Dukung Kedaulatan Pangan Nasional, Aliansi Pewarta Indonesia Dideklarasikan




PEKANBARU - Untuk mewujudkan Kedaulatan Pangan di Indonesia diperlukan sinergi yang solid antara berbagai pihak. Selain pemerintah, dunia usaha, akademisi dan petani, media dinilai sangat besar perannya untuk menyebarluaskan informasi terkait pembangunan sektor pertanian dan ketahanan pangan di tanah air.


Selama ini, pemberitaan terkait masalah pertanian dan pangan masih kurang maksimal diekspos media di Indonesia, padahal masalah pangan sangat erat kaitannya dengan kedaukalatan sebuah negara.


"Munculnya virus Covid-19 membuka kesadaran banyak pemimpin negara, termasuk Indonesia, bahwa kita tak boleh main-main dengan masalah pangan. Karena saat bencana seperti ini, masing-masing negara akan berusaha menyelamatkan stok pangan mereka. Negara yang memiliki ketergantungan dari negara lain dalam hal pangan tentunya akan berada dalam posisi yang lemah," ungkap Ketua Seknas Badan Usaha Milik Petani (BUMP) Dr. Sugeng Edi Waluyo dalam diskusi terbatas dengan praktisi media dan pegiat media sosial di Pekanbaru, Minggu malam (16/8/2020) hingga Senin dini hari (17/8/2020).


Hadir dalam diskusi tersebut antara lain kalangan usaha sektor pertanian, Alexander Pranoto, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Indragiri Hulu, Indra T, Dosen komunikasi dan pegiat media sosial, Satria Utama, dan dari kalangan media ada M. Kurniawan dan Aznil Fazri.


Semangat untuk membangkitkan sektor pertanian demi terwujudnya kedaulatan pangan, kata Edi, hanya dapat terwujud jika sinergi dari berbagai pihak. "Dan untuk itu perlu peran yang lebih aktif bagi kawan-kawan yang bergerak di media, baik media konvensional maupun media non konvensional untuk memberitakan sektor pertanian ini," tuturnya.


Edi menilai, media-media di Riau tergolong cukup antusias mewartakan informasi seputar pertanian. Hal ini, menurutnya, akan lebih maksimal jika ada wadah berhimpun para jurnalis dan praktisi media, baik konvensional maupun non-konvensional yang fokus pada isu-isu kedaulatan nasional, khususnya soal ketahanan pangan.


Menanggapi harapan Ketua Seknas BUMP tersebut, para peserta diskusi merespon positif dengan menghasilkan kesepakatan untuk mendirikan sebuah organisasi Aliansi Pewarta Indonesia. Organisasi ini nantinya akan menjadi tempat berhimpun para pewarta, baik wartawan dari media konvensional, penyiar, blogger, dan pegiat media sosial yang aktif menyampaikan informasi positif dan bermanfaat mendukung terwujudnya kedaulatan nasional melalui ketahanan pangan.


"Dari diskusi ini kita sepakat untuk mendirikan Aliansi Pewarta Indonesia, yang secara umum menjadi wadah bagi praktisi media di tanah air untuk berkontribusi pada pembangunan nasional, khusunya isu-isu terkait pertanian dan ketahanan pangan," ujar M. Kurniawan.


Kesepakatan ini juga disambut baik Alexander Pranoto yang menyebutkan berdirinya Aliansi Pewarta Indonesia ini disepekati pada moment istimewa, yakni HUT Kemerdekaan RI yang ke-75.

"Semoga hadirnya organisasi ini dapat memberi manfaat besar bagi kemajuan bangsa, khususnya di sektor pertanian," ujar pengelola AP News Channel di media sosial You Tube tersebut.


Setelah deklarasi ini, para pendiri Aliansi Pewarta Indonesia akan segera melakukan rapat lanjutan untuk membahas Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dan Struktur Kepengurusan.***

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang