Hari Tuberkulosis Sedunia, Saatnya Kenali Gejala dan Pencegahannya

Oleh: Siti Juhaira Fitri

Jurusan Sastra Minangkabau Universitas Andalas
“Di tingkat global, TB menjadi penyakit yang mengancam manusia karena tingkat kematiannya tergolong tinggi. Lembaga Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa tiap tahunnya, terdapat
sekitar 10 juta orang meninggal akibat TB. Jumlah ini mengantar TB sebagai penyakit
berbahaya dengan tingkat kematian di atas HIV/AIDS.”


Hari ini, tanggal 24 Maret diperingati sebagai Hari Tuberkulosis Dunia (TB). Setiap
tahunnya diperingati untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak kesehatan,
sosial dan ekonomi dari TB yang menghancurkan dan untuk meningkatkan upaya untuk
mengakiri epidemi TB global. Tanggal ini menandai hari pada tahun 1882 ketika Dr. Robert
Koch mengumumkan bahwa ia telah menemukan bakteri Mycobacterium tuberculosis penyebab
TB, yang membuka jalan menuju diagnosa dan penyembuhan penyakit ini.
Belakangan ini juga, warga dunia dicekam wabah korona Covid-19 yang telah
menjangkiti 335 ribu orang di 173 negara hingga 23 Maret 2020. Pandemi korona ini
menimbulkan kekhawatiran bagi penduduk dunia yang membuat kita harus menutup kegiatan di
luar ruangan dan tetap di rumah saja.
Ternyata jauh sebelum pandemi Covid-19 ini, dunia juga dicekam kekhawatiran akibat
penyakit Tuberkulosis (TB). Penyakit TB ini telah membuat 1,5 juta orang meninggal pada tahun
2018, sehingga TB dikenal sebagai salah satu penyakit berbahaya dengan tingkat kematian
terbesar di dunia. Berdasarkan data WHO pada tahun 2018 juga, Indonesia merupakan Negara
ke-3 dengan kasus TB terbanyak di dunia.
Tuberkulosis adalah penyakit paru-paru akibat kuman Mycobacterium tuberculosis.
Penyakit ini tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi juga bisa menyerang tulang, usus, atau
kelenjar. Penyakit ini ditularkan dari percikan ludah yang keluar dari penderita TB, ketika
berbicara, batuk, atau bersin. Penyakit ini lebih rentan terkena pada seseorang yang kekebalan
tubuhnya rendah.
Seseorang yang menderita TB biasanya memiliki gejala batuk dan bersin. Oleh karena
itu, penyakit ini mampu menular melalui butiran ludah yang menyembur ke udara. Kebanyakan,
orang tak menyadari mengalami gejala penyakit TB dan bingung membedakannya dengan
penyakit lain karena tak mudah untuk mengenalinya. Padahal, gejala penyakit TB di mulai
secara bertahap dan berkembang dalam jangka waktu beberapa minggu hingga berbulan-bulan.
Berikut gejala penyakit TB secara umum:
1. Batuk secara terus-menerusGejala yang umum dari TB adalah batuk terus-menerus dan menyakitkan selama lebih
dari 2 minggu. Jika kamu mengalaminya, segeralah periksakan ke dokter.
2. Batuk darah
Selain batuk yang tidak kunjung sembuh, penderita TB biasanya juga mengalami batuk
darah. Kuman TB akan menyerang pembuluh darah di sekitar paru-paru. Oleh karena itu
waspadalah ketika ada noda darah ketika kamu batuk.
3. Penurunan berat badan
Penderita TB juga biasanya mengalami penurunan berat badan. Hal ini menunjukkan
sebab adanya bakteri TB yang berkembang di dalam tubuh kamu.
4. Demam
Setiap infeksi TB biasanya disertai dengan demam. Apabila kamu merasa demam secara
tiba-tiba, sebaiknya juga waspada.
5. Lemah
Penyakit TB bisa membuat tubuhmu cepat merasa lemah.
6. Rasa sakit di paru-paru
TB merupakan penyakit yang menginfeksi paru-paru. Jika kamu merasakan nyeri tajam
di paru-paru dan merasa kesakitan ketika menghembuskan udara maka kamu memiliki
infeksi paru-paru yang parah.
7. Menggigil di malam hari
Jika kamu menggigil di malam hari padahal udara sedang tidak dingin, hal ini bisa jadi
tanda TB. Sebab infeksi dari bakteri TB ini akan menyebabkan menggigil di malam hari.
8. Kelelahan
Gejala lain adalah kamu akan mudah sekali lelah karena daya tahan tubuh mulai
melemah.
Lalu bagaimana cara pencegahan penyakit TB ini? Berikut ada beberapa cara yang dapat
dilakukan untuk mencegah penyakit TB ini.
1. Hindari kontak dengan penderita TB
Lakukan sebisa mungkin untuk menghindari kontak langsung dengan penderita batuk
khususnya TB. Tetapi dengan etika dan tidak mendiskriminasi penderita TB.
2. Gunakan masker
Selalu sediakan masker saat berada di tempat umum terutama dalam ruangan tertutup
seperti angkot, bus, pesawat, kereta api dan mal. Dengan masker bisa mencegah
penyebaran kuma TB ini
3. Ventilasi atau saluran udara yang baikVentilasi dan saluran udara yang baik dapat menghambat penyebaran kuman TB.
Bakteri TB dapat berkembang biak di lingkungan yang lembab. Bakteri TB bisa mati
jika terkena cahaya matahari langsung.
4. Menjaga daya tahan tubuh
Sistem imun yang rendah membuat penularan TB akan semakin mudah. Hindari gaya
hidup yang dapat membuat daya tahan tubuh menurun seperti merokok dan begadang.
Tingkatkan daya tahan tubuh dengan istirahat yang cukup dan makan-makanan yang
bergizi.
5. Pemeriksaan
Jika terpapar dengan pasien TB segera lakukan pemeriksaan untuk mencegah
penularan.
Di hari peringatan Tuberkulosis Dunia ini, alangkah baiknya kita bisa mendeteksi gejala-
gejala dan mengetahui cara pencegahan TB ini se-dini mungkin.


No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang