MAKNA FILOSOFIS YANG TERKANDUNG DIBALIK PERINTAH UNTUK MENUNAIKAN _IBADAH KURBAN


Oleh : Prof.Dr.H.Asasriwarni MH
Selain ibadah haji, pada bulan Dzulhijjah umat Islam merayakan hari raya Idul Adha atau biasa disebut juga hari raya kurban. Pada hari itu, Selain dianjurkan melakukan shalat sunnah dua rakaat, umat muslim juga dianjurkan untuk menyembelih binatang kurban. Anjuran berkurban ini bermula dari kisah nabi Ibrahim AS  yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyembelih putranya yakni Nabi Ismail AS. Ibadah kurban, mengikatkan kepada  setiap Muslim untuk menjalankannya jika ia mampu sebagai sunah mu’aqad (sunah yang dikuatkan, ditekankan untuk dilaksanakan, hampir menyamai ibadah wajib). Kurban, salah satu wujud kesempurnaan Islam sebagai agama rahmatan lil’alamin, penebar rahmat universal.  Kurban, juga merupakan salah satu furqan, pembeda, penegas keunikan dan keunggulan Islam, karenanya, kurban selain ibadah juga berperan sebagai syiar Islam. Karenanya, kurban layak menjadi instrumen pembangun peradaban.

Selain memberikan manfaat bagi penerimanya dan menjadi syi’ar ajaran agama, ibadah kurban juga  mengandung hikmah dan fadhilah yang sangat luar biasa, di antaranya adalah :

*_1. Mengandung  Kebaikan Pada Setiap Helai Bulu Hewan Yang Dijadikan Kurban :_*

Rasulullah SAW Bersabda Sbb :

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ خَلَفٍ الْعَسْقَلَانِيُّ حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ حَدَّثَنَا سَلَّامُ بْنُ مِسْكِينٍ حَدَّثَنَا عَائِذُ اللَّهِ عَنْ أَبِي دَاوُدَ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ قَالَ قَالَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا هَذِهِ الْأَضَاحِيُّ قَالَ سُنَّةُ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ قَالُوا فَمَا لَنَا فِيهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ بِكُلِّ شَعَرَةٍ حَسَنَةٌ قَالُوا فَالصُّوفُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ بِكُلِّ شَعَرَةٍ مِنْ الصُّوفِ حَسَنَةٌ

*Berkata kepada kami Muhammad bin Khalaf Al ‘Asqalani, berkata kepada kami Adam bin Abi Iyas, berkata kepada kami Sullam bin Miskin, berkata kepada kami ‘Aidzullah, dari Abu Daud, dari Zaid bin Arqam, dia berkata: berkata para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Wahai Rasulullah, hewan qurban apa ini?” Beliau bersabda: “Ini adalah sunah bapak kalian, Ibrahim.” Mereka berkata: “Lalu pada hewan tersebut, kami dapat apa wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Pada setiap bulu ada satu kebaikan.” Mereka berkata: “Bagaimana dengan shuf (bulu domba)?” Beliau bersabda: “Pada setiap bulu shuf ada satu kebaikan* (HR. Ibnu Majah No. 3127)

*_2. Berkurban Adalah Ciri Keislaman Seseorang :_*

Rasulullah SAW Bersabda Sbb :

مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلا يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا.

*Barang siapa mendapatkan kelapangan tetapi tidak berqurban, maka janganlah dia mendekati tempat shalat kami* (HR. HR Ahmad Dalam Musnad-nya No. 8273, Ad-Daruquthni dalam Sunannya No. 4762 dan Al-Hakim dalam Al-Mustadrak No. 7565)

*_3. Ibadah Kurban Adalah Salah Satu Ibadah Yang Paling Disukai Oleh Allah SWT :_*

Rasulullah SAW Bersabda Sbb :

مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلاً أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هِرَاقَةِ دَمٍ وَإِنَّهُ لَيَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْلاَفِهَا وَأَشْعَارِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ عَلَى الأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا

*Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda : “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya kurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan kurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai kurban– di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya*  (HR. Imam Hakim,  Ibnu Majah dan Tirmidzi)

*_4. Berkurban Membawa Misi Kepedulian Pada Sesama Dan  Menggembirakan Kaum Dhuafa Pada Hari Raya :_*

Rasulullah SAW Bersabda Sbb :

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرٍ لِلَّهِ

*Hari tasysrik (kurban) adalah hari makan, minum, dan banyak mengingat Allah* (HR. Muslim, Ahmad, Abu Daud, dan Nasa’i).

*_5. Berkurban Adalah Ibadah Yang Paling Utama :_*

Allah SWT berfirman seperti di bawah ini :

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنْحَرْ

*Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah* (QS. Al Kautsar Ayat : 2)

Demikian juga,  Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah RA  dalam Majmu’ Fatawa (16/531-532) ketika menafsirkan ayat kedua surat Al-Kautsar menguraikan : “Allah SWT memerintahkan beliau untuk mengumpulkan dua ibadah yang agung ini yaitu shalat dan menyembelih kurban yang menunjukkan sikap taqarrub, tawadhu’, merasa butuh kepada Allah SWT, husnuzhan, keyakinan yang kuat dan ketenangan hati kepada Allah SWT, janji, perintah, serta keutamaan-Nya.” sebagaimana firnan Allah SWT dalam ayat di bawah ini :

قُلْ إِنَّ صَلَاتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

*Katakanlah : sesungguhnya shalatku, ibadahku (kurban), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam* (QS.  Al An’am Ayat : 162).

Mengacu kepada ayat tetsebut di atas, beliau juga menegaskan : *Ibadah harta benda yang paling mulia adalah menyembelih kurban, sedangkan ibadah badan yang paling utama adalah shalat…*

 *_6. Berkurban Adalah Sebagian Dari Dyiar Agama Islam :_*

Allah SWT berfirman seperti di bawah ini :

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا لِّيَذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلْأَنْعَٰمِ ۗ فَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌ فَلَهُۥٓ أَسْلِمُوا۟ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُخْبِتِينَ

*Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)* (QS. Al Hajj Ayat : 34)

*_7. Mengenang Ujian Kecintaan Dari Allah Kepada Nabi Ibrahim AS :_*

Allah SWT berfirman seperti di bawah ini :

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ ٱلسَّعْىَ قَالَ يَٰبُنَىَّ إِنِّىٓ أَرَىٰ فِى ٱلْمَنَامِ أَنِّىٓ أَذْبَحُكَ فَٱنظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَٰٓأَبَتِ ٱفْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِىٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّٰبِرِينَ

فَلَمَّآ أَسْلَمَا وَتَلَّهُۥ لِلْجَبِينِ

وَنَٰدَيْنَٰهُ أَن يَٰٓإِبْرَٰهِيمُ

قَدْ صَدَّقْتَ ٱلرُّءْيَآ ۚ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ

إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ ٱلْبَلَٰٓؤُا۟ ٱلْمُبِينُ

وَفَدَيْنَٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ

 *Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata : “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab : “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar* (QS.  Ash Shaffat Ayat :  102 - 107)

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang