Kelestarian Buku Dikalangan Millenial

Oleh: Leni mustia 
Mahasiswa jurusan sastra minangkabau. UNAND 

Setiap tanggal 17 Mei, merupakan hari buku nasional. Tanggal tersebut dipilih karena bertepatan dengan momentum peresmian Perpustakaan Nasional pada tanggal 17 Mei 1980.  Selain tanggal 17 Mei yang diperingati Hari Buku Nasional, pada tanggal 23 April diperingati juga Hari Buku Dunia. Word Book Day digagas oleh Organisasai Pendidikan, keilmuan dan kebudayaan PBB (United Nastions Education Scientific and cultural organization) UNESCO, pada 1995.
Tujuan dari ditetapkannya Hari Buku Nasional adalah untuk meningkatkan minat dan kegemaran membaca masyarakat Indonesia. terutama pada anak-anak usia dini, sangat dianjurkan untuk orangtua mengajarkan anak-anaknya supaya lebih menyukai buku, dengan itu maka bisa berjalan sendiri minatnya untuk mau membaca buku, karena buku itu ialah gudang sejuta ilmu.  Banyak ilmu-ilmu yg kita ketahui dari membaca buku, dan fikiran kita juga bisa berkreatifitas sendiri dengan diakibatkan membaca tersebut. 
buku juga memiliki berbagai macam jenis. Ada buku anak-anak seperti buku mengambar, buku cerita, dll. Ada juga buku untuk orang dewasa atau buku untuk anak sekolahan yang menyangkut pembelajaran, buku lagu. Dan masih banyak lagi yang lainnya. 
Kita dituntut dari kecil untuk bisa membaca, menulis, supaya kalau sudah besar kita bisa berfikiran kreatif, mempunyai banyak ilmu,  dapat mengetahui hal-hal yang belum kita ketahui sebelumnya melalui membaca buku. Banyak orang bilang buku itu ialah gudangnya ilmu, jendela dunia. Semuanya yang ingin kita ketahui ada di dalam buku tersebut tergantung cara kita untuk bisa memanfaatkannya dengan baik. 
Dengan adanya Hari Buku Nasional ini di harapkan dapat melestarikan budaya membaca buku serta meningkatkan penjualan buku. Agar generasi-generasi muda saat ini mau untuk membaca buku. Kita tidak akan tahu segala macam bentuk, dengan tidak membaca buku. Maka dari itulah diharapkan kepada generasi-generasi milenial saat ini untuk lebih bisa mempunyai niatan untuk membaca buku. Dari yang saya lihat diperpustakaan tidak banyak siswa-siswa yang mau membaca buku, mereka lebih asik mencari apapun itu melalui internet, padahal itu kan belum tentu fakta dan terperinci. Berbeda dengan buku, buku lebih detail isinya, pengatahuan yang didapat karena rata-rata isi dari dalam buku real adanya. Jadi, mulailah dari sekarang untuk lebih banyak membaca buku. Membaca ialah pondasi ilmu.

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang