BERSYUKUR ITU TINDAKAN NYATA BUKAN HANYA RETORIKA



Prof.Dr.H.Asasriwarni MH

*_A. Kategori Bersyukur :_*


*1. Bersyukur Adalah Sifat Orang Beriman :*


Rasulullah SAW bersabda sbb :  

 

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ؛ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ


*Seorang mukmin itu sungguh menakjubkan, karena setiap perkaranya itu baik. Namun tidak akan terjadi demikian kecuali pada seorang mu’min sejati. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, dan itu baik baginya*  (HR. Muslim No.7692).


*2. Bersyukur Merupakan Sebab Datangnya Ridha Allah SWT :*


Allah SWT berfirman sbb :  


وإن تشكروا يرضه لكم


*Jika kalian ingkar, sesungguhnya Allah Maha Kaya atas kalian. Dan Allah tidak ridha kepada hamba-Nya yang ingkar dan jika kalian bersyukur Allah ridha kepada kalian*(QS. Az-Zumar Ayat : 7).


*3. Bersyukur Merupakan Sebab Selamatnya Seseorang Dari Azab Allah SWT :*


Allah SWT berfirman sbb :  


ما يفعل الله بعذابكم إن شكرتم وآمنتم


*Tidaklah Allah akan mengadzab kalian jika kalian bersyukur dan beriman. Dan sungguh Allah itu Syakir lagi Alim* (QS. An-Nisa Ayat : 147).


*4. Bersyukur Merupakan Sebab Ditambahnya Nikmat :*


Allah SWT berfirman sbb :  


وإذ تأذن ربكم لئن شكرتم لأزيدنكم


*Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mengumumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih* (QS. Ibrahim Ayat : 7).


*5. Bersyukur Merupakan Pembuka Rizki :* 


Janganlah Anda menyangka bahwa bersyukur itu hanya sekedar pujian dan berterima kasih kepada Allah. Ketahuilah bahwa bersyukur itupun menuai pahala, bahkan juga membuka pintu rezeki di dunia. Allah Ta’ala berfirman,


وسنجزي الشاكرين


*Dan sungguh orang-orang yang bersyukur akan kami beri ganjaran* (QS. Al Imran Ayat : 145).


Imam Ath Thabari menafsirkan ayat ini dengan membawakan riwayat dari Ibnu Ishaq, yakni :  *Maksudnya adalah, karena bersyukur, Allah memberikan kebaikan yang Allah janjikan di akhirat dan Allah juga melimpahkan rizki baginya di dunia* (Tafsir Ath Thabari, 7/263).


*_B. Bukti  Orang Itu Bersyukur :_*


*1. Mengakui dan Menyadari Bahwa Allah SWT Selalu Melimpahkan   Nikmat Nya :*


Orang yang bersyukur senantiasa menisbatkan setiap nikmat yang didapatnya kepada Allah SWT . Ia senantiasa menyadari bahwa hanya atas takdir dan rahmat Allah semata lah nikmat tersebut bisa diperoleh. Sedangkan orang yang kufur nikmat senantiasa lupa akan hal ini. 


Dari Ibnu Abbas Radhiallahu ’Anhuma bahwa, Rasulullah bersabda :   


مُطِرَ النَّاسُ على عهدِ النَّبيِّ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ فقالَ النَّبيُّ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ أصبحَ منَ النَّاسِ شاكرٌ ومنهم كافرٌ قالوا هذهِ رحمةُ اللَّهِ وقالَ بعضُهم لقد صدقَ نوءُ كذا وكذا


*Ketika itu hujan turun di masa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, lalu Nabi bersabda, ‘Atas hujan ini, ada manusia yang bersyukur dan ada yang kufur nikmat. Orang yang bersyukur berkata, ‘Inilah rahmat Allah.’ Orang yang kufur nikmat berkata, ‘Oh pantas saja tadi ada tanda begini dan begitu* (HR. Muslim No.73).


*2. Menyebut-Nyebut Nikmat Yang Telah  Allah SWT Berikan :*


Mungkin kebanyakan kita lebih suka dan lebih sering menyebut-nyebut kesulitan yang kita hadapi dan mengeluhkannya kepada orang lain. “Saya sedang sakit ini.” “Saya baru dapat musibah itu..” “Saya kemarin rugi sekian rupiah..”, dll. Namun sesungguhnya orang yang bersyukur itu lebih sering menyebut-nyebut kenikmatan yang telah Allah SWT berikan. Sebagaimaba  Allah SWT   berfirman  di bawah ini : 


وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ


*Dan nikmat yang diberikan oleh Rabbmu, perbanyaklah menyebutnya* (QS. Adh Dhuha Ayat : 11).


Namun tentu saja tidak boleh takabbur (sombong) dan ‘ujub (merasa kagum atas diri sendiri).


*3. Menunjukkan Rasa Syukur Dalam Bentuk Ketaatan Kepada Allah SWT :*


Sungguh aneh jika ada orang yang mengaku bersyukur, ia menyadari segala yang ia miliki semata-mata atas keluasan rahmat Allah, namun di sisi lain melalaikan perintah Allah dan melanggar larangan-Nya, ia enggan shalat, enggan belajar agama, enggan berzakat, memakan riba, dll. Jauh antara pengakuan dan kenyataan. Sebagaimana Allah SWT berfirman sbb :


وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ بِبَدْرٍ وَأَنْتُمْ أَذِلَّةٌ فَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ


*Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya* (QS. Ali Imran Ayat : 123).


*4. Senantiasa Berterima Kasih kepada Orang Lain :*


Salah satu cara untuk mensyukuri nikmat Allah adalah dengan berterima kasih kepada manusia yang menjadi perantara sampainya nikmat Allah kepada kita. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW di bawah ini : 


لا يشكر الله من لا يشكر الناس


*Orang yang tidak berterima kasih kepada manusia, berarti ia tidak bersyukur kepada Allah* (HR. Tirmidzi No.2081, ia  berkata, bahwa : Hadits ini hasan shahih).


Selain itu, Rasulullah SAW  juga bersabda sbb :


مَنْ صَنَعَ إِلَيْكُمْ مَعْرُوفًا فَكَافِئُوهُ، فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا مَا تُكَافِئُونَهُ فَادْعُوا لَهُ حَتَّى تَرَوْا أَنَّكُمْ قَدْ كَافَأْتُمُوهُ


*Barangsiapa yang telah berbuat suatu kebaikan padamu, maka balaslah dengan yang serupa. Jika engkau tidak bisa membalasnya dengan yang serupa maka doakanlah ia hingga engkau mengira doamu tersebut bisa sudah membalas dengan serupa atas kebaikan ia* (HR. Abu Daud No. 1672, dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Abu Daud).


Oleh karena itu, mengucapkan terima kasih adalah akhlak mulia yang diajarkan oleh Islam. Seperti sabda  Rasulullah SAW di bawah ini :


مَن صُنِعَ إليهِ معروفٌ فقالَ لفاعلِهِ : جزاكَ اللَّهُ خيرًا فقد أبلغَ في الثَّناءِ


*Barangsiapa yang diberikan satu kebaikan kepadanya lalu dia membalasnya dengan mengatakan, ‘Jazaakallahu khair’ (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka sungguh hal itu telah mencukupinya dalam menyatakan rasa syukurnya*  (HR. Tirmidzi No.2167, ia berkata: “Hadits ini hasan jayyid gharib”, dishahihkan Al-Albani dalam Shahih At Tirmidzi).


*5. Merenungkan Nikmat-Nikmat Allah :*


Dalam Al-Qur’an sering kali Allah SWT menggugah hati setiap manusia bahwa banyak sekali nikmat yang Ia limpahkan sejak kita dilahirjan di  dunia ini, agar kita sadar dan bersyukur kepada Allah. Sebagaimana Firman  Allah SWT dinbawah ini : 


وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالأبْصَارَ وَالأفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ


*Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur*  (QS. An-Nahl Ayat : 78).


*6. Qana’ah :*


Senantiasa merasa cukup atas nikmat yang ada pada diri akan dapat membuat kita selalu bersyukur kepada Allah. Sebaliknya, orang yang senantiasa merasa tidak puas dan  merasa kekurangan, ia akan selalu merasa bahwa Allah tidak pernah memberi kenikmatan kepadanya. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW berikut ini : 


كن وَرِعًا تكن أعبدَ الناسِ ، و كن قنِعًا تكن أشْكَرَ الناسِ


*Jadilah orang yang wara’, maka engkau akan menjadi hamba yang paling berbakti. Jadilah orang yang qana’ah, maka engkau akan menjadi hamba yang paling bersyukur* (HR. Ibnu Majah No. 3417, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah).


*7. Sujud Syukur :*


Salah satu cara untuk mengungkapkan rasa syukur ketika mendapat kenikmatan yang begitu besar adalah dengan melakukan sujud syukur. Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW di bawah ini :


عن أبي بكرة نفيع بن الحارث رضي الله عنه قال: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا جاءه أمر بشر به خر ساجدا؛ شاكرا لله


*Dari Abu Bakrah Nafi’ Ibnu Harits Radhiallahu’anhu ia berkata, ‘Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam biasanya jika menjumpai sesuatu yang menggemberikan beliau bersimpuh untuk sujud. Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah* (HR. Abu Daud No. 2776, dihasankan oleh Al-Albani dalam Irwaul Ghalil).


*8. Berdzikir :*


Berdzikir dan memuji Allah adalah bentuk rasa syukur kita kepada Allah. Ada beberapa dzikir  yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, khusus untuk  mengungkapkan rasa syukur kita kepada Allah SWT. Seperti sabda  Rasulullah SAW di bawah ini :   


من قال حين يصبح: اللهم ما أصبح بي من نعمة أو بأحد من خلقك فمنك وحدك لا شريك لك، فلك الحمد ولك الشكر. فقد أدى شكر يومه، ومن قال ذلك حين يمسي فقد أدى شكر ليلته


*Barangsiapa pada pagi hari berdzikir :*

 

Allahumma ashbaha bii min ni’matin au biahadin min khalqika faminka wahdaka laa syariikalaka falakal hamdu wa lakasy syukru.”


*(Ya Allah, atas nikmat yang Engkau berikan kepada ku hari ini atau yang Engkau berikan kepada salah seorang dari makhluk-Mu, maka sungguh nikmat itu hanya dari-Mu dan tidak ada sekutu bagi-Mu. Segala pujian dan ucap syukur hanya untuk-Mu), maka ia telah memenuhi harinya dengan rasa syukur. Dan barangsiapa yang mengucapkannya pada sore hari, ia telah memenuhi malamnya dengan rasa syukur* (HR. Abu Daud no.5075, dihasankan oleh Syaikh Abdul Qadir Al-Arnauth dalam tahqiqnya terhadap kitab Raudhatul Muhadditsin).

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang