AYO, COBA KITA TUNAIKAN : BAIK TAKBIR MUTLAQ MAUPUN TAKBIR MUQOYYAD DI BULAN DZULHIJJAH


Oleh: Prof.Dr.H.Asasriwarni MH


Takbir Mutlaq_* adalah takbir yang tidak terikat waktu, dilafalkan dalam segala kondisi, saat berdiri, duduk, berjalan, di atas kendaraan, pagi, petang, sejak tanggal 1 Dzulhijjah sampai berakhirnya hari tasyriq tanggal 13 Dzulhijjah.

Sedangkan *_Takbir Muqoyyad_* adalah takbir yang terikat waktu, dilafalkan setiap kali usai sholat fardhu, dimulai sejak sholat shubuh hari Arofah yakni tanggal 9 Dzulhijjah hingga sholat ashr di akhir hari tasyriq.

*_A. Dalil Rujukan :_*

*1. Firman Allah SWT :*

a. Surat Al Hajj Ayat 28 :

ويذكروا اسم الله في أيام معلومات

*Supaya mereka berdzikir menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan*  (QS. Al-Hajj Ayat : 28)

b. Surat Al Baqarah Ayat 203 :

واذكروا الله في أيام معدودات

*Dan berdzikirlah menyebut nama Allah pada hari-hari yang berbilang*  ( QS. Al-Baqoroh Ayat : 203)

*2. Sabda Rasulullah SAW :*

a. Al Bukhori :

Ibnu Abbas mengatakan bahwa : yang dimaksud dengan  *_"ayyam ma'dudat"_*  (hari-hari yang berbilang) adalah hari-hari tasyriq. Sedangkan  *_"ayyam ma'lumat"_*  (hari-hari yang telah ditentukan) adalah *_"sepuluh hari awal Dzulhijjah"_*

Abu Hanifah dan Asy-Syafi'i mengatakan bahwa : yang dimaksyd *_"ayyamu ma'lumat"_* (hari-hari yang telah ditentukan) adalah *_"sepuluh hari awal Dzulhijjah"_*

Pendapat tetsebut mengacu kepada Sabda Rasulullah SAW sbb :

وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِى أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ أَيَّامُ الْعَشْرِ ، وَالأَيَّامُ الْمَعْدُودَاتُ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ . وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ وَأَبُو هُرَيْرَةَ يَخْرُجَانِ إِلَى السُّوقِ فِى أَيَّامِ الْعَشْرِ يُكَبِّرَانِ ، وَيُكَبِّرُ النَّاسُ بِتَكْبِيرِهِمَا . وَكَبَّرَ مُحَمَّدُ بْنُ عَلِىٍّ خَلْفَ النَّافِلَةِ .

*Ibnu ‘Abbas berkata, “Berdzikirlah kalian pada Allah di hari-hari yang ditentukan yaitu 10 hari pertama Dzulhijah dan juga pada hari-hari tasyriq.” Ibnu ‘Umar dan Abu Hurairah pernah keluar ke pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijah, lalu mereka bertakbir, lantas manusia pun ikut bertakbir. Muhammad bin ‘Ali pun bertakbir setelah shalat sunnah. (Dikeluarkan oleh Bukhari tanpa sanad (mu’allaq), pada Bab “Keutamaan beramal di hari tasyriq)* (HR.  Al-Bukhori No. 969 Dishohihkan Syaikh Nashir Dalam Irwa'ul Gholil hal. 651)

b. Ibnu Abi Syaibah :

Para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti Umar, Ali dan Ibnu Mas’ud telah bersepakat bahwa waktu dimulainya takbir adalah pada waktu subuh di hari Arafah. Abu Ishaq dalam as-Sunan al-Kubra li al-Baihaqi mengatakan,  bahwa :

 اِجْتَمَعَ عُمَرُ وَعَلِىٌّ وَابْنُ مَسْعُودٍ رَضِىَ اللهُ عَنْهُمْ عَلَى التَّكْبِيْرِ فِى دُبُرِ صَلاَةِ الْغَدَاةِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ.

*Umar, Ali dan Ibnu Mas’ud ra bersepakat mengenai takbir dimulai dari setelah shalat subuh pada hari Arafah yaitu tanggal 9 Zulhijjah*  (HR. Ibnu Abi Syaibah dari dua jalan salah satunya berstatus "jayyid", Al-Baihaqi 3/314, Al-Hakim 1/300 Dishohihkan Syaikh Nashir dalam Irwa'ul Gholil 654  dan dinukil juga olehb Ibnu Abbas dan Ibnu Mas'ud keduanya shohih)

c. Al Hakim :

وَ لِمَا رَوَاهُ اْلبَيْهَقِى وَالدَّارُقُطْنِى أَنَّهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَبَّرَ بَعْدَ صَلاَةِ الصُّبْحِ يَوْمَ عَرَفَةَ إِلَى اْلعَصْرِ آخِرِ أَيَّامِ التَّشْرِيْقِ، وَاْلحَاكِمُ أَيْضًا مِنْ وَجْهٍ آخَرَ عَنْ قَطْرَ ابْنِ خَلِيْفَةَ عَنْ أَبِي اْلفَضْلِ عَنْ عَلِيٍّ وَعَمَّارٍ قَالَ: وَهُوَ صَحِيْحٌ. وَصَحَّ مِنْ فِعْلِ عُمَرَ وَعَلِيٍّ وَابْنِ عَبَّاسٍ وَ ابْنِ مَسْعُوْدٍ.

*Dan beralasanU pada riwayat al-Baihaqi dan ad-Daruquthni (yang mengatakan): bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. membaca takbir sesudah shalat shubuh pada hari Arafah sampai waktu ashar pada hari Tasyriq yang terakhir* (HR.  Al-Hakim,  Qathr ibnu Khalifah dari Abi Fadlah,  Ali dan Ammar.  Riwayat tersebut shahih lagi dibenarkan oleh perbuatan Umar, Ali, Ibnu Abbas, dan Ibnu Mas’ud)

*_B. Lafal Takbir Yang  Dimaksud  Adalah :_*

Cara bertakbir yang disyariatkan adalah dengan melafalkannya sendiri-sendiri seperti yang dicontohkan oleh para Shahabat. Tidak dikomando oleh satu orang.

Adapun lafal takbir yang dimaksud sebagaimana yang diriwayatkan dari para shahabat antara lain sebagai berikut :

١. اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ

٢. اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ

٣. اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَأَجَلُّ اللَّهُ أَكْبَرُ عَلَى مَا هَدَانَا

٤. اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا

٥. اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا اللَّهُ أَكْبَرُ وَأَجَلُّ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Semoga bernanfaat dan berkah, aamiin YRA

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang