ASAL USUL TRADISI SALAM TEMPEL

Oleh Faradilla Riza Putri
Mahasiswa Universitas Andalas, Jurusan Sastra Minangkbau



Belum lama ini kita telah merayakan Hari Raya Idul Fitri 1441 H di tengah-tengah  pandemi Covid-19. Sangat banyak tradisi-tradisi yang dilakukan ketika lebaran salah satunya tradisi  lebaran yang belum banyak berubah dan selalu dinanti-nanti adalah bagi-bagi THR atau salam tempel. Sayangnya, seiring waktu berjalan, kamu yang sudah mulai dewasa dan bekerja, kemungkinan menerima salam tempel jadi makin kecil. Menurut KBBI, Salam tempel adalah salam yang disertai uang ataupun amplop yang berisi uang yang diselipkan dalam tangan orang yang disalami. Nominalnya pun juga sesuai dengan kemampuan si pemberi.

Tradisi ini berasal dari awal Abad Pertengahan. Pada masa itu, Kekhalifahan Fatimiyah membagikan uang, permen, atau pakaian pada anak-anak muda, dan orang-orang tua pada hari pertama Idul Fitri. Namun, pada akhir periode Ottoman, eidiyah atau salam tempel berubah menjadi sejumlah uang tunai dalam pecahan-pecahan kecil. Uang itu biasanya diberikan oleh orang tua dan kerabat-kerabat yang lebih tua pada anak-anak mereka.  Seiring berjalan nya waktu dan apalagi sekarang di era globalisasi, salam tempel tak hanganya berupa uang yang dimasukkan ke dalam amplop tapi juga berupabarang yaitu, handphone, pakaian, tas dan barang-barang lainnya.

Tahun ini kita sama-sama merayakan lebaran di tengah-tengah pandemi Covid-19 namun itu tidak melunturkan tradisi salam tempel yang selalu dilakukan ketika lebaran walaupun dengan cara yang berbeda. Anak-anak yang meminta salam tempel atau thr tidak melakukan salam dengan cara memegang tangan satu sama lain,namun melakukan salam dari jarak jauh. Namun bagi keluarga yang satu rumah mereka tetap melakukan salam tempel. Karna menteri agama mmengeluarkan pemberitahuan ketika lebaran tidak boleh menerima tamu  jadi thr atau salam tempel hanya di dapat  dari keluarga dekat seperti orang tua,kekek dan nenek atau bibi dan paman kita sendiri. Tidak bersalaman dan menerima tamu ketika lebaran adalah hal yang harus di lakukan demi memutus mata rantai penyebaran virus korona ini sendiri. Salam tempel pun masi tetap berlangsung di lingkungan keluarga karna tradisi ini sudah menjadi tradisi nwajib setiap tahunya dan rasanya lebaraan di hari pertama tidak lengkap jika tidak ada tradisi salam tempel ini.

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang