Nama Walikota Dicatut, Kasi Disdik Kota Padang Bermain Di Sekolah


www.jurnalissumbar.id
Pemaksaan untuk pembelian buku disekolah-sekolah yang dilokoni oknum penjabat dan mafia-mafia buku didinas Pendidikan Kota Padang, terus menggeliat tak terbendung.


Manisnya keuntungan uang haram dari pemaksaan untuk menunjuk satu perusahaan pengadaan buku menambah bukti rusaknya moral oknum pejabat Dinas Pendidikan Kota Padang.

“Memang kita akui, untuk kebijakan pembelian buku secara online sejatinya ada ditangan kami kepala sekolah, asal saja perusahaan tempat kami membeli terdaftar pada sistem online tersebut. Namun kebebasan untuk pembelian tersebut harus kami tutup dengan adanya tekanan dan ancaman dari Kasi kesiswaan di Dinas Pendidikan Kota Padang, agar membeli buku dari perusahaan yang dibawa oleh suaminya yang juga terdaftar dalam sistem online tersebut,” terang Rahman  (nama samaran-red) kepala sekolah salah satu SD di Kota Padang, yang ditemui sumbartoday.co.id, Senin (3/2)

Dijelaskan Rahman,  bahwa pembelian buku secara online atau sistem informasi sekolah (siplah) memang diterapkan oleh Dinas Pendidikan, yang dianggarkan dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dibelanjakan pada triwulan dua.

“Kami sering ditekan dan dipaksa oleh  Kasi Kesiswaan tersebut,  jika tidak kami membeli dari perusahaan yang direkomendasi suaminya, maka laporan dana bos kami pastilah akan bermasalah. Tidak itu saja ancaman lain yang kami terima berupa sanksi jabatan atau dipindah tugaskan sudah menjadi momok menakutkan, apalagi suami dari Kasi tersebut membawa orang bernama Didit yang mengaku orang dekat dan kepercayaan Walikota, sehingga kalau kami menolak maka akan beresiko pada jabatan kami,” pungkas

Ia juga menyampaikan walau belum sampai pada triwulan pembelian, oknum Kasi Kesiswaan tersebut  sudah menekankan serta mengintimidasi agar mengikuti arahan jika tidak ingin celaka.

“Walau belum saatnya pembelian tersebut, namun  hampir setiap saat kami mendapat telpon dari Kasi Kesiswaan dan mewanti-wanti agar mengikuti rekomendasi perusahaan yang dibawa suaminya dan orang kepercayaan Walikota yang bernama Didit tersebut. Rasanya kami tida dapat berbuat banyak lagi, jika kami melapor, maka tentu saja sangat berisiko, karena Kasi Kesiswaan tersebut sangat menguasi situasi di Dinas Pendidikan sudah sejak lama,” tutupnya.

Ia juga berharap, melalui media ini kiranya Walikota melalui Kepala Dinas kiranya dapat mendengar dan menindaklajuti permasalahan sekolah atas tekanan dan ancaman dari oknum Kasi Kesiswaan tersebut.

“Kami berharap kepada bapak walikota, jika ingin meningkatkan mutu pendidikan, kiranya oknum-oknum yang sering meraup keuntungan pribadi di Dinas Pendidikan dapat disingkirkan, kapan perlu ada bersih-bersih di dinas tersebut,” tutup.

Sementara itu Syafridayanti, Kepala Seksi Kesiswaan Dinas Pendidikan Kota Padang, membantah dirinya melakukan tindakan pengancaman atas kewajiban membeli buku dari perusahaan yang dibawa suaminya. Menurutnya informasi tersebut tidak masuk akal dan mengada-ada.

“Suami saya adalah kontraktor yang bergerak dibidang fisik, mana mungkin berjualan buku, lagi pula perusahaan apa yang direkomendasikan, jika memang itu saya lakukan pastilah saya sudah kaya. Dan perlu diketahui, bahwa saya membidangan kesiswaan dan tidak ada korelasinya terhadap penjualan buku-buku seperti yang dituduhkan,” terang Syafridayanti, saat ditemui sumbartoday.co.id diruang kerjanya, Selasa (4/2)

Ia juga membantah bahwa suaminya membawa orang kepercayaan Walikota untuk melakukan penekanan kepada setiap kepala sekolah yang ditemui.

“Sebagai mitra, saya kenal baik dengan Didit yang merupakan pengurus PMI Kota Padang, dan tidak ada hubungannya dengan semua ini. Lagi pula saya disini juga bawahan yang setiap saat juga dapat dipindahkan dan dicopot.  Semua yang saya kerjakan diketahui pimpinan saya selaku kepala bidang. Kalau tidak percaya silahkan tanya langsung,” elak Syafridayanti sedikit emosi.

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Padang, Syafrizal Syair mengaku kaget atas informasi bawahannya melakukan penekanan dan ancaman terhadap kepala sekolah.

“Tentunya akan saya panggil yang bersangkutan untuk mengklarifikasi informasi tersebut. Jujur saya tidak mengetahuinya. Namun sepanjang masih dalam aturan kedinasan, tentunya dapat saya pertanggung jawabkan. Namun jika ada tindakan lain yang diduga menyimpang dari aturan kedinasan, jelas menjadi tanggung jawab pribadi yang bersangkutan, bahkan jika masuk ranah hukum sekalipun,” ucapnya.

Senada dengan Syafrizal, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Habibul Fuadi, juga akan memanggil Kasi Kesiswaan yang diduga melakukan penyimpangan dan ancaman terhadap kepala sekolah.

“Jika memang tindakan ini benar adanya, tentu kami tidak mentolerirnya, apalagi membawa-bawa nama walikota.  Namun tentunya akan saya pastikan dulu dugaan penyimpangan dan akan diselidiki lebih dalam lagi dengan memanggil yang bersangkutan. Saya juga berharap jika media bersedia memberikan salah satu bukti, maka ini akan saya proses langsung. Intinya bagi kita, siapa saja di Dinas Pendidikan ini yang bekerja tidak sesuai aturan, maka siap-siap menangung resikonya,” pungas Habibul melalui selulernya, kepada sumbartoday.co.id, Selasa (4/2)

#Sumbartoday


No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang