DPRD Undang Pakar Ekonomi Bahas Tentang Recovery Perekonomian Sumbar Pasca Covid19”

www.jurnalissumbar.id

DPRD Sumbar disingkapi tentang kondisi perekonomian daerah yang memprihatinkan.  hal ini yang dibahas dalam sebuah diskusi panel recovery ekonomi Sumatera Barat Dampak Covid-19 hari ini, Kamis (25/06), yang dilaksanakan diruang sidang utama, gedung DPRD Sumbar,  topic dalam diskusi tersebut focus bagaimana langkah dan upaya pemerintah daerah untuk pemulihan ekonomi, terdampak pandemi Covid-19 dan yang dipandu oleh moderator Afrizal.

Dengan tiga pakar ekonomi dan praktisi lainnya dari Bank Nagari, Bank Indonesia,  dari mantan Rektor Unand Prof. Werry Darta Taifur, SE.

Dalam diskusi singkat tersebut pada pakar ekonom lebih berpendapat agar pelaku UMKM lebih inovatif dan memanfaatkan corbisnis yang mengurangi biaya dan mengeruk keuntungan yang cukup aar dapat berhatahan ditengah lemahnya daya beli dan tingginya daya saing pasar nasional

Sehingga masyarakat dapat menyingkapi dengan menyeimbangkan antara pemasukan dan pengeluaran yang berbentuk aktifitas sehari-hari dalam artian menghemat biaya rumah tangga khususnya

Harus ada langkah dan trik pemulihan ekonomi Sumatera Barat, salah satunya menentukan tingkat dampak, mengetahui yang terdampak pandemi dan hingga saat ini Sumatera Barat masih menduduki tingkat rendah terdampak pandemi Covid-19. Masyarakat Sumbar kebanyakan bergerak di bidang pertanian dan peternakan, sehingga tidak berdampak signifikan dengan keadaan saat ini. Tapi apabila segmen tidak diketahui dengan jelas maka tidak akan tercapai yang diharapkan untuk peningkatan ekonomi masyarakat.

Untuk diketahui bahwa Di Sumatera Barat, usaha besar terdata sebanyak 419 unit atau 0,07 %. Sisanya merupakan UMKM. Usaha menengah sebanyak 7.900 unit atau 1,33 % dengan omzet rata-rata per tahun sebesar Rp2,5 hingga Rp50 miliar. Usaha kecil sebanyak 53.431 unit atau 9,01 % dengan pendapatan per tahun sebesar Rp300 juta sampai dengan Rp2,5 miliar dan usaha mikro tercatat sebanyak 531.350 unit atau 89.59 % .

Arkadius Datuk Intan Bano, Ketua Komisi II DPRD SUMBAR menerangkan, "Pertumbuhan masyarakat sumbar ditopang oleh pertanian, pedagangan dan peternakan, sehingga sumbar mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi diatas rata-rata semua daerah yang ada di Indonesia."

Dicanangkan para pedagang untuk merubah tata cara dan kebiasaan keseharian selama berdagang. Apabila pedagang tidak melakukan perubahan maka lambat akan mendapat perbaikan perubahan ekonomi. Re-orientasi harus dilakukan oleh pedagang agar konsumen tertarik untuk membeli.

"Keadaan New normal sekarang,  tingkat ekonomi masyarakat masih rendah dalam memasuki tahapan new normal ini. Masih banyak masyarakat yang tidak mematuhi protokol new normal, banyak yang tidak pakai masker, tidak jaga jarak, dan apabila angka positif naik, maka akan berdampak pada perekonomian masyarakat," papar Ismet Aziz.

Dalam diskusi ini dinyatakan, dampak Covid-19 ini harus dibicarakan apa adanya, pemerintah mesti mempersiapkan diri dengan berbagai skenario dan persiapan matang. 15 Bank peserta untuk penyiapan dana dan menopang perkreditan, Bank tersebut telah ditunjuk untuk menjadi perwakilan bantuan pinjaman kepada pelaku usaha dengan memenuhi syarat ketentuan yang berlaku.

Koperasi juga memberikan bantuan kepada masyarakat, sehingga keadaan tidak terlalu berdampak pd masyarakat, seperti UMKM, dan tetap menyediakan pinjaman mikro maupun non mikro. upaya semua membeli produk dari UMKM, sehingga peningkatan ekonomi rakyat akan semakin cepat. 

"Rekomendasi strategis dari diskusi panel ini, diharap dapat membantu, diperlukan tim percepatan pemulihan," kata Hidayat, Ketua Baper Perda Prov Sumbar. 


No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang