PERKEMBANGAN RANDAI DI MASA ERA GLOBALISASI


OLEH : FEBRIA MAYANG RAHAYU
SASTRA MINANGKABAU, UNIVERSITAS ANDALAS

Memasuki era globalisasi yang sarat dengan berbagai perkembangan dan perubahan yang terjadi di berbagai sektor seperti sektor ekonomi, politik, sosial, budaya dan ilmu pengetahuan beerdampak terhadap pergeseran nilai-nilai dan fungsi kebudayaan tradisional yang ada. Berbagai perubahan tersebut ikut mempengaruhi ketradisian pada pertunjukan Randai di Minangkabau.
Sebagai suatu seni yang tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat Minangkabua, bagaimanapun dengan masyarakatnya Randai adalah satu produk seni yang dihasilkan oleh masyarakat Minangkabau dan masyarakat Minangkabau pulalah yang menentukan kemana arah perkembangan dari kesenian randai tersebut. Sebagai kesenian tradisional yang dimiliki secara kemunal oleh masyarakat Minangkabau, Randai harus pula tunduk pada norma, etika dan segala sesuatu yang terdapat dalam kehidupan sosial masyarakat.
Dengan adanya perubahan yang terjadi di berbagai negara di belahan dunia, mau tidak mau masyarakat Minangkabau sebagai makhluk sosial, harus berada dalam orbit perubahan tersebut yang pada gilirannya terjadi pula perubahan pada kesenian Randai yang sebagai salah satu produk dari masyarakat. Perkembangan randai pada era milenial sekarang ini terletak pada beberapa hal yaitu, pola garap, musik iringan, bentuk gerak, bahasa yang digunakan dalam dialog, cerita yang di sampaikan, dan permainan legarannya. Biasanya randai pada zaman dahulu menceritakan persoalan yang bersifat masalah tradisi saja, sekarang karena makin berkembangnya zaman, teknologi , randai juga sudah terpengaruh sudah fleksibel baik dalam mengangkat masalah tradisonal maupun universal.
Perkembangan pada pola garap terletak pada kemasan randai secara keseluruhan. dalam garapan randai, lelucon biasanya di pakai hanya sebagian kecilnya saja. Berbeda dengan sekarang, sekarang ini bahkan lelucon yang digarap hampir digunakan pada setengah pertunjukan randai. Pada bagian yang lain gerak yang hanya dalam pola randai lingkaran (legaran) suatu ketika bisa membentuk formasi diluar lingkaran. Gerak yang biasanya selalu memainkan motif pencak silat seperti serang bela atau disebut balabek galombang, pada saat sekarang ini sudah divariasikan dengan menggunakan tarian bentuk, bahkan ada yang menggunakan tari yang utuh untuk bisa di tampilkan atau disajikan kepada penikmatnya.
Sekarang ini Pada bagian musik iringan tidak selalu bersifat tradisional akan tetapi proses kreativitas para pemain , mereka bisa mengemas musik dengan indah dan memasukkan irama-irama musik pop Minang. adakalanya dalam penggarapan musik untuk mendukung pertunjukan randai, dimasukkan unsur musik dangdut tetapi syairnya yang sudah dimodifikasi dengan syair Minangkabau. Hal ini dilakukan mengingat selera masyarakat yang terus berkembang sesuai pasar seni pertunjukkan yang makin hari makin berkembang.
Perkembangan dalam bentuk gerak tidak lagi kaku dengan pola-pola dasar pencak silat, pada bagian lain ditonjolkan atraksi gerak yang keluar dari strandar kebiasaan pencak silat, sehingga agak menonjol unsur gerak lain seperti gerakan tari-tarian. Gejala ini muncul karena seiring dalam pertunjukan randai dari setiap nagari, dimana gerak yang ditampilkan kurang dapat membangun suasana penonton, akhirnya pertunjukan randai membuat jemu penonton. Oleh sebab faktor yang demikian, gerak randai di kembangkan dengan menggunakan gerak aktraktif seperti gerak tarian.
Didalam berdialog yang dahulunya tidak boleh keluar dari konteks bahasa Minang yang baku, akan tetapi pada saat era milenial sekarang ini sudah ada diselipkan bahasa Nasional yaitu bahasa Indonesia. bahasa sengaja dipilih agar konteks cerita dapat dikomunikasikan dengan baik dan sangat mudah di pahami oleh penikmatnya. Bahkan semakin berkembangnya randai sudah seluruhnya menggunakan bahasa Indonesia, ini biasanya terjadi pada acara ivent-ivent yang bersifat Nasional.
Cerita yang disampaikan tidak lagi yang harus menceritakan tentang legenda, cerita rakyat, maupun kaba-kaba. Cerita yang dikemas juga melihat situasi dan kondisi kehidupan sosial budaya yang terjadi di dalam kehidupan masyarakat di era milenial sekarang ini. Bahkan randai dapat menyampaikan pesan tentang masalah bencana alam, kempanye pemilu dan banyak hal yang lainnya yang bisa diceritakan dalam pertunjukan randai.

1 comment:

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang