BPS Sumbar, Angka Kemiskinan Turun, Ini Penyebabnya!

www.jurnalissumbar.id

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumbar mencatat,  angka kemiskinan di sumbar menurun persatu september 2019 sebesar  5,13 ribu orang dibandingkan Maret 2019.

Hal demikian disampaikan kepala BPS Sumbar Pitono, Rabu (15/1/2020). Diruangan Vikon BPS Sumbar Jalan khatib Sulaiman  Padang.

Bahwa memurut data Statistik  jumlah penduduk miskin di Sumbar saat ini 343,09 ribu orang per September 2019.

Dengan Persentase kemiskinan di Sumbar pada September 2019 sebesar 6,29 persen. Kata Pitono.

"Kalau dilihat seriesnya, Sumbar cenderung mengalami penurunan kemiskinan sejak September 2016,"

Pitono menjelaskan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi kemiskinan di Sumbar.

Antara lain inflasi pada September 2019 tercatat negatif 0,96, kemudian inflasi di daerah pedesaan juga negatif 1,24.

Lalu, rata- rata pengeluaran perkapita perbulan untuk penduduk yang berada di 40 persen lapisan terbawah selama periode Maret 2019 hingga periode September 2019 tumbuh 4,92 persen.

Dikatakan Pitono, bahwa kemiskinan di Sumatera Barat masuk kategori rangking 9 dari bawah

Artinya, kata dia, cukup bagus angkanya, tetapi usaha penurunan kemiskinannya cukup sulit karena sedikit jumlah penduduk miskinnya.

"Bahwa dilihat persentasenya juga kecil dan di bawah rata-rata nasional," ucap Pitono.

Pitono menyebutkan tren penurunan angka kemiskinan di Sumbar juga ditopang adanya bantuan yang telah digulirkan oleh pemerintah.

Diantatanya, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang sudah bergulir dan terealisasi di 509 kabupaten/kota dari 514 kabupaten/kota yang ada.


Program lain yaitu penyaluran Bansos Beras Sejahtera (Rastra), PKH, kemudian Indonesia Pintar, Indonesia Sehat, ditambah lagi program daerah ada namanya bantuan mesin kapal untuk para nelayan. Tutup Pitono

#02

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang