LKKS Bagikan Sembako Untuk Keluarga Kurang Mampu Terdampak Covid-19

Pandemi Covid-19 membawa dampak ekonomi terhadap masyarakat Sumbar khususnya dan Indonesia umumnya. Sungguh berat beban yang harus ditanggung mereka saat ini.

Bahkan warga yang sebelumnya hampir miskin jatuh ke dalam kelompok miskin (kurang mampu) saat ini. Fakta ini  menjadi perhatian Ketua Umum LKKS Sumbar, Hj Nevi Zuairina.

"Covid-19 telah berdampak signifikan terhadap masyarakat daerah kita. Melihat dampak ekonominya, kita harus bergerak cepat membantu masyarakat. Alhamdulillah dalam waktu singkat dapat kita himpun bantuan sembako," ujar Nevi Zuairina, Kamis 9 April 2020.

Istri Gubernur Sumbar itu menegaskan bantuan sembako ini diharapkan dapat meringankan sedikit beban masyarakat kita. Kita dahulukan yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Saat ini dibagikan 1.000 paket sembako senilai Rp.100.000. Paket itu dibagikan ke kabupaten/kota di Sumbar. Adapun isi paket terdiri dari beras sebanyak 5 kilogram, gula pasir, minyak goreng, mie instan.

Paket sembako yang disalurkan LKKS Sumbar tersebut, kata Nevi, merupakan bantuan dari Bank Nagari, Askrida, Hotel Emersia, Wardah, Baiturrahmah, Pemprov Sumbar dan para dermawan dari perantau Minang.

"Alhamdulillah di saat wabah melanda, masih banyak yang tergerak memberikan bantuan. Terimakasih kita ucapkan kepada para dermawan baik dari lembaga maupun pribadi yang menyalurkan bantuannya lewat LKKS Sumbar," ungkapnya.

Ditambahkan Ketua Harian LKKS Sumbar Parlagutan Nasution, bantuan sembako ini bakal didistribusikan ke kabupaten/kota mulai Jumat 10 Januari 2020. Pembagiannya nanti diatur oleh contact person yang diberi tanggung jawab penuh untuk tugas ini. Dia yang membagikan dengan mengantar langsung ke rumah-rumah penerima yang berhak.

"Pokoknya pembagian sembako tetap mengacu pada protokol dari gugus tugas Covid-19. Tidak ada pertemuan yang mengumpulkan orang banyak," tegasnya.


Perkuat Verivali

Banyaknya masyarakat yang terdampak diharapkan menjadi perhatian bersama. Nevi Zuairina mengharapkan dinas terkait untuk memperkuat verifikasi dan validasi (Verivali) data yang masuk.

Nevi berkeyakinan, akibat Covid-19 semakin banyak keluarga kurang mampu baru. Berarti banyak data baru untuk data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) yang harus dimasukkan dan diverifikasi, terutama oleh dinas sosial baik provinsi maupun kabupaten/kota.

Menurut Nevi Zuairina menilai sebagusnya data yang didapat dari lurah atau Walinagari harus langsung diverifikasi dan divalidasi Agar pemberian bantuan tepat sasaran, tidak tumpang tindih.

"Biar keluar uang untuk verivali asalkan datanya valid. Tidak terjadi penumpukan bantuan kepada orang yang sama,' tegasnya.

Nevi menegaskan tak ada alasan seluruhnya dikerjakan di rumah. "Jika perlu ke lapangan ya harus ke lapangan. Ada tim kecil yang harus turun untuk meminimalisir kegaduhan saat bantuan pemerintah disalurkan nantinya," pungkas Nevi. (*)

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang