KEWAJIBAN GENERASI MUDA MELESTARIKAN BUDAYA DAERAH

Oleh: Muthia Calista
Mahasiswa dari Fakultas Ilmu Budaya jurusan Sastra Daerah Minangkabau Universitas Andalas


Indonesia adalah bangsa yang sangat kaya akan berbagai keberagaman, baik itu keberagaman dari sumber daya atau keberagaman kebudayaan lokalnya. Kebudayaan lokal atau kebudayaan daerah bangsa Indonesia adalah akar dari budaya bangsa Indonesia. Kita mengetahui Budaya lokal atau daerah tidak hanya membentuk jatidiri bangsa Indonesia, namun sejatinya juga mencerminkan sikap bangsa yang amat menghargai semua perbedaan. Salah satu Falsafah yang ada dalam diri setiap warga Negara Indonesia, yaitu Bhinneka Tunggal Ika yang artinya “Berbeda-beda tetapi tetap satu” Ini menunjukkan bahwa Bangsa Indonesia adalah bangsa yang cinta damai dalam banyak keragaman dan perbedaan.
Dapat diketahui, Tanah Indonesia yang begitu indah terbentang dari Sabang sampai Merauke beserta beragam suku bangsa, berbeda ras, berbeda agama, ideologi, dan budaya membaur menjadi satu kesatuan yang utuh, yakni Nusantara. Multikulturalisme yang katanya tantangan, namun sejatinya bukanlah sebuah tantangan bagi bangsa ini, namun sebuah keunikan dan harga mahal yang patut dipertontonkon pada khalayak dunia. Sejujurnya indonesia memiliki kekuatan dalam keberagamannya, serta inilah yang menjadi kekuatan bagi keberadaan budaya nasional, meskipun diwarnai dengan perbedaan – perbedaan yang akan menimbulkan konflik atau pertentangan.
Kebudayaan suatu sarana yang sangat tepat ketika membina keutuhan persatuan dan persatuan bangsa.Sesuai dengan Sila 3 Pancasila yaitu Persatuan Indonesia. Indonesia negara yang multikultural, sangat rentan terjadi perpecahan di tanah pertiwi ini karna beberapa faktor. Percikan masalah perselisihan yang kecil akan sangat mudah menjadi api yang berkobar – kobar karena adanya perbedaan. Integrasi bangsa yang sudah terbangun sejak lama bisa saja hilang bak ditelan bumi apabila tidak dipertahankan.
Kebudayaan suatu lem perekat persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia, menjadi ada apabila kebudayaan itu sendiri dapat dilestarikan. Kewajiban melestarikan hingga menjaga kebudayaan daerah bukan saja menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi diharapkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda yang harus mampu menjankan amanah yang sangat mulia ini demi kelangsungan budaya bangsa. Generasi muda memahami kebudayaan dari daerah lain sehingga dapat mengerti kebudayaan tersebut.
Bangsa ini seakan menggantungkan harapan yang begitu tinggi terhadap Generasi muda. Jika kita kembali menilik sejarah Generasi muda adalah bagian luar biasa dalam perjuangan kemerdekaan, pemuda selalu menjadi garda terdepan yang rela mempertaruhkan jiwa dan raganya demi sebuah perjuangan suciuntuk  membebaskan tanah air dari belenggu para penjajah. Begitu penting dan berharganya peran pemuda dalam sejarah bangsa ini hingga setiap tanggal 28 otober di peringati sebagai hari sumpah pemuda. Itulah mengapa peran generasi muda sangat dibutuhkan dalam melestarikab budaya Indonesia.
Generasi Muda adalah secercah harapan masa depan, calon pemimpin, olehnya itu  di pundak generasi mudalah nasib suatu bangsa dipertaruhkan. Bangsa ini membutuhkan Generasi yang peduli dan melestarikan budaya daerah. Generasi muda elemen  bangsa yang sangat penting dan tidak bisa digantikan dalam melestarikan kebudayaaan daerah, serta kebudayaan indonesia dan ini sekaligus berkontribusi sangat besar dalam pembangunan budaya atau kepedulian terhadap budaya yang dimiliki bangsa dan negara Indonesia. Untuk itu, sangat perlu menumbuhkan kesadaran dan pemahaman generasi muda akan pentingnya kebudayaan. .

Tidak dapat dipungkiri, Generasi muda sejatinya juga memiliki tantangan dalam melestarikan budaya. Salah satunya yaitu Munculnya proses globalisasi dan serta perkembangan zaman modern. Proses ini dan modernisasi zaman lambat laun juga mengakibatkan nilai-nilai kebudayaan daerah ataupun Indonesia yang ada terkikis bahkan tersisihkan atau terabaikan, sehingga kemudian berakibat beberapa kebudayaan yang tidak lagi “dikenali” oleh generasi ini di zaman ini disebabkan kurangnya perhatian.
Pengaruh akan kurangnya dikenal kebudayaan lokal oleh banyaknya kebudayaan asing yang masuk ke generasi muda secara masif tanpa adanya seleksi yang ketat tentunya akan sangat mengkhawatirkan bagi perkembangan kebudayaan yang ada. Hal ini juga di dukung pola pikir masyarakat sekarang yang sebagian menganggap kebudayaan Indonesia yang tidak dikenal bahkan tidak mengikuti perkembangan zaman, yang akhirnya memunculkan lunturnya rasa cinta dan bangga terhadap kebudayaan lokal. Jika keberadaan kebudayaan bagi suatu bangsa sangatlah besar.
Terdapat banyak cara Generasi muda yang dapat ditempuh oleh Generasi muda dalam upaya melestarikan budaya bangsa, pertama adalah melalui Cultur Experiencecara yang baik untuk meningkatkan peran Generasi muda dalam melestarikan budaya yang dilakukan dengan cara terjun langsung kedalam sebuah pengalaman CulturExperience. Di contohkan berbentuk tarian atau musik maka dianjurkan untuk belajar dan berlatih dalam memahami tarian atau musik tersebut. kemudian cara selanjutnya yaitu melalui Cultur Knowledge yakni melestarikan budaya serta jalan menciptakan suatu pusat informasi tentang kebudayaan yang dapat difungsionalisasi kedalam banyak bentuk tujuannya adalah untuk edukasi ataupun untuk kepentingan perkembangan kebudayaan itu tersebut. Dengan demikian para generasi muda dapat mengetahui tentang kebudayaannya sendiri.
Selanjutnya Menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya daerah harus dimulai sejak dini yang diberi pehaman orang tua. Artinya sejak anak masih kecil, orang tua sudah harus mengajarkan mereka tentang budaya-budaya yang baik serta mengenai warisan leluhur bangsa. Hal ini bisa dilaksanakan agar dengan cara menunjukan video kesenian, mengajak anak ke acara budaya, atau menceritakan dongeng-dongeng yang ada kaitannya dengan budaya lokal. Selanjutnya langkah pemuda yaitu Menghindari sikap primordialisme dan etnosentrisme.
Kita dapat menghindari Primordialisme yaitu sebuah pandangan atau paham yang memegang teguh hal-hal yang dibawa sejak kecil atau sedari dini, baik menyangkut tradisi, warisan, adat-istiadat, kepercayaan, maupun segala sesuatu yang ada di dalam lingkungan pertamanya. Selanjutnya mengenai, Etnosentrisme merupak suatu bentuk pendangan orang terhadap budaya laina tau daerah lain yang didasarkan nilai dan pemahaman bentuk budaya daerah pribadi. Dapat dilihat orang etnosentris memandang pemahaman orang lain relatif atau kurang berkenan terhadap suku atau budaya sendiri, jika hal ini dikaitkan baik itu dengan bahasa, perilaku, kebiasaan, serta agama.
Oleh Karena itu, Generasi muda punya peran yang sangat penting dan sangat luar biasa dalam memajukan budaya lokal atau budaya daerah. Dapat diketahui, bahwa untuk keberlangsungan budaya daerah atau local tentulah generasi muda jika tidak mencintai atau melestarikan budaya daerah maka dinyatakan budaya akan mati. Namun jika generasi muda  memilki kecintaan dan serta ikut serta untuk melestarikan budaya daerahnya, budaya tersebut akan tetap ada disetiap generasi. Generasi muda juga harus menjadi aktor terdepan atau sumber utama dalam memajukan budaya daerah, sehingga budaya asing yang masuk yang  ke daerah  tidak merusak, mempengaruhi atau mematikan budaya daerah tersebut dan dapat dilestarikan budaya daerah Indoonesia.

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang