RAMADHAN



Oleh : Fauzan aziman caniago
Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan, bulan yang suci, dan bulan yang sangat ditunggu-tunggu ummat islam sedunia. bulan ramadhan akan tiba sebentar lagi, bahkan tanpa di sadari bulan ramadhan tinggal hitung hari akan berjuma dengan kita. Jadwal puasa pada tahun 2020 ini akan jatuh pada hari jum’at bertepatan pada tanggal 24 April 2020 yang menandakan hari pertama bagi seluruh ummat muslim terkhususnya di Indonesia untuk menjalankan ibadah puasa. Dan sedangkan akhir puasa atau bulan ramadhan akan brakhir pada hari sabtu, 23 Mei 2020. Dampak baik dari bulan puasa bagi ummat muslim yaitu di bukanya pintu surga dan di tutupnya pintu neraka, dengan kata lain taubat di bulan ramadhan sangat di terima karena bulan ramadhan bulan yang penuh keberkahan dan bulan penuh ampunan bagi ummat muslim sedunia.
Berbicara tentang bulan ramadhan ini tidak akan ada habis-habisnya dalam mengkaji kebaikan yang ada didalamnya, karena bulan suci ramadhan memiliki sejuta kebaikan yang di berikan kepada ummat muslim yang menjalankan. Karena Allah  telah memerintahkan di dalam Al-qur’an Surah Al-Baqarah, ayat 183 yang berbunyi : ( Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa ). Di dalam ayat ini telah jelas bahwa perintah Allah bagi ummat islam bahwasannya di wajibkannya untuk berpuasa dibulan ramadhan agar ummat islam selalu bertaqwa kepada Allah. Kata wajib yang tertera dari arti ayat tersebut menekankan bahwasannya harus dikerjakan jika dalam keadaan tubuh sehat secara jasmani dan sehat secara rohani, dan jika tidak di kerjakan maka dosalahh yang  akan mereka dapatkan.
Salah satu kebaikan Allah yang terlihat dalam printah untuk berpuasa ini yaitu, Allah tidak memaksakan bagi orang-orang yang tidak mampu secara batin dalam mengerjakan ibadah puasa ini. Jika seseorang ummat islam tidak berpuasa dengan alasan yang memang tidak dapat mengerjakan ibadah puasa, maka seseorang tersebut dapat menggantikannya di hari lain, itulah kemudahan yang di berikan Allah kepada kita semua agar kita dapat mengerjakan ibadah puasa dengan tenang tanpa ada tekanan dan paksaan sedikitpun. Dalam bulan ramadhan ada beberapa golongan orang yang di perbolehkan tidak berpuasa yaitu, ada empat golongan orang yang di perbolehkan tidak berpuasa.
 a.Orang yang sakit
  Allah berfirman didalam surah Al-Baqarah ayat 185, yang berbunyi “ Dan barang siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari lain. Orang sakit yang  diizinkan tidak berpuasa adalah orang sakit apabila menjalankan puasa, dapat memperparah kondisi yang bersangkutan. Meski tidak berpuasa, namun orang tersebut harus membayar puasanya tersebut.
b.Orang yang sedang dalam perjalanan jauh Nabi Muhammad bersabda dalam hadis riwayat Muslim, “Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam ketika bersafar melihat orang yang berdesak-desakan. Lalu ada seorang yang diberi naungan. Lalu Nabi shalallahu’alaihi wa sallam mengatakan, “Siapa ini?” Orang-orang pun mengatakan, “ Ini adalah orang yang sedang berpuasa. “kemudian Nabi shalallahu’alaihi wa sallam bersabda, “ Bukanlah suatu yang baik seseorang yang berpusa ketika dia safar”. Jadi, apabila seseorang yang melakukan perjalanan jauh saat berpuasa diizinkan untuk tidak berpuasa apabila kondisinya berat dan menyulitkan. Namun, orang tersebut wajib mengganti puasanya di kemudian hari.
c.Orang lanjut usia (lansia)
Orang tua yang tiak mampu menjalankan puasa diberi kelonggaran untuk tidak berpuasa. Sebagai gantinnya, orang  tersebut diwajibkkan untuk membayar (fidyah) yaitu dengan memberi makan fakir miskin setiap kali orang tersebut tidak berpuasa. Allah berfirman didalam Al-qur’an ayat 184, “Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika tidak berpuasa) membayar  fidyah, yaitu “memberi makan seorang miskin.”
d.Wanita hamil dan menyusui
Nabi bersabda dalam hadis riwayat Ahmad, “Sesungguhnya Allah’azza wa jalla menghilangkan pada musafir separuh shalat. Allah pun menghilangkan puasa pada musafir, wanita hamil dan wanita menyusui.” Apabila ibu sedang mengandung dan menyusui tidak mampu berpuasa, Allah meringankan untuk tidak berpuasa dan menggantinya di kemudian hari. Sementara satu golongan yang dilarang untuk berpuasa adalah wanita dalam keadaan haid dan nifas. Nabi bersabda dalam Hadis Riwayat Bukhari, “Bukankah ketika haid, wanita itu tidak shalat dan juga tidak puasa. Inilah kekurangan agamanya.” Wanita yang haid dan nifas dilarang berpuasa selama masa haid dan nifas tersebut. Namun, mereka tetap harus mengganti puasa di kemudian hari.
Maka dari itu sebelum datangnya bulan suci ramadhan hendaklah kita mempersiapkan diri kita agar kita mampu melaksanakan ibadah puasa dengan nyaman tanpa ada hambatan sedikitpun. Berpuasa di bulan ramadhan bukan hanya sekedar berpuasa, akan tetapi ibadah puasa tidak akan lengkap jika kita tidak mengkolaborasikan ibadah shalat lima waktu dengan ibadah puasa. Karena mereka sangat erat hubungannya, jika saja kita berpuasa akan tetapi kita tidak mengerjakan shalat maka ibadah puasa kita tidak lengkap dan pahala puasa kita pun akan berkurang. Selain itu juga, berpuasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga saja. Ibadah  puasa juga kita harus menjaga tutur  kata, menjaga mata, menjaga sikap atau prilaku dan tindakan-tindakan lain yang berbau hal menentang ajaran islam agar ibadah puasa kita bisa berjalan dengan lancar dan kitapun mendapatkan pahalanya dengan baik.

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang