AKIBAT CORONA RAMADHAN JADI BERBEDA

Riskan Alfajri, Mahasiswa Jurusan Sastra Minangkabau, Universitas Andalas.
Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kelender islam (hijriyah), dan dirayakan oleh umat muslim di seluruh dunia dengan menunaikan ibadah puasa (saum), dan memperingati wahyu yang turun pertama kepada nabi Muhammad menurut keyakinan umat muslim. perayaan tahunan ini dihormati sebagai salah satu dari rukun Islam. Bulan Ramadhan berlangsung  selama 29-30 hari berdasarkan pengamatan hilal, dengan cara melihat anak bulan, dan berdasarkan aturan yang tertulis dalam Hadist.

Kata Ramadhan berasal dari akar bahasa arab yaitu ramida atau ar-ramad, yang berarti panas yang menghanguskan atau kekeringan. Puasa Ramadhan hukumnya Fardhu (diwajibkan) untuk Muslim dewasa, kecuali mengalami halangan untuk melakukannya seperti sakit, dalam perjalanan, sudah tua, menyusui, atau sedang mengalami menstruasi. Kewajiban berpuasa pada bulan Ramadhan turun pada bulan Sya'ban tahun kedua setelah hijrahnya umat Muslim dari Makkah ke Madinah. 

Selama berpuasa dari waktu sahur hingga datangnya waktu untuk berbuka, seorang Muslim dilarang untuk makan dan minum, minum cairan apapun, merokok dan berhubungan seksual. Selain itu, mereka diperintahkan untuk menjauhkan segala hal yang mendatangkan dosa seperti menghina, berbohong, ataupun berkelahi. Pendekatan spiritual di bulan Ramadhan biasanya ramai dilakukan, seperti memperbanyak sholat dan rajim membaca Al-Qur'an. 

Kekhususan bulan Ramadhan bagi pemeluk agama Islam tergambar pada Al-Qur'an pada surat Al-Baqarah ayat 183 yang artinya:
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertaqwa"

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah yang kedatangannya sangat dinanti oleh umat Muslim di seluruh dunia khususnya di Indonesia, karena pada saat bulan Ramadhan terdapat tradisi dan kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat setiap tahunnya. 

Indonesia adalah negara yang beragam terdiri atas beberapa pulau-pulau, dengan keberagaman itulah menjadikan Indonesia memiliki banyak tradisi dan kebiasaan yang beragam  disetiap pulaunya. Misalnya tradisi di Sumatera Barat pastilah berbeda dengan daerah di pulau Jawa, begitu juga dengan tradisi penyambutan di bulan suci Ramadhan, contohnya di Sumatera Barat (Minangkabau) terdapat berbagai macam tradisi yaitu.

Malamang, adalah tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Minangkabau menjelang datangnya bulan puasa atau dilakukan di akhir bulan sya'ban, mereka akan beramai ramai membuat lamang atau lemang yang terbuat dari ketan.
Balimau. Balimau adalah tradisi mandi menggunakan jeruk nipis yang berkembang dikalangan masyarakat Minangkabau dan biasanya dilakukan dikawasan tertentu yang memiliki aliran sungai, mata air, dan pemaindia umum lainnya. Diwariskan secara turun-temurun dan berlangsung selama berabad-abad.

Tidak hanya memiliki tradisi saja yang ada dalam masyarakat, selain itu juga terdapat kebiasaan yang dilakukan dalam penyambutan ataupun saat bulan Ramadhan berlangsung. Seperti sholat Tarawih, shalat tarawih adalah sholat sunnah yang dilakukan khusus hanya dilakukan padabulan Ramadhan. Tarawih dalam bahasa Arab yang memiliki arti "waktu sesaat untuk istirahat", waktu pelaksanaan shalat tarawih ini adalah selepas isya, biasanya dilakukakan berjemaah di Masjid maupun di Mushalla. Shalat tarawih ini penyelenggaraanyaa tidak dilakukan pada Ramadhan di tahun 2020 ini, padahal balimau adalahtradisi yang tidak hanya berfungsi untuk menyucikan diri saja, melainkan menyucikan hati juga. Pada saat balimau di sungai dan tempat pemandian lainnya, kita akan bertemu dengan banyak sekali orang yang juga balimau, hal itu juga menjadi ajang silaturahmi dan saling bermaaf-maafan guna menyucikan diri untuk menjalankan ibadah puasa.

Selain itu, penyelenggaraan shalat tarawih di Masjid tidak sepenuhnya terjalankan, hanya beberapa Masjid dengan sedikit jamaah yang menjalankan shalat tarawih secara berjamaah.
Hal itu semua terjadi diakibatkan oleh virus corona yang sudah menjadi ancaman terbesar bagi kehidupan masyarakat untuk saat ini, yang mana berdasarkan anjuran pemerintah yang menghimbau agar seluruh masyarakat tidak melakukan aktivitas diluar rumah dan menghindari kerumunan agar terhindar dari virus yang mematikan ini. Oleh sebab itu tradisi balimau tidak terjalankan dan shalat tarawih pun penyelenggaraannya menjadi terhalang.

Anjuran pemerintah tersebut bertujuan agar penyebaran virus corona tersebut menjadi meluas, maka sebagai masyarakat hukum tentunya kita harus menjalankan anjuran yang diberikan. dengan senantiasa dirumah dan menjauhkan diri dari kerumunan, supaya virus corona ini menghilang dan kehidupan sosial menjadi lancar kembali.

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang