadap muslim lainnya adalah bersikap rendah hati. Tidak boleh saling sombong, pamer dan iri hati. Sebagaimana firman Allah SWT berikut ini : 


وَٱخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ


*Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman* (QS. Asy Syu'ara Ayat : 215)


Dalam ayat lain Allah SWT juga betfirman sbb : 


وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى ٱلْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ


*Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri* (QS. Luqman Ayat : 18)


Kemudian Allah SWT juga berfirnan sbb : 


وَلَا تَمْشِ فِى ٱلْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَن تَخْرِقَ ٱلْأَرْضَ وَلَن تَبْلُغَ ٱلْجِبَالَ طُولًا


*Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung* (QS. Al Isra' Ayat : 37)

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang