Upacara Hari Ibu di Pasbar Kaum emak emak sudah setara dengan lelaki

Jurnalis Sumbar

Menggabungkan tiga upacara yakni Upacara Hari Ibu, Upacara Hari Bela Negara dan Upacara Kesetiakawanan Sosial di Kabupaten Pasaman Barat diborong semangatnya oleh kaum 'emak-emak'. Kegiatan Upacara juga dilaksanakan oleh kaum ibu.

Tiga upacara di Jumat (20/12) pagi di halaman kantor bupati setempat, yakni Upacara hari ibu ke 91 dan hari bela negara ke 71  dan hari kesetiakawanan sosial ke 61 Nasional tingkat Kabupaten Pasaman Barat.


Jika berbicara tentang ibu, akan terbayang sosok yang tangguh, meregang nyawa melahirkan generasi bangsa Indonesia, mendorong pemimpin negeri di jalan yang benar. Terbukti kaum ibu bisa di segala bidang, mulai dari pembina upacara, penggerek bendera, pembacaan UUD 1945, pembacaan pidato hari ibu oleh Ketua PKK Pasbar Sifrowati Yulianto.



Bupati Pasbar Yulianto sebagai inspektur upacara menyampaikan bahwa perjuangan perempuan Indonesia di segala sisi patut diacungi jempol. Perempuan Indonesia perempuan yang kuat dan terus berkembang menuntut keadilan di segala bidang, seperti keadilan dan mencegah kekerasan terhadap perempuan serta kesetaraan gender.

"Perempuan Indonesia sudah bangkit dengan banyaknya gerakan perempuan, perjuangan perempuan seperti contoh adanya perempuan sebagai pemimpin, sebagai pengusaha, sebagai politisi dan segala bidang lainnya. Perempuan sudah setara dengan lelaki dalam segala aspek bangsa dan kehidupan,"kata Yulianto dalam pidatonya.

Selain itu, kata Yulianto sebagai bangsa yang besar dan bangsa yang penduduknya nomor 4 di dunia mendorong setiap warga negara ambil bagian di dalam bela negara. Bela negara mengandung arti yang dalam yang tidak hanya dilakukan oleh sebagian orang saja. Namun, semua elemen masyarakat harus ikut andil dalan bela negara.

"Tantangan bangsa ke depan sangatlah komplek, karena banyaknya perkembangan teknologi. Tentunya setiap warga negara sesuai dengan bidangnya masing-masing harus ikut aktif bela negara,"ucap Yulianto.

Ketua PKK Pasbar Sifrowati Yulianto membacakan pidato hari ibu, bahwasanya hari ibu yang jatuh pada 22 Desember bukan hari libur nasional. Namun, diperingati sebagai hari ibu karena perjuangan ibu di berbagai aspek.

"Hari ibu oleh bangsa Indonesia diperingati tidak hanya menghargai  sebagai perempuan saja. Namun lebih dari itu, baik ibu sebagai orang tua, sebagai istri maupun sebagai pejuang bangsa Indonesia di masa lampau,"jelas Sifrowati.
(HP DIF)

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang