Sala Lauak Gorengan Khas Pesisir Nan Enak Asal Pariaman

Oleh : Zikri Hidayat
Mahasiswa Universitas Andalas

Sala lauak merupakan kuliner tradisional Minangkabau yang berjenis gorengan. Biasanya menjadi cemilan maupun pelengkap makanan yang memiliki bentuk seperti bola dan berwarna kuning kecoklatan atau coklat keemasan. Ukurannya dapat sebesar bola pimpong atau ukuran bola kelereng besar maupun berukuran kecil tergantung daerahnya.
Sala lauak terdiri dari kata sala dan lauak. Kata sala dapat diartikan sebagai goreng artinya istilah ini untuk berbagai jenis bahan makanan yang diolah dengan cara digoreng. Sedangkan, lauak berarti ikan.
Meskipun secara harfiahnya bermakna ikan goreng. Namun, sala lauak bukan ikan goreng tetapi makanan yang dicampurkan ke dalam adonan dan untuk memakannya harus di goreng terlebih dahulu. Rasa ikan asin dalam adonan yang telah diberi bumbu inilah yang membuat jajanan ini bernama sala lauak.
Masyarakat biasa mengenalnya dengan nama sala lauak meski namanya disebut juga dengan sala bulek (gorengan bulat). Sala lauak sendiri ikan yang dilumuri tepung sedangkan sala bulek ikannya sebagai bahan campurannya dan disengaja bentuk nya di bulatkan.
Tidak ada yang tahu pasti sejak kapan keberadaan kudapan tradisional khas Minangkabau ini. Namun, pastinya sudah dari zaman dulu kala yang tak lekang oleh waktu. Enak, unik, dan bikin ketagihan.
Berburu Sala Lauak di Pariaman
Biasanya bila membeli sala lauak di kawasan Pantai Gandoriah Pariaman atau kawasan Ulakan Kabupaten Padang Pariaman yang dijual di tepi jalan. Warna kuning keemasan yang terlihat membuat pembeli penasaran untuk singgah membelinya. Ternyata penjual menyajikannya telah separuh masak. Ketika datang pembeli maka ada dua pilihan yang dapat ditentukannya, langsung digoreng di tempat atau dibungkus saja dan digoreng dirumah.
Selain sala lauak, ada juga jenis sala lain yang dapat juga dicoba seperti sala yang terbuat dari cumi-cumi, udang, ikan baledang, kepiting hingga ada juga rakik ikan. Bisa disebut juga jajanan tradisional ini sebagai gorengan khas pesisir pantai.
Untuk bisa menikmatinya, biasanya dijual dalam keadaan panas oleh pedagang seperti layaknya penganan gorengan biasa. Ketika mencicip sala lauak ini, pertama akan merasakaan tekstur renyah di bagian luarnya, kemudian bagian dalamnya yang lebih lembut akan terasa asin dan gurih, dengan cita rasa ikan asih yang menyeruak dalam mulut.
Ditambah dengan aroma rempah berasal dari bumbu yang ditambahkan didalamnya terutama dari potongan daun kunyit ini yang menjadi ciri khasnya. Sangat menggiurkan sekali sehingga membuat lidah ini ingin terus mencicipinya. Tidak lupa juga rasa sedikit pedas dari cabe membuat menambah sensasi tersendiri ketika mencoba kuliner yang sangat pas dijadikan sebagai kudapan sehari-hari karena cocok untuk segala usia.
Bila mencoba jajanan suatu daerah, memang pas bila menikmatinya di lokasi asalnya. Begitu juga dengan sala lauak ini, meski di Kota Padang banyak juga yang menjualnya. Namun, memiliki taste dan suasana yang berbeda. Karena rasa tidak pernah bohong. Hahaha
Sepertinya sala lauak ini telah menjadi ikon tersendiri. Tidak lengkap rasanya ke Kota Pariaman, bila tidak mencicipi jajanan yang murah meriah ini.

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang