SEBUAH PESAN UNTUK PARA ORANG TUA, KHUSUSNYA UNTUK PARA ANAK DAN CUCU


Oleh  :  Prof.Dr.H.Asasriwarni MH


(Mintalah Doa Kedua Orang Tuamu, Karena Itu Adalah Istijabah)


*_A. Dalil Rujukan :_*


*1. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu Mengatakan, Bahwa Rasulullah SAW   Bersabda Sbb :*


ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ


*Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu _doa orang tua_, doa orang yang bepergian (safar) dan doa orang yang dizholimi* (HR. Abu Daud No. 1536. Syaikh Al Albani Mengatakan Bahwa Hadits Ini Hasan)


*2. Dari Anas Bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu Mengatakan Bahwa, Rasulullah SAW   Bersabda Sbb :*


ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ لاَ تُرَدُّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ ، وَدَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ


*Tiga doa yang  tidak tertolak yaitu _doa orang tua_, doa orang yang berpuasa dan doa seorang musafir* (HR. Al Baihaqi Dalam Sunan Al Kubro. Syaikh Al Albani Mengatakan Hadits Ini Shahih Sebagaimana Dalam As Silsilah Ash Shahihah  No. 1797).


*3. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu Mengatakan Bahwa,  Rasulullah Bersabda Sbb :*


ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ يُسْتَجَابُ لَهُنَّ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ لِوَلَدِهِ


*Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang yang dizholimi, doa orang yang bepergian (safar) dan _doa baik orang tua pada anaknya._* (HR. Ibnu Majah No. 3862. Syaikh Al Albani Mengatakan Nahwa Hadits Ini Hasan)


*4. Abu Hurairah Berkata Bahwa, Rasulullah SAW Bersabda Sbb :*


ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَهُنَّ لاَ شَكَّ فِيْهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدَيْنِ عَلىَ وَلَدِهِمَا


*Ada tiga jenis doa yang mustajab (terkabul), tidak diragukan lagi, yaitu doa orang yang dizalimi, doa orang yang bepergian dan _doa kejelekan kedua orang tua kepada anaknya_*  (HR.  Al Bukhari Dalam Al Adabul Mufrod No. 32. Dikatakan Hasan Oleh Syaikh Al Albani Dalam Shahih Al Adabul Mufrod No. 24)


*_B. Kesimpulan :_*


Hadits tersebut dibatas, menunjukkan bahwa :  doa orang tua kepada anaknya itu mustajab. Baik doa ayah maupun doa ibu. Namun doa ibu lebih mustajab lagi. Al Munawi Rahimahullah Menjelaskan, bahwa : 


( ودعوة الوالد لولده ) لأنه صحيح الشفقة عليه ، كثير الإيثار له على نفسه ، فلما صحت شفقته : استجيبت دعوته ، ولم يذكر الوالدة مع أن آكدية حقها تؤذن بأقربية دعائها إلى الإجابة من الوالد ؛ لأنه معلوم بالأولى


*1. (Doa orang tua kepada anaknya) diijabah karena rasa sayang orang tua yang tulus kepada anaknya, dan orang tua banyak mendahulukan anaknya daripada dirinya sendiri. Doa orang tua kepada anaknya selalu disertai rasa kadih sayang yang tulus sehingga  mengakibatkan dikabulkan doa tetsebut*  


*2. Dalam hadits ini tidak disebutkan lafadz "al walidah" (ibu) padahal doa ibu itj lebih ditekankan lagi haknya dan lebih besar kemungkinan dikabulkan doanya daripada ayah, ini dikarena keutamaan ibu sudah ma'lum (diketahui semua orang)*  (Faidhul Qadir, 3/301).


*_C. Hal Yang Sangat Perlu Untuk Iingat :_*


Yang perlu kita camkan setelah mengetahui ini :


1. Carilah doa kebaikan

    dari orang tua anda


2. Berusahalah agar

    orang tua tidak

    mendoakan keburukan

    pada anda


3. Doakan kebaikan bagi

    anak-anak anda


4. Tahan lisan dari doa

    keburukan terhadap

    anak-anak anda


*_D. Hal Yang Senantiasa Oleh  Para Anak Harus Ditunaikan :_*


*1. Surat Al Ahqaf Ayat 15 :*


وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ


*Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri* (QS. Al-Ahqaf Ayat : 15)


*2. Surat Lukman Ayat 14 :* 


وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ


*Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu* (QS. Luqman Ayat ; 14)


*3. Hadits Dari Abdullaj Bin 'Amr Bin Al-'Ashr :*


وَعَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ عُمَرَ -رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا-, عَنْ اَلنَّبِيِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ: – رِضَا اَللَّهِ فِي رِضَا اَلْوَالِدَيْنِ, وَسَخَطُ اَللَّهِ فِي سَخَطِ اَلْوَالِدَيْنِ – أَخْرَجَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ وَالْحَاكِم


*Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ashr radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Keridhaan Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua*  (HR. Tirmidzi No. o. 1899; Ibnu Hibban No.  2 : 172; Al-Hakim No. 4:151-152. Al-Hafizh Abu Thahir Mengatakan Bahwa Sanad Hadits Ini Hasan].


*_E. Contoh Dari Para Nabi Yang Sebaiknya Diteladani Oleh Para Orang Tua :_*


Hendaklah orang tua mencontoh para nabi dan orang sholeh yang selalu mendoakan kebaikan kepada anak keturunannya. Doa2 tersebut adalah :


*1. Surat Ibrahim Ayat 40 :*


رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاَةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاء


*Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan Kami, perkenankanlah doaku* (QS. Ibrahim Ayat : 40)


*2. Surat Ibrahim Ayat 35 :*


رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَن نَّعْبُدَ الأَصْنَامَ


*Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala*(QS. Ibrahim Ayat : 35)


*3. Surat Al Furqan Ayat 74 :*


وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا


*Dan orang-orang yang berkata : “Ya Tuhan Kami, anugrahkanlah kepada kami, isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”*  (QS. Al Furqan Ayay : 74)


Semoga hidup kita semakin bermanfaat dan berkah  bagi diri kita dan sesama, aamiin YRA

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang