KESANTUNAN DALAM BERBAHASA MINANGKABAU

Oleh: Wido deska putra, Mahasiswa Sastra Daerah Minangkabau,Universitas Andalas.

Orang Minangkabau terkenal dengan bahasa. Salah satu kelebihan manusia jika dibandingkan dengan makhluk-makhluk lainnya di muka bumi ini terletak dengan bahasa yang dimilikinya. Bahasa memiliki perang yang sangat penting dalam kehidupan manusia dalam bermasyarakat.Kehidupan manusia diawali dengan bahasa dan diakhiri dangan bahasa. Setiap aktifitas yang dilakukan manusia diawali dengan bahasa dan diakhiri juga dengan bahasa. Misalnya guru mengajarkan murid di sekolah tentu juga diawali dengan bahasa dan diakhiri juga denga bahasa.petani memulai perkerjaannya dengan bahasa dan menyudahinya dengan bahasa. Pedagang dipasar memulai memulai aktifitasnya dengan bahasa den diakhiri juga dengan bahasa. Pertandingan sepak bola dimulai dengan bahasa dan dibubarkan dengan bahasa. Sebuah kempanye partai politik akan sukses dengan bahasa dan bisa gagal kerena bahasa. Manusia mengembagkan kebudayaan juga melalui bahasa.Bahasa suda lama dipelajari. perjalan waktunya sampai saat ini. Jadi bahasa adalah bunyi atau kombinasi bunyi yang tersistem dab bersifat mana suka yang dihaliskan oleh alat ucap manusia dalam keadaan sadar,memiliki makna,mengandung nilai yan dipahami bersama sehingga manusia yang memproduksi ,menggunakan dan mendengarkan bunyi itu dapat berkomunikasi dan berinteraksi satu sama lain.
Minangkabau adalah salah satu  kawasan yang terletak di Provinsi  Sumatra Barat.Kawasan yang mayoritas didiami oleh suku Minangkabau,dan bahasa daerah disebut bahasa Minangkabau. Mata pencarian orang Minangkabau beragam tergantung pada daerah pemukimanya,misalnya penduduk yang tinggal didaerah pergunungan dan perbukitan hidup dari bertani mengarap lading daan sawah. Penduduk yang tinggal sepanjang sungai dan danau pada umumnya bermata pencarian menangkap ikan. Penduduk yang tinggal daerah-daerah perkebunan berkerja di perkebunan kelapa sawit atau diperkebunan the baik sebagai berkerja maupun sebagai pemilik kebun. Sebagain besar masyarakat Minangkabau berprofesi sebagai pedagang baik itu dalam skala kecil maupun dalam skala besar. Setiap orang Minangkabau menganut agama Islam. Seseorang yang mengatakan dirinya sebagai orang Minangkabau itu pestilah beragama Islam.orang Minangkabau menganut Filosofi adat basandi syarak-syarak basandi kitabullah.Syarak mengato adat mamakai.Kebudayaan memiliki pengertian dan cakupan yang luas. Wujud kebudayaan Minangkabau bisa dilihat dari bentuk -bwntuk rumah adatnya,atribut yang melekat pada rumah adatnya,pakain adat, sistem pencarian, serta sikap dan prilaku masyarakat Minangkabau sebagai pendukung budaya Minangkabau yang tercermin dari pepatah -petitihnya.Wujud kebudayaan Minangkabau dari seni dan tradisinya seperti Randai yang sering

dimain kan diacara acara penting adat seperti batagak gala,acara pernikahan perstival budaya,silek,tari pasambahan, tari piriang.
Orang Minangkabau dapat dikatakan berbudaya santun dan ramah yang dalam bahasa Minangkabau disebut dalam ungkapanan muluik manih kuncindan murah. Ia harus bersikap bijak dalam bertindak dan berbuat sebagaimana didebutkan dalam ungkapan mancabuik banang dalam tapuang,banang indak putuih, tapuang indak baserak;mambunuah ula dalam baniah, ula mati baniah indak rusak. Dimana mana orang Minangkabau sangat diharapkan menyesuaikan diri sebagai mana disebut dalam ungkapan  di mano bumi dipijak,di situ langik dijunjuang.
Bahasa Minangkabau memiliki empat variasi tutur yang umum dijadikan landasan tutur. Veriasi tutur disebut dengan kato nan ampek. Kato nan ampek atau yang disebut Navis (1989)dengan langgam kato merupakan tata krama dalam kehidupan sehari- hari antara masyarakat Minangkabau dengan status sosial penuturnya. Kato nan ampek terdiri dari empat bagian yang masing-masing pembagianya lebih didasarkan eloh status sosial hubungan perserta tutur (Aslinda, 2000;Oktavianus,2005,2008).keempat kato itu kato mandaki,kato manurun,mandata dan kato malerereang. kato mandaki Bahasa yang digunakan penutur yang lebih muda dan berstatus sosial yang lebih rendah kepada mitra tururnya yang lebih tua yang berstatus social yang lebih tinggi. Didalam kato mandaki mengandung suatu keharusan agar penutur berbicara dengan santun dan penuh hormat, misalnya disampaikan oleh seorang anak kepada orang tua,seorang murid kepada gurunya, atau seorang karyawan kepada atasannya haruslah menginakan Bahasa yang santun yaitu kato mandaki.
Kato manurun adalah veriasi Bahasa yang digunakan oleh penutur berusia lebih tua dan berstatus sosial lebih tinggi kepada mitra tutur yang lebih muda dan berstatus sosial yang lebih rendah. Biasanya, tuturan yang digunakan nilai nilai Pendidikan yang bersifat langsuang. Tuturan yang disampaikan olehorang tua kepada anak-anaknya, guru kepada murid-muridnya atau atasan kepada bawahan termaksud kepada kato Manurun.
Kato mendata adalah veriasi yang digunakan oleh perserta tutur yang usia nya sebaya atau samo gadang.
Kato malereang adaalah bahasa yang biasanya digunakan oleh perserta penutur yang segan menyegani seperti martau dan minantu, ipar, ulam, guru, atau penghulu. Kearifan penutur dalam memilih bahasa diperlukan agar mitra tutur tidak tersinggung dalam tatanan hubungan yang sudah ada agar tidak rusak.
Kegunaan kato nan ampek sejalan dengan kesantunan.Sebagai orang yang tau kato nan kampek dianggap santun. Sebaliknya, orang Minangkabau yang tidak mampu mengunakan kato nan ampek dikatakan indak tau jo nan ampek yang

dianggap tidak santun. Orang seperti itu juga dikatakan orang Minangkabau yang sudah kehilangan Minangnya.
Didalam bahasa Minangkabau, sapaan dapat diwujudkan dalam bentuk sapaan umum, seperti pak/bu;gelar adat seperti Datuak,Sutan, Panghulu, dan lain-lain. Sapaan merupakan sebuah bentuk lingual dapat memarkahi kesantunan berbahasa dalam bahasa Minangkabau. Tuturan tampa sapaan diibaratkan seperti pohon tampa ada daun.

Bahasa Minangkabau dipakai secara luas baik didalam kehidupan berkeluarga maupun dalam instansi pemerintah. Didalam berbahasa akan menjadikan sorang yang dapat dijadikan ka pai tampek batanyo, kapulang tampek babarito.
Diminangkabau kesantunan berbahasa banyak ditemukan di berbagai tempat seperti dipasar,terminal bus,di kos, pangkalan ojek, warung, dikampus, kantor,masjid dan lain-lain.maka cara tutur berbicara di masjid akan berbeda dengan cara tutur di pasar.cara tutur di kos akan berbeda dengan tutur dikantor.perbedaan ini salah satunya adalah terlihat pada kita berada di dalam Mesjid, berbicara di mesjid  pembicaraanya banyak berhubungan dengan keagamaan.dan berbicara dipasar lebih banyak berbicara antara si penjual dan sipembeli.
Diminangkabau banyak tipe tipe kesantunan diantaranya adalah :
Kesantunan meminta
Didalam kehidupan bermasyarakat saling ketergantungan senantiasa ada.karena aspek kehidupan, manusia tidak bisa hidup sendirian di bumi ini manusia adalah makluk sosial saling membutuhkan satu sama lain. Meminta adalah suatu yang tidak dapak dihindari dalam kehidupan. Didalam Minangkabau , meminta dapat menjatuhkan harga diri. Ada pribahasa yang mengatakan tangan di atas lebih baik dari pada tangan yang di bawah. Dalam kenyataannya, memintak tidak bisa dihindari. Dan oleh sebab itu lah memintak harus disampaikan sesantun mungkin dan harus mengunakan bahasa yang lebih lembut dan tujuan orang pun membalas dengan lembut juga.
Contoh:
A:maav da,manggaduah lo awak da.dima tampek foto kopi nan dakek siko da?
B:buliah,disimpang thu ado foto copy yang dekek mah da.
Kesantunan menolak
Penolakan dapat menyinggung perasaan lawan tutur,dan bisa juga memunculkan konfilik, dan bisa juga menciptakan pertentangan  dan penolakan juga bisa menimbulkan perkelahian yang berujung pada kematian. Untuk meminimalisir resiko penolakan harus mengantung

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang