APA HAK ALLAH ATAS HAMBANYA ? DAN SEBALIKNYA APA HAK HAMBA TERHADAP ALLAH ?


 Prof.Dr.H.Asasriwarni MH


بسم الله الرحمان الرحيم 


*_A. Dalil Rujukannya :_*


Dari Mu'adz bin Jabal Radhiyallahu 'Anhu  Dia berkata :  Aku pernah dibonceng oleh Rasulullah  ﷺ menunggangi seekor keledai, kemudian Beliau berkata kepadaku :


يا معاذ أتدري ما حق الله على العباد؟ وما حق العباد على الله؟ قلت: الله ورسوله أعلم


*Wahai Mu'adz, tahukah engkau apa hak Allah SWT atas hamba-Nya dan apa hak hamba-Nya atas Allah ? Aku menjawab : Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui*.


قال: حق الله على العباد أن يعبدوه ولا يشركوا به شيئا وحق العباد على الله أن لا يعذب من لا يشرك به شيئا


*Beliau bersabda : Hak Allah atas hamba-Nya adalah mereka beribadah (menghambakan diri hanya kepada-Nya semata) dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan hak hamba atas Allah adalah Dia tidak akan mengazab siapa pun yang tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun*


قلت: يا رسول الله أفلا أبشر الناس؟ قال: لا تبشرهم فيتكلوا


*Aku berkata : Wahai Rasulullah bolehkah aku sampaikan kabar baik ini kepada manusia ?  Beliau bersabda : Jangan engkau sampaikan, karena aku khawatir mereka nanti akan menggantungkan amalnya pada hal itu saja*  (HR. Al-Bukhori No.  2701 dan Muslim No. 30).


*_CATATAN :_*


*Mu'adz bin Jabal adalah Mu'adz bin Jabal bin Amr bin Aus Al-Anshari Al-Khazraji. Menurut   Abu Abdirrahman : Mu'adz bin Jabal adalah  sahabat yang terkenal, terlibat dalam perang Badar dan perang2 sesudahnya. Beliau adalah  rujukan dalam hal ilmu, hukum dan Al-Qur'an*  (Fat-hul Majid hal. 27)


*_B  Beberapa Hikmah  Yang Dapat Kita Ambil Dari Hadits Tersebut Adalah :_*


*1. Rasulullah SAW Adalah Orang Yang Sangat Tawadhu' :*


Tawadhu'nya Rasulullah ﷺ, beliau mau berboncengan di atas keledai. Keledai hewan tunggangan yang sederhana tidak seperti kuda dan onta.


*2. Mentauhidkan Allah Adalah Kewajiban Hamba Yang Tidak Bisa Ditawar-tawar :*


Mengenal hak Allah berupa tauhid sebagaimana yang diterangkan dalam Al-Qur'an dan As Sunnah bahkan para Rasul seluruhnya diutus untuk mengajak manusia kepada hak yang wajib, yakni mentauhidkan Allah SWT.


*3. Metode Tanya Jawab Adalah Metode  Rasulullah Yang Efektif  Dalam Menyampaikan Ajaran Islam :*


Tanya jawab dalam hal ilmu termasuk metode pengajaran Rasulullah  ﷺ dan cara seperti ini lebih membekas pada lawan bicara.


*4. Biasanya Dalam Menyampaikan Sesuatu Yang Belum Jelas Diakhiri Dengan _Allahu A'lam_ :*


Boleh mengucapkan, *Allahu wa rasuluhu a'lam* (Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui) dalam perkara yang belum diketahui ilmunya tetapi diketahui Rasulullah ﷺ meski setelah beliau wafat. 


Namun dalam hal yang tidak diketahui Rasulullah ﷺ maka ucapkan : *Allahu a'lam*  (hanya Allah yang lebih mengetahuinya).


*5. Tauhid Adalah Perintah dan Kewajiban Yang Paling Fondamental :*


Tauhid adalah perintah dan kewajiban paling besar karena menyangkut hak Allah baik dalam :  rububiyyah-Nya, uluhiyyah-Nya, al-asma' was shifat. Sebagaimana kesyirikan dosa dan larangan paling besar baik syirik besar, syirik kecil serta hal-hal yang menjadi sarana kepada kemusyrikan.


*6. Penuhi Dulu Hak Allah, Baru Hamba Menuntut Haknya :*


Hak Allah yang wajib dipenuhi oleh hamba-Nya adalah hak wajib. Sedangkan hak hamba yang diberikan Allah adalah sebagai bentuk keutamaan dan karunia dari-Nya. Sebagian Ulama berpendapat hak hamba juga bisa dikatakan hak wajib atas Allah yakni Allah yang mewajibkan diri-Nya (bukan hamba) sebagaimana Allah mengharamkan atas diri-Nya kezaliman. Dengan kata lain Allah mewajibkan diri-Nya memberi keutamaan dan karunia-Nya kepada ahli tauhid.


Tidak seperti pendapat kelompok Mu'tazilah yang mengklaim wajib atas Allah karena menganalogikannya dengan makhluk (dapat timbal balik). Mereka beranggapan hamba bisa taat bukan karena Allah menjadikan dirinya taat. Pendapat ini jauh dari kebenaran sebagaimana yang disampaikan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah.


*7. Luasnya Rahmat Allah Atas Hambanya :*


Keutamaan orang yang memurnikan tauhidnya dari syirik secara keyakinan, ucapan, perbuatan akan selamat dari azab. Ini menunjukkan luasnya rahmat Allah.


*8. Menunda Menyampaikan Kebenaran Diperbolehkan Demi Kemaslahatan Yang Lebih Besar :*


Boleh menyembunyikan ilmu atau menunda penyampaiannya bila khawatir mafsadah atau salah kaprah manusia. Dan Mu'adz menyampaikan hadits ini menjelang wafatnya lantaran takut memikul dosa.


*9. Sampaikan Kebenaran Itu Kepada Orang Yang Tepat dan Waktu Yang Tepat :*


Al-Wazir Abul Mudzhoffar berkata :  Mu'adz tidak menyembunyikan hadits ini kecuali dari orang yang jahil karena kejahilannya dikhawatirkan membawa dirinya bermudah-mudahan meninggalkan ketaatan. Adapun bagi orang yang cerdas bila mendengar hadits ini justru akan mendorong dirinya semakin taat, dia sadar semakin bertambah nikmat maka semakin bertambah ketaatan sehingga tidak ada alasan untuk disembunyikan hadits ini darinya (Al-Adab Asy-Syar'iyyah 1/147)


 رب زدني علما 

 بارك الله فيك

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang