DAMPAK WABAH CORONA DI DUNIA

Penulis,
Sintya Yunia Zalti

Corona atau covid 19 ialahlah makhluk kecil berukuran 400- 500 mikrometer yang berbahaya dan mematikan. Virus yang berasal dari kota Wuhan China ini menyerang sistem pernapasan manusia. Ada yang mengatakan bahwa pasien yang terinfeksi dan sembuh akan mengalami kerusakan permanen pada paru- paru, dan antibodi. Virus ini sudah menyebar di seluruh dunia, tak sedikit korban berjatuhan. Virus ini menular dari hewan ke manusia, dan dari manusia ke manusia lain melalui sentuhan. Karena ukuran virus ini cukup besar, maka masker jenis apapun bisa menghindari virus ini.
Sampai saat ini belum ditemukan vaksin untuk mengobati virus ini. Namun tercatat ada beberapa orang yang sembuh dari virus ini setelah melakukan isolasi dan perawatan di rumah sakit. Sangat banyak dampak negatif yang ditimbulkan virus ini. Negara di lockdown, tempat ibadah ditutup sehingga ibadah dirumah, sekolah di liburkan, pekerja diliburkan, perkuliahan diliburkan, meski itu di pindahkan di rumah, tapi tak semua pekerja bisa mencari nafkah di rumah, pedagang kaki lima misalnya. Pasar di tutup, itu juga menutup mata pencarian mereka.
Peraturan pemerintah untuk berdiam diri di rumah selama 14 hari, memang sudah merupakan salah satu cara terbaik yang bisa di lakukan untuk memutus berkembangnya virus. Tapi tetap saja tak banyak masyarakat yang mendengarkan, seolah menganggap ini hanya lelucon dan jadi bahan candaan. Bukan tanpa alasan, mereka yang tetap keluar bekerja mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Itulah yang membuat virus berkembang lebih cepat karena ditularkan dari mereka yang sudah terinfeksi.
Virus tersebut menular tanpa kita ketahui, dari uang yang tersentuh, gagang pintu, bersalaman dan sebagainya. Gejala yang ditimbulkan bagi orang yang terinfeksi ialah flu, batuk, demam, hingga sesak nafas. Biasa nya orang yang terkena di hari 1- 3 akan terlihat biasa- biasa saja, dan di hari 5- 6 mereka akan mulai demam, badan lemas dan nafas akan terengah-engah. Ada juga yang mengatakan, mereka yang terinfeksi dan berhasil sembuh akan kebal terhadap virus.
Mendengar berita tentang virus ini setiap hari berdampak buruk pada alam bawah sadar manusia. Informasi ini mempengaruhi jiwa dan fisik seseorang. Jika berita yang diterima seseorang memperlihatkan gambar atau video, bagaimana jenazah yang tergeletak dijalanan dan di rumah sakit, serta bagaimana proses pemakaman jenazah, yang bisa dikatakan kurang layak menurut kodrat kita sebagai manusia. Itu akan menumpuk kecemasan dan kekhawatiran yang membuat stres, lalu imunitas mereka menurun sehingga gampang terserang penyakit.
Sebaliknya jika yang diberitakan masalah pasitif seperti pasien yang telah sembuh, cara meningkatkan imunitas tubuh, serta cara pertahanan diri dari virus maka yang terkena virus tak akan sebanyak sekarang. Karena pada dasarnya hidup dan mati seseorang ialah kehendak sang pencipta. Ketika terkena flu, muncul pikiran bahwa itu Corona. Padahal mereka memang terkena flu biasa. Ibarat perang, mereka sudah kalah sebelum perang. Sebelum tertembak, jiwa mereka telah mati terlebih dahulu karena pikirannya sendiri. Jadi sebelum terkena virus Corona mereka telah terserang virus  ketakutan sendiri.
Di saat pemerintah sedang sibuk- sibuknya melawan Corona, muncul politikus yang mengatakan bahwa pemerintah lambat dalam menangani kasus ini. Mulai dari persediaan masker yang kurang, baju pelindung bagi dokter dan perawat dan sebagainya. Bukannya membantu, tapi malah meragukan usaha pemerintah seakan pemerintah mengacuhkan yang terjadi dengan negara ini. Lain pula dengan hal ekonomi. Ditengah langka nya persediaan masker dan handsanitizer, mereka malah mencari keuntungan dengan menaikan harga masker tersebut. Entah apa yang mereka pikirkan dengan kejadian ini. Entah mereka bersyukur karena keutungan berkali lipat, atau apa.


Untuk itu, hal yang seharusnya dilakukan ialah membantu pemerintah serta tim medis dan aparat lainnya menangani virus dunia ini untuk kebaikan kita bersama. Membantu bisa dengan bentuk masker dan baju pelindung gratis untuk tim medis, dengan menjaga pola hidup sehat, menjaga kebersihan, berdiam dirilah di rumah untuk sementara waktu agar penyebaran virus ini terputus. Serta membantu masyarakat yang membutuhkan, dan tak lupa pula tetap berdoa dan berserah diri kepadanya, sang pencipta semesta.

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang