Sambut Ramadhan masyarakat sijunjung melakukan Ratik Tolak Bala

Penulis, 

Kezy Sepriani
www.jurnalissumbar.id
Tolak bala berasal dari kata dasar tolak. Tolak bala adalah penangkal bencana (bahaya, penyakit, dan sebagainya). Tak ada orang yang mengiginkan musibah datang menimpa dirinya. Sayangnya musibah bisa datang kapan saja dan dimana saja tanpa terduga. Hal tersebut tentu atas kehendak allah SWT. Meski kita tidak bisa menolak apapun yang telah ditetapkan oleh Allah, sebagai umat muslim kita dianjurkan untuk berdo’a dan memohon keselamatan dari segala musibah. Salah satu caranya ialah dengan melantunkan do’a tolak bala agar terhindar dari segala macam bencana, musibah, malapetaka dan berbagai hal buruk lainnya. 
Ratusan warga  nagari Sibakur, Kecamatan Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung menggelar prosesi ratik tolak bala dengan berjalan kaki sambil membawa obor dan berkeliling kampung menyambut bulan suci ramadhan. Acara tolak bala tersebut dipimpin oleh para alim ulama, tuanku, labai dan tokoh-tokoh masyarakat. Di sepanjang jalan yang ditempuh sekitar 5 kilo semua alim ulama dan masyarakat  setempat  membaca kalimat tauhid dengan suara yang keras  sebagai permohonan do’a kepada allah SWT, agar kampung dijauhkan dari segala bala, musibah, azab, dan diberi ketenangan dalam menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan yang akan segera datang.
Wali nagari Sibakur Syafris D.A mengatakan, ritual ratik tolak bala yang dirangkai dengan pawai obor merupakan tradisi turun-temurun dalam menyambut ramadhan. Ritual ini merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan oleh masyarakat setempat untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan” kata tokoh masyarakat setempat, Muhammad Maryuki di Sibakur. Warga sekitar rutin melaksanakan acara tolak bala Karena kegiatan tersebut dilaksanakan setahun sekali. Jalanan di daerah tersebut sangat ramai dipadati oleh masyarakat setempat. Masyarakat sekitar sangat antusias mengikutinya mulai dari anak kecil sampai lanjut usia.
Kegiatan ini merupakan suatu keharusan yang sudah dilakukan oleh orang tertua sedari dahulu. Dalam rangka mencegah dan berharap kepada allah agar terhindar dari segala penyakit, maka kegiatan seperti ini perlu kita galakkan kembali,” ujar Bapak Umar selaku ulama di kampung tersebut. Ia berharap dengan kegiatan tersebut dapat meningkatkan silatuhrahim antarwarga dan daerah itu dijauhkan dari segala macam bencana, musibah, malapetaka dan berbagai hal buruk lainnya. Sebagai generasi muda, penulis juga ikut meramaikan acara tersebut guna mengenal sejarah dari sudut kecil negeri ini. 

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang