Mensyukuri Nikmat Allah

Oleh : Zikri Hidayat
Mahasiswa Sastra Minangkabau FIB Universitas Andalas

Allah telah memberikan karunia berupa rezeki yang sangat melimpah. Segala sesuatu yang dapat  kita rasakan merupakan nikmat yang tak terhingga. Dalam memberikan nikmat Allah tidak memilih kepada siapa nikmat itu diberikan. Nikmat yang diberikan Allah meliputi seluruh makhluk hidup, baik kepada hewan maupun tumbuhan, dan manusia.
Begitu banyak nikmat yang allah berikan kepada umat manusia, sehingga kita tidak mampu menghitungnya. Menghitung nikmat yang telah Allah berikan adalah sebuah pekerjaan yang sulit. Bagaimana tidak , Allah mengatakan bahwa jika seorang hamba ingin menghitung nikmat tersebut , maka tidak akan sanggup menghitungnya. Allah berfirman pada Al qur'an surah An-Nahl ayat 18. "Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menghitung  jumlahnya . Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampunan lagi Maha Penyayang".
Dari sekian banyaknya nikmat Allah yang tak terhitung tersebut, ada beberapa nikmat yang harus kita syukuri setiap saat. Diantaranya: pertama, umur dan kesehatan.  Umur dan kesehatan merupakan nikmat yang Allah berikan kepada seluruh makhluknya. Umur merupakan nikmat yang paling mahal, karena sesungguhnya sekaya apapun orang tak akan bisa membeli umur. Oleh karena itu kita harus mensyukuri nikmat umur dan kesehatan.
Kedua, nikmat kemampuan berpikir. Allah memberikan manusia nikmat kemampuan untuk berpikir. Kita harus mensyukuri ini dengan banyak belajar. Dalam ajaran islam, semua ilmu selama ilmu itu menciptakan kemaslahatan , orang yang mempelajari ilmu itu dikatakan sebagai orang yang beribadah.
Namun diantara kedua nikmat yang telah Allah berikan, ada 2 nikmat yang banyak manusia lalaikan. Nikmat tersebut adalah kesehatan dan waktu luang. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. “Dua nikmat, kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Al-Bukhari).
Pertama, Kesehatan. Kesehatan  yang kita miliki saat ini tidak selamanya akan ada. Ada saatnya kita sakt sehingga tidak mampu untuk mengamalkan amal-amal shaleh. Banyak manusia yang sehat, namun tertipu dengan kesehatannya. Ia tidak menggunakan kesehatannya untuk taat. Sementara di luar sana ada sebagian orang yang ingin melakukan ketaatan, namun tak mampu melakukannya dikarenakan sakit yang di derita.
Kedua, Waktu luang. Waktu adalah sesuatu yang terus berputar dan tak akan kembali lagi. Oleh karena itu betapa banyak manusia yang tersesali oleh waktu. Waktunya hanya berlalu begitu saja, tanpa ada manfaat dan faidahnya. Hidupnya hanya menghabiskan waktu dan menyisakan penyesalan umur.
Waktu ibarat pedang bermata 2, jika digunakan untuk kebaikan, maka baik pula. Sebaliknya, jika digunakan untuk keburukan, maka dampak buruk akan terjadi di kemudian hari.
Oleh kanena itu, sebagai umat Islam kita diwajibkan untuk senantiasa memanjatkan rasa syukur atas nikmat yang telah Allah berikan  kepada kita. Rasa syukur merupakan bentuk terima kasih kepada kita kepada Allah. Besyukur kepada Allah dapat di lakukan dengan cara memperbanyak ibadah, memberlanjakan rezeki yang didapat di jalan Allah, dan lain sebagainya. Allah akan memberikan limpahan rezeki yang melimpah kepada orang yang mau mensyukuri nikmat Allah. Sebaliknya Allah akan menimpakan adzab kepada orang yang mengufuri nikmat Allah.

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang