BERIKHTIARLAH SENANTIASA MENJAUHI PERKARA-PERKARA YANG DAPAT MERUNTUH LANTAHKAN AMAL KITA


 Prof.Dr.H.Asasriwarni MH


Dalam perjalan hidup umat manusia, tidak jarang kita melakukan kesalahan dan kekhilafan. Namun sadarkah bahwa di antara dosa-dosa yang telah kita lakukan itu, terdapat  beberapa dosa yang dapat menghapus amal kebaikan yang telah kita tunaikan. Adapun  dosa-dosa  yang  dapat meruntuh lantahkan amal yang dimaksud  adalah :


*_A. Al Istghlal Bi’uyubil Kholqi (Sibuk Dengan Aib Orang Lain) :_*


Begitu sibuknya mengungkit aib orang lain,  sehingga lupa pada aib diri sendiri. Ibarat pepatah *_semut di seberang lautan tampak jelas,  sedang gajah di pelupuk mata tidak kelihatan_*. Hal ini sesuai dengan firman   Allah SWT dan sabda Rasulullah SAW di bawah ini : 


*1. Firman Allah SWT sbb   :*


Mengungkit aib orang lain adalah dosa besar, sehingga Allah mengilustrasikannya sebagai orang yang makan bangkai keluarganya. Sebagaimana firman Nya di bawah ini : 


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ


*Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang* (QS. Al Hujarat Ayat : 12)


 *2. Sabda Rasulullah SAW sbb :*


Begitu besarnya dosa orang yang suka mengungkit-ungkit aib orang lain, sanpai-sampai Rasulullah SAW bersabda sbb : 


أَتَدْرُونَ مَنِ الْمُفْلِسُ قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ


*Apakah kalian tahu siapa muflis _(ORANG YANG BANGKRILUT)_  itu ?*


*Para sahabat menjawab, ”Muflis _(ORANG YANG BANGKRUT)_  itu adalah yang tidak mempunyai dirham maupun harta benda.*


*Tetapi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Muflis _(ORANG YANG BANGKRUT)_  dari umatku ialah, orang yang datang pada hari Kiamat membawa (pahala) shalat, puasa dan zakat, namun (ketika di dunia) dia telah mencaci dan (salah) menuduh orang lain, makan harta, menumpahkan darah dan memukul orang lain (tanpa hak). Maka orang-orang itu akan diberi pahala dari kebaikan-kebaikannya. Jika telah habis kebaikan-kebaikannya, maka dosa-dosa mereka akan ditimpakan kepadanya, kemudian dia akan dilemparkan ke dalam neraka* (HR. Muslim).


*_B.  Qaswatul Qulub (Hati Yang Keras) :_*


Kerasnya hati seseorang terkadang melebihi kerasnya batu karang. Sehingga dia amat sulit menerima nasehat dari orang lain. Sebagaimana firman Allah SWT di bawah ini :  


*1. Surat Az Zunar Ayat 22 :*


أَفَمَنْ شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ فَهُوَ عَلَىٰ نُورٍ مِنْ رَبِّهِ ۚ فَوَيْلٌ لِلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ


*Maka apakah orang-orang yang dibukakan oleh Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Rabb-nya (sama dengan orang yang hatinya keras)? _Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang hatinya keras untuk mengingat Allah_. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata* (QS. Az-Zumar Ayat : 22)


*2. Surat Al Maidah Ayat 13 :*


فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً


*(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, maka kami laknat mereka, dan kami jadikan hati mereka keras membatu* (QS. Al-Maidah Ayat : 13)


*_C.   Hubbud  Dunnya (Terlalu Cinta Terhadap Dunia) :_*


Merasa hidupnya hanya ada di dunia saja,  maka segala aktifitasnya tertuju pada kenikmatan dunia,  sehingga lupa akan hari esok di akhirat. Hal ini sesuai dengan firman  Allah SWT dan sabda Rasulullah SAW di bawah ini :  


*1. Firman Allah SWT Sbb :*


ﻣَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻳُﺮِﻳﺪُ ﺣَﺮْﺙَ ﺍﻵﺧِﺮَﺓِ ﻧﺰﺩْ ﻟَﻪُ ﻓِﻲ ﺣَﺮْﺛِﻪِ ﻭَﻣَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻳُﺮِﻳﺪُ ﺣَﺮْﺙَ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻧُﺆْﺗِﻪِ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﻭَﻣَﺎ ﻟَﻪُ ﻓِﻲ ﺍﻵﺧِﺮَﺓِ ﻣِﻦْ ﻧَﺼِﻴﺐ


*Barang siapa menghendaki pahala akhirat niscaya Kami tambah pahala itu baginya, dan barang siapa menghendaki pahala dunianya niscaya Kami beri pahala baginya, dan tidak ada bagian yang dia peroleh di akhirat*  (QS. Asy-Syura Ayat :  20).


Selanjutnta Allah SWT juga berfirman di bawah ini : 


Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:


قُلْ إِنْ كَانَ آَبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ


*Katakanlah, “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya (ahzab Nya).  Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik* (QS. At-Taubah Ayat : 24)


*2. Sabda Rasulullah Sbb :*


مَنْ أَحَبَّ دُنْيَاهُ أَضَرَّ بِآخِرَتِهِ وَمَنْ أَحَبَّ آخِرَتَهُ أَضَرَّ بِدُنْيَاهُ فَآثِرُوا مَا يَبْقَى عَلَى مَا يَفْنَى


*Siapa yang begitu gila dengan dunianya, maka itu akan memudaratkan akhiratnya. Siapa yang begitu cinta akhiratnya, maka itu akan mengurangi kecintaannya pada dunia. Dahulukanlah negeri yang akan kekal abadi (akhirat) dari negeri yang akan fana (dunia)*  (HR. Ahmad, dari Abu Musa Al Asy’ari)


Selanjutnya Rasulullah SAW juga bersabda sbb :


مَنْ كَانَتِ الآخِرَةُ هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ غِنَاهُ فِى قَلْبِهِ وَجَمَعَ لَهُ شَمْلَهُ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِىَ رَاغِمَةٌ وَمَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَفَرَّقَ عَلَيْهِ شَمْلَهَ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلاَّ مَا قُدِّرَ لَهُ


*Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai akhirat, maka Allah akan memberikan kecukupan dalam hatinya, Dia akan menyatukan keinginannya yang tercerai berai, dunia pun akan dia peroleh dan tunduk hina padanya. Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai dunia, maka Allah akan menjadikan dia tidak pernah merasa cukup, akan mencerai beraikan keinginannya, dunia pun tidak dia peroleh kecuali yang telah ditetapkan baginya*  (HR. Tirmidzi, dari Anas bin Malik)


*_D. Qillatul Haya’ (Sedikit Rasa Malunya) :_*


Jika seseorang telah kehilangan rasa malu maka ia akan melakukan apa saja tanpa rasa takut dosa. Khalal dan haram bukan menjadi pertimbangan lagi, baik dan buruk hanya ada dalan ceritera, keuntungan pribadi yang menjadi motif utamanya,.   Sebagaimana Rasulullah SAW  bersabda di bawah ini :


ﺇﻥَّ ﻟِﻜُﻞِّ ﺩِﻳﻦٍ ﺧُﻠُﻘًﺎ ، ﻭَﺇﻥَّ ﺧُﻠُﻖَ ﺍﻹﺳْﻼَﻡِ ﺍﻟﺤَﻴَﺎﺀ


*Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu*  (HR. Ibnu Majah).


Kemudian Rasulullah juga bersabda sbb : 


عَنْ أَبِي مَسْعُوْدٍ عُقْبَةَ بِنْ عَمْرٍو الأَنْصَارِي الْبَدْرِي رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ الأُوْلَى، إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ.  رواه البخاري


*Dari Abu Mas’ûd ‘Uqbah bin ‘Amr al-Anshârî al-Badri radhiyallâhu ‘anhu ia berkata, bahwa  Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :  Sesungguhnya salah satu perkara  yang telah diketahui oleh manusia dari kalimat kenabian terdahulu adalah, _Jika engkau tidak malu, berbuatlah sesukamu_* (HR. Bukhari, Abu Dswud,  Ibnu Majah, Ath-Thabrani, dan   Al-Baihaqi).


Selanjutnya Rasulullah SAW bersabda : 


اَلْـحَيَاءُ وَ اْلإِيْمَانُ قُرِنَا جَمِـيْعًا ، فَإِذَا رُفِعَ أَحَدُهُمَا رُفِعَ اْلاَ خَرُ.


*Malu dan iman senantiasa bersama. Apabila salah satunya dicabut, maka hilanglah yang lainnya* (HR. Al-Hakim,  Ath-Thabrani, dan Al-Mundziri)


*_E. Thulul Amal (Panjang Angan-Angan) :_*


Orang yang terlalu panjang angan-anganya seolah-olah akan hidup selamanya,  sehingga ia lalai dan  lupa bertaubat. Akibatnya ia akan dukuasai oleh nafsunya sehingga menjadi rakus dan cenderung untuk berbuat jahat.  Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dan sabda Rasulullah SAW di bawah ini : 


*1. Firman Allah SWT sbb  :*


وَمَآ أُبَرِّئُ نَفْسِىٓ ۚ إِنَّ ٱلنَّفْسَ لَأَمَّارَةٌۢ بِٱلسُّوٓءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّىٓ ۚ إِنَّ رَبِّى غَفُورٌ رَّحِي


*Dan aku tidak  membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh tuhanku. Sesungguhnya tuhanku maha pengasih lagi maha penyayang* (QS. Yusuf Ayat : 53)


*2. Sabda Rasulullah SAW sbb :*


ﻳَﻬْﺮَﻡُ ﺍﺑْﻦُ ﺁﺩَﻡَ ﻭَﻳَﺒْﻘَﻰ ﻣِﻨْﻪُ ﺍﺛْﻨَﺘَﺎﻥِ : ﺍﻟْﺤِﺮْﺹُ ﻭَﺍﻟْﺄَﻣَﻞُ


*Anak Adam menjadi tua dan dua perkara yang masih tetap ada padanya adalah : rakus dan angan-angan* (HR. Al-Bukhari, Muslim dari Anas)


*_F. Dhulmun La Yantahi (Kedzhaliman Yang Tak Pernah Berhenti) :_*


Perbuatan dzalim biasanya akan membuat pelakunya menjadi kecanduan, sehingga ia akan melakukan secara terus menerus. Oleh karena itu, Allah SWT memperingatkan akan memberikan azab yang luar biasa dahsyatnya kepada orang-orang yang berbuat dzalim. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT berikut ini :


*1. Surat Hud Ayat 18 :*


أَلاَ لَعْنَةُ اللّهِ عَلَى الظَّالِمِينَ


*Ingatlah, laknat Allah (ditimpakan) atas orang-orang  yang dzalim* (QS. Hud Ayat :18).


*2.  Surat Hud Ayat 102 :*


وَكَذَلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَى وَهِيَ ظَالِمَةٌ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ 


*Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat dzalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras* (QS. Hud Ayat : 102).


*3. Surat Saba Ayat 40 :*


نَقُولُ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا ذُوقُوا عَذَابَ النَّارِ الَّتِي كُنتُم بِهَا تُكَذِّبُونَ 


*Dan Kami katakan kepada orang-orang yang dzalim : “Rasakanlah olehmu azab neraka yang dahulunya kamu dustakan itu* (QS. Saba Ayat : 40).


*4. Surat Ghafir Ayat 18 :*


مَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ حَمِيمٍ وَلا شَفِيعٍ يُطَاعُ 


*Orang-orang yang dzalim tidak mempunyai teman setia seorangpun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafa’at yang diterima syafa’atnya* (QS. Ghafir Ayat : 18).


*5. Surat Al An'am Ayat 21 :*


إِنَّهُ لاَ يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ 


*Sesungguhnya orang-orang yang aniaya itu tidak mendapat keberuntungan* (QS. Al An’am Ayat : 21).

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang