Ali Mukhni Membangun Mahakarya dari Kondisi Porak Poranda

Dua Periode Padang Pariaman di bawah kepemimpinan Drs. H. Ali Mukhni, banyak kemajuan yang dicapai. Kemajuan tersebut diungkapnya dalam acara Dinamika Publik di Radio Padang FM. 
Bupati Ali Mukhni membanggakan kemajuan dunia pendidikan di Padang Pariaman. Keberadaan Politeknik Pelayaran, MAN Insan Cendekia dan komplek perguruan tinggi di Tarok City.
Dia pun menceritakan bagaimana perjuangan membawa politeknik yang awalnya bernama BP2IP itu ke Sumatera Barat. Beberapa kali menemui Menteri Perhubungan yang waktu itu dijabat EE. Mangindaan, Ali Mukhni mendapat kenyataan bahwa Sumatera Utara dan Sumatera Selatan telah datang menghadap. Gubernur kedua daerah itu menyatakan kesiapan lahan bersertifikat seluas 20 hektar.
Namun berkat kegigihan, dukungan Mantan Menteri Perhubungan Azwar Anas dan dukungan Pemprov Sumbar membayarkan lahan lewat APBD Sumbar, akhirnya BP2IP yang kemudian dinaikkan status jadi politeknik tersebut hadir di Tiram Padang Pariaman. Politeknik terbaik se-Asia Tenggara itu dibangun di atas kawasan 40 hektar dan menelan biaya hingga komplit sebesar Rp2 triliun. 
Kini, politeknik itu baru menghabiskan dana sebesar Rp800 miliar. Telah membuat daerah sekitar bertumbuh ekonominya. Kini bertambah lapangan kerja, toko dan kedai banyak bermunculan. Begitu juga rumah kos
“Yang membuat kita bersyukur pada Allah SWT, di Politeknik Pelayaran itu ada Jurusan Transportasi Laut (D-4), satu-satunya di Indonesia dengan taruna mencapai 700-800 orang. Untuk MAN Insan Cendekia di Sintuk Toboh Gadang menjadi pendidikan agama terbaik kedua di Indonesia setelah Pondok Pesantren Gontor,” ungkapnya.
MAN Insan Cendekia yang dulu bernama MAN Bertaraf Internasional itu hanya ada 13 buah di Indonesia. Disediakan lahan seluas 10 hektar, termasuk untuk asrama. Banyak peminatnya dari berbagai daerah. Sekolah di sana dibiayai hingga tamat, syarat mendaftarnya hanya hafal alquran minimal satu juz.
Kawasan pendidikan pun bakal dibangun di Tarok City. UNP berniat membangun kampus di Tarok City yang mempunyai luas lebih kurang 700 hektar. Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama bakal mendirikan lembaga pendidikan di sana. Bahkan rumah sakit luar negeri juge berencana membuat rumah sakit bertaraf internasional setaraf pengobatan di Singapura yang dilengkapi hotel-hotel bagi keluarga pasiennya.
Menurut Bupati Padang Pariaman dua periode itu, Tarok City satu-satunya pusat pendidikan perdagangan dan pariwisata yang dilalui jalur kereta dan jalan tol. Jalan akses ke Tarok City dibuat selebar 75 meter. 
“Coba cari jalan mana yang berlebar 75 meter di Indonesia ini. Jalan tol baru selebar 60 meter. Lalu kampus mana yang mudah diakses dari mana saja,” ujarnya membanggakan salah satu program unggulan kabupaten tersebut.
Jalan tol Padang Pariaman – Pekanbaru nantinya bakal membelah Tarok City. Jalan Tol bakal berada di tengah-tengah Tarok City. Kilometer 36 jalan tol berada di Tarok City. 
Kereta Bandara-Kayutanam kini pun sudah beroperasi empat kali sehari. “Saya bukan tipe orang yang hanya pandai cerita. Bagi saya yang utama adalah kerja dan hasil nyata,” tegasnya menanggapi pertanyaan Pemandu Dinamika Publik Radio Padang FM, Jadwal Djalal dengan operator M. Dhyo tentang resep Ali Mukhni menjadikan Tarok City yang sepertinya mahakarya impian itu menjadi nyata.
Padahal Padang Pariaman yang luluh lantak pada 2009 lalu,berhasil pulih di bawah kepemimpinan Ali Mukhni pertama (2010-2015). Pada hari pertama gempa, hanya Padang yang banyak diekspos media cetak dan elektronik. Ali Mukhni yang kala itu menjadi Wakil Bupati berusaha meyakinkan orang-orang bahwa Padang Pariaman lebih parah dibanding Padang. 
“Saya ingat di hari kedua itu, berdatanganlah media dan bantuan ke Padang Pariaman. Bahkan bantuan dari Australia mendarat di belakang rumah bupati. Mereka punya teknologi canggih untuk menentukan dimana dan apa yang bakal dilakukan,” ungkapnya.
Ali Mukhni gigih meyakinkan presiden, menteri dan banyak pihak untuk melihat kondisi Padang Pariaman saat itu lantaran yang terdampak adalah masyarakat kecil. Dia tidak mengada-ngada soal itu. Mereka berupaya membangun rumahnya sedikit demi sedikit selama puluhan tahun. Bahkan tercatat oleh sejarah, sebuah pesta perkawinan dimana keluarga yang pesta dan para tamu resepsi pernikahan di Kecamatan Patamuan tersebut tidak ditemukan jenazahnya.
“Melihat parahnya kondisi Padang Pariaman saat itu, terbesit di hati Ali Mukhni siapapun yang bakal memimpin Pariaman pada 2010-2015 bakal sulit mengembalikan kemajuan Padang Pariaman. Dan ternyata amanah itu malah dipercayakan pada saya,” ungkapnya. 
Karena amanah telah disandangkan ke pundaknya, Ali Mukhni melakukan upaya-upaya agar Padang Pariaman bisa pulih dan berkembang hingga saat ini. Ternyata rahasianya adalah menyatukan ranah dan rantau untuk kemajuan Padang Pariaman di bawah ridha Allah SWT. (*)

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang