Komisi IV Dprd Sumbar Kritisi Rendahnya Pagu Anggaran Di BPBD Sumbar

Komisi IV Dprd SUMBAR meminta kepada BPBD  untuk menaikkan anggaran kebencanaan karena SUMBAR merupakan daerah rawan bencana terutama pada iklim penghujan di akhir tahun.

Ketua komisi IV Beny Utama, menilai anggaran 2019 turun dari 31 milyar menjadi 19 milyar.

Ia mengatakan  sangat tidak bijaksana kalau ada pengurangan dana penanggulangan dana BPBD SUMBAR karena SUMBAR wilayah sangat rawan bencana.

Dalam kesempatan itu Komisi IV mempertanyakan dan mengEvaluasi anggaran BPBD 2019, terkait penggunaan dana kebencanaan yang  dipergunakan.

Kepala Badan BPBD Sumbar Herman Rahman menjelaskan dalam penggunaan dana  untuk mendukung Rehab Rekon sebanyak  400 juta dan biaya montoring ke 19 unit pada 7 kab/kota yang digunakan dari Pagu dana 19 milyar.

Dengan rincian, Biaya tidak langsung 6 milyar lebih, biaya langsung 13 milyar. Dan 7 milyar Pokir. Jawabnya 

Belum lagi gaji Pusdalop di SUMBAR
4 milyar hingga 5 milyar ditambah pendukung kebencanaan lainnya.  

Dia menegaskan bahwa dana 19 milyar dinilai cukup untuk kebencanaan selama ini

Karena besaran dana tersebut digunakan selain belanja pegawai. Pusdalop dan mitigasi bencana serta kondisi tanggap bencana ke lokasi bencana. Ujar Kaban

Dengan tujuan untuk ketangguhan SUMBAR dalam menghadapi program Sumbar tangguh bencana.

Mitigasi bencana diartikan bagaimana mengurangi resiko baik resiko Mitigasi banjir,.Maping dpt menginformasikan sblm tetjadi longsor dan banjir.


Desrio menyarankan adanya relawan kebencanaan untuk tenaga lapangan untuk mengetahui. Tenaga pemantauan wilayah 

Program Sumbar Siaga Bencana bertekad untuk membentuk  relawan sebanyak 26 ribu dimana ditiap nagari/Desa audah ada relawan.

Dimana BPBD Sumbar harus  bekerja sesuai dengan anggaran dimana Objek  wilayah bencana

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang