September 2019, BPS Sumbar : Gini Ratio Turun 0,001 Poin

www.jurnalissumbar.id

BPS Sumatera Barat Melaporkan  September 2019, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Sumatera Barat yang diukur oleh Gini Ratio adalah sebesar 0,307. Angka ini naik sebesar 0,001 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2019 yang sebesar 0,306. 

“Sementara jika dibandingkan dengan Gini Ratio September 2018 (0,305), tercatat penurunan yang sama, sebesar 0,001 poin” papar Kepala BPS Sumbar  Ir. Pitono MAP di Ruangan Vikon BPS Sumbar Selasa (15/1).

Pada kesempatan itu, Pitono menjelaskan Perkembangan Gini Ratio Tahun 2010–September2019 dengan menggunakan metode untuk mengukur pemerataan pendapatan adalah Gini Ratio. 

“Gini Ratio menunjukkan ketimpangan yang dihitung berdasarkan kelas pendapatan. Nilai Gini Ratio berkisar antara 0 dan 1. Semakin tinggi/mendekati angka satu, menunjukkan tingkat ketimpangan yang semakin tinggi. Data pada tahun 2010 tercatat sebesar 0,325 dan angka ini berfluktuasi terus hingga September 2019 yang menunjuk pada angka 0,307. Pada September 2019 Gini Ratio naik 0,001 poin dibandingkan Maret 2019 yang menunjuk pada angka 0,306,” jelasnya.


Lebih lanjut, Berdasarkan daerah tempat tinggal, Gini Ratio di daerah perkotaan selalu lebih tinggi dibandingkan daerah perdesaan. Hal ini menunjukkan tingkat ketimpangan di area pekotaan selalu di atas area perdesaan. Pada September 2019 Gini Ratio perkotaan adalah 0,319 naik 0,005 poin dibandingkan periode Maret 2019 (0,314) dan naik 0,011 poin dibandingkan periode setahun sebelumnya (0,308). Pada wilayah perdesaan nilai Gini Ratio September 2019 menunjukkan angka 0,265 turun 0,002 poin dibanding Maret 2019 (0,267). Akan tetapi terjadi kenaikan sebesar 0,003 poin, dari Maret 2018 yang tercatat sebesar 0,262.

Dari  system Gini Ratio di daerah perkotaan pada September 2019 tercatat sebesar 0,319, naik sebesar 0,005 poin dibandingkan Gini Ratio Maret 2019 yang sebesar 0,314. Dibandingkan dengan Gini Ratio setahun sebelumnya, tercatat kenaikan sebesar (0,011 poin) yaitu pada posisi 0,308 pada September 2018.

Gini Ratio perdesaan, lanjut Pitono “Pada September 2019 tercatat sebesar 0,265, atau turun sebesar 0,002 poin dibanding angka Maret 2019, dan turun sebesar 0,003 poin terhadap Gini Ratio September 2018 yang tercatat sebesar 0,262.” Katanya.

Sedangkan di September 2019, distribusi pengeluaran pada kelompok 40 persen terbawah adalah sebesar 21,69 persen. Artinya pengeluaran penduduk berada pada kategori tingkat ketimpangan rendah.

“Dirinci menurut wilayah, di daerah perkotaan angkanya tercatat sebesar 20,25 persen, sedangkan perdesaaan mencatat angka yang lebih tinggi, yaitu sebesar 24,10 persen. Artinya, baik di daerah perkotaan maupun perdesaan di Sumatera Barat termasuk dalam kategori ketimpangan rendah.” Pungkasnya.

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang