TANTANGAN MENUJU RAMADHAN


Oleh : Eja Fatimah
Mahasiswa Jurusan Sastra Minangkabau Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas


Hanya hitungan waktu saja, menuju hari yang penuh dengan keberkahan. Hari-hari yang melimpahkan pahala yang begitu banyak. Bulan ramadhan, itulah sebutannya bagi umat islam. Dari 12 bulan yang ada, bulan ramadhanlah yang sangat di nanti dan di tunggu. Seluruh umat islam sangat bahagia bila sudah mendekati bulan ini.
Biasanya beberapa hari sebelum ramadhan datang, masyarakat akan sibuk dengan beberapa kegiatan. Seperti, berziarah kekuburan, lalu dengan membersihkan rumah. Agar terlihat rapi, supaya keberkahan berlimpah datangnya. Karena, kita semua tau bahwa “ kebersihan itu sebagian dari iman “.
Namun, inilah nayatanya sekarang. Bukan hanya umat islam yang bersedih hati. Tetapi, seleuruh umat manusia di dunia ini. Terutama kota padang sumatera barat. Diawal kedatangan tahun ini seluruh umat manusia di kejutkan dengan adanya pandemi covid-19 yang disebut juga dengan istilah corona. Penyakit ini adalah penyakit menular. Sudah ribuan orang yang dinyatakan positif, dan sudah banyak pula yang direnggut nyawanya karena virus ini. Tepatnya di kota padang sudah lebih dari 50 orang yang terserang virus corona ini. Sudah ada juga yang sembuh, tapi nayatanya yang sembuh itu hanya sebagian kecil saja. Yang meninggal akibat virus ini juga ada di kota padang.
Sangat di sayangkan sekali, tidak akan lama lagi, ramadhan itu datang, tetapi kita masih harus berjuang melawan virus yang sungguh mematikan ini. Ditambah lagi dengan adanya PSBB ( Pemabatasan Sosial Berskala Besar ) pembatasan ini sangat ketat yang akan dilaksanakan pada tanggal tanggal 22 april 2020 ini. Tepatnya kemaren sudah di terapkan peraturan tersebut, agar kita dapat memutus rantai penyebaran virus tersebut.

Adapun peraturan tersebut akan berlaku salah satunya “ melaksanakan ibadah dirumah “. Inilah yang membuat ramadhan tahun ini sangat membuat hati pilu. Bagaimana tidak, biasanya ramadhan inilah yang dapat menjalin tali silaturahmi antar sesama tetangga, dan sesama umat islam. Ketika diadakannya sholat taraweh, disana lah ramadhan itu terasa hangat. Ketika menjalankan ibadah berjamaah tersebut. Sekarang, tempat ibadah akan sepi, akan tetapi kita juga harus memutus rantai peneybaran virus ini. Semuanya akan diserahkan kepada Allah SWT. Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha dan tidak lupa pula berdo’a agar keadaan ini cepat membaik. 
Dalam menyambut bulan suci ramadhan biasanya masyarakat memiliki tradisi balimau, dan biasanya dilakukan disungai-sungai besar. Tapi kali ini cukup dirumah saja, agar tidak terjadi hal yang tak di inginkan.
Walaupun kita hanya akan dirumah saja, marilah kita untuk membuat kediaman kita ini menjadi produktif. Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan selama dirumah saja. Seperti, membersihkan setiap sudut rumah kita, karena selama ini kita hanya sibuk melakukan aktivitas diluar rumah seperti bekerja dan sebagainya. Dalam hal membersihkan rumah ini juga dapat menjaga kesehatan kita, walaupun hanya dilakukan dirumah. Jarena kebersihan dirumah sangatlah penting. Agar penyakit-penyakit yang lain tidak datang kepada kita.
 Selanjutnya kita juga dapat lebih mendekatkan diri lagi kapada yang maha kuasa. Agar kita selalu ingat kepadaNya. Pandemi ini sebenarnya adalah teguran dari yang maha kuasa agar kita ingat, bahwa dialah yang berkuasa atas segalanya. Mungkin selama ini kita terlalu sibuk memikirkan dunia ini, sehingga kita lupa bersukur terhadapNya.

Beberapa hal diatas dapat kita lakukan dalam menjaga jarak menuju ramadhan ini. Semoga saja dalam beberapa hari kedepan wabah penyakit ini bisa berakhir dengan cepat. Agar kita semua kembali mendapatkan hangatnya bulan ramadhan yang kita nanti-nanti ini. Marilah kita penuhi aktivitas dirumah dengan hal yang produktif tersebut.


No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang