Introspeksi dari Sholat


 
Oleh : M. Aksha Indra Dwipa 
Mahasiswa Sastra Minangkabau Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas 

Dalam menjalani kehidupan,  setiap manusia tentu pernah merasa berada dalam situasi terberat atas ujian dari Allah SWT. Setiap manusia pun memiliki cara berbeda-beda dalam menghadapi hadirnya permasalahan atau problematika tersebut. Ada yang dengan sabar dan tawakal berpasrah kepada Allah, tapi sebaliknya ada pula manusia yang semakin jauh dari Tuhan-Nya karena merasa telah di uji melampaui batas kemampuannya.

Padahal pada hakikatnya, Allah tidak akan menguji atau memberi cobaan kepada hamba-Nya diluar batas kemampuannya,  sebagaimana telah dijelaskan pada Al-Qur'an surah Al-baqarah ayat 286, "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir."

Jika kita selaku hamba-Nya merasa ujian yang diberikan Allah SWT itu sangat berat, bahkan mungkin kita sampai ingin menyerah dan tidak mampu untuk menghadapi, sebetulnya ada yang salah dalam diri kita. Ada yang harus kita introspeksi dalam diri kita. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al-Baqarah Ayat 153, "Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar."

Dari ayat tersebut di atas, telah jelas bahwa jika kita sedang diuji oleh Allah SWT, untuk menyelesaikannya kita harus berusaha, bersabar dan mendekatkan diri kepada Allah yaitu dengan memperbanyak sholat. Namun, jika kita sudah berusaha, bersabar dan jalan keluar dari masalah tersebut belum juga kunjung datang, yang perlu di perbaiki adalah sholat kita.

Shalat adalah saat dimana kita mengadu semua permasalahan yang dihadapi di dunia kepada Sang Pencipta Alam Semesta. Jika kita merasa bahwa shalat kita belum fokus dan benar, setidaknya kita menyadari bahwa disitulah asal mula ujian yang diberikan oleh Allah tak kunjung selesai. Logikanya, bila ibadah yang kita lakukan saja belum sungguh-sungguh, bagaimana Allah akan bersunguh-sungguh menuntaskan permasalah yang kita hadapi?

Yang paling utama yaitu kita sholat karena kita butuh Allah untuk mengampuni dosa-dosa dan memudahkan urusan kita. Shalat bukan sekedar kewajiban kita sebagai umat muslim, melainkan juga kebutuhan bagi kita, untuk meningkatkan iman dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta Alam.

Pada intinya, bila masalah yang kita hadapi tidak kunjung usai, marilah kita memperbaiki sholat dan mengadu kepada Sang Pencipta masalah tersebut. Allah menciptakan cobaan untuk hamba-Nya tentu dengan jalan keluar. Tidak ada masalah yang tidak memiliki jalan keluar.

Hanya saja bila manusia belum menemukan jalan keluar tersebut.  Allah masih menginginkan kita untuk berusaha dan tawakal. Dengan memperbaiki ibadah, dimulai dari Sholat yang kita tunaikan, dan menjadi salah satu usaha untuk berserah diri kepada-Nya dan memohon dengan sungguh-sungguh akan bantuan-Nya.

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang