Seniman sastra lisan ( randai ) yang mendunia



Oleh:Muhammad satria erlangga

Yummartia atau yang sering disapa Pak Oyong, islam, lahir di Pasaman, 28 maret 1960. Dia adalah anak pertama dari dua bersaudara. Orang tua laki-laki bernama Serma Hambrul Hamid dan ibu bernama Nursila berprofesi sebagai guru SD. Yummartias sekarang sudah mempunyai 3 orang anak. Istri pernama di karuniai 2 anak bernama Yuda Oka Pratama dan Yovi Boni, keduanya lulusan sastra inggris di unand istri kedua di karuniai 1 orang anak bernama Rindang yang sekarang bersekolah di smkn 7 padang jurusan kecantikan. Yummartias sekarang tinggal di komp rindang alam RT 1 RW 3 no.23 kel. Koto lua-pauh, kota Padang, Sumatra Barat.


Pak Oyong adalah seorang seniman sastra lisan yang bergerak di bidang kesenian randai. Randai adalah salah satu kesenian sastra lisan yang mana bertujuan untuk sebagai seni pertunjukan hiburan yang didalamnya juga disampaikan pesan dan nasihat. Pak Oyong memulai belajar randai sejak kelas 6 sd tahun 1975. Pak oyong mencintai randai dari kecil hingga sekarang dan isi kepalanya hanya randai-randai dan randai. Menurut dia randai itu bagian dari hidupnya karena sebagian dari hidupmya dihabiskan untuk randai. Hingga ia masuk SMKI jurusan teater pada tahun 1980 dan tamat 1985, dia tetap menekuni randai selama bersekolah disana. Sekarang menjadi guru disana mengajar randai. Berbagai penghargaan didapatkan melalui randai. Di tahun 94 pertukaran kebudayaan Indonesia-malaysia di Malaysia, tahun 98 pekan pameran nasional di singapura, tahun 2001 madrid spanyol pertukaran budaya indosenia-spanyol, 2012-2016 ikut event festival seni internasional di jogja.pak oyong Aktif sebagai juri randai baik provinsi dan kabupaten kota. Pak oyong juga sebagai pelatih randai di sanggar buluah songsang dan di smk n 7 padang dan juga melatih randai untuak wna yang ingin belajar randai seperti dari Australia,swedia,rusia.
Dari tamat smki langsung nyambung ke ikip Jogjakarta dengan jurusan seni pertunjukan teater. Sertifikat di bidang seni sudah tidak diragukan lagi.. sangat banyak, di di muat 1 rumah bisa di bangun dengan sertifikat (kata pak oyong).selain aktif di budang randai, pak oyong juga aktif membuat naskah randai dan naskah teater. Naskah yang ia buat ialah siti johari,gadih minang sati, umbuik mudo, sabai nan aluih, rajo sipatokah, dan sekarang maskah randai sutan pamuncak pulang ka bako, dan sekarang sedang membuat naskah sutan budiman, ada juga naskah kucatak minang,
Pandangan pak oyong terhadap randai ialah ia berkata saya sangat antusias erhadap randai karena saya salah seorang pecinta randai, makanya sejak tahun 75 kelas 6 sd sudah bermain randai sampai hari ini. Tujuan pak oyong adalah menggali membina, mengembangkan dan melestarikan kebudayaan sumatera barat khususnya randai.setiap lomba randai yang siapa pun menyelenggarakan selalu ikut dan selalu juara karena terbukti ada ciri khas yang ada di randai pak oyong yaitu tapuak galembong yang berenergi, menggebu-gebu, dan berirama merdu. Di sumatera barat pelaku seni pasti kenal dengan pak oyong karena randai nya. Tak jaran kalau ada festival atau lomba randai dan pak oyong ikut pasti grup lain pasrah.
Randai dahulu dengan sekarang berbeda, kalau dulu randai tidak pakai naskah dan hanya sastra lisan yang diberikan, yang dikatakan oleh tuo randais. Tuo randai itu adalah orang yang tau  semua tentang randai, naskah , gerak,silat, tapuk galembong, musik . Randai memakai naskah itu pak oyong bilanh sejak pak oyng masuk smki tahun 1980 disitulaj pak oyong mengenal naskah randai, perbedaan nya juga terlihat di waktu nya, dulu randai bisa 1 hari, bisa 1 malam, sedangkan sekarang tergantung permintaan, ada 1 jam ada 30 menit ada juga 45 menit. Dan pak oyong sangat bangga sekrang karena randai itu tidak lagi Cuma orang di sumatera barat tetapi sampai ke Negara lain seperti german, swiss.menurut pak oyong randai di zaman sekarang meningkat karena sekarang randai sudah ada di kalangan anak sd,smp,dan sma. Juga sekarang banyaknya lomba-lomba atau festival-festival randai. Ada juga sekrang alek nagari di berbagai kabupaten kota di sumatera barat yang mengadakan penampilan randai
Didikan pak oyong sebagai pelatih randai sangat keras karena saya sendiri pernah merasakannya selama 3 tahun di sekolah. Pak oyong orang yang disiplin, tegas, berwibawa. Dia sangat peduli terhadap murid-muridnya. saya sering meminta uang jajan ke pak oyong dan memang dia kasih terus karena saya merasa dia seperti ayah saya dan pak oyong menganggap saya seperti anaknya sendiri. Yang unik dari pak oyong ialah suka bercerut kepada murid-muridnya akan tetapi kami para murid-muridnya tidak marah dan kesal akan hal itu melainkan gembira karena kami menganggap carutan itu adalah penyemangat kami untuk berproses selama bersekolah di smkn7 padang. Saya pernah di lempar botol air, sepatu, hingga tongkat sapu pun kami sering kena lempar karena sering buat kesal pak oyong, akan tetapi kami lagi-lagi ridak marah dan kesal ataupun dendam kepada pak oyomg, melainkan senang karena itu penyemangat bagi kami. Pak oyong sering kelas kepada murid-muridnya karena di setiap latihan kami tidak dapat apa yang disuruah oleh pak oyong, hingga berkali-kali diulangpun tetap saya salah dan itulah yang membuat pak oyong marah hingga barang-barang yang ada disekitarnya di lemparkan kepada kami.

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang