Sempat Hilang 3Hari, Ahmad Datuk Samarajo Akhirnya Ditemukan Disemak Belukar

Jurnalis Sumbar
Ahmad Datuk Samarajo (65) warga Muara Kiawai Kecamatan Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman Barat Propinsi Sumbar  dilaporkan hilang di Jorong Muaro Kiawai Kecamatan Gunung Tuleh yang dilaporkan warga hilang pada hari Sabtu (8/12) sudah ditemukan di semak belukar dekat kebunnya tepatnya dibelakang SDN 02 Gunung Tuleh.

Koordinator Basarnas Pasaman dan Pasaman Barat, Zulfahmi mengatakan "korban bernama Ahmad Datuk Samarajo sudah ditemukan tim SAR bersama warga yang mencarinya selama dua hari".


"Lokasi penemuan tidak jauh dari kebun korban, ditemukan di semak belukar dan kondisi selamat namun lemah, pak Datuk sudah  di evakuasi ke Puskesmas Muaro Kiawai untuk penangganan kondisi kesehatannya" terang Zaulfahmi.


"Korban dilaporkan hilang karena tak kunjung pulang kerumah sejak pergi ke kebun miliknya pada  hingga pukul 18.00 WIB Magrib. Pihak keluarga bersama masyarakat setempat juga sudah melakukan pencarian hingga Selasa pagi, Alhamdulillah sudah ditemukan "terang Zulfahmi

Mendapati kejadian itu masyarakat bersama CamatGunung Tuleh Randi Hendrawan berterimakasih kepada  Personil SAR Pasaman dan warga yang ikut serta mencari pak Datuk Ahmad.

"Korban  hilang hilang dititik koordinat 0°13' 11,64" N dan 99°45' 58.01"E. Jarak lurus dari Pos ke lokasi kejadian 15,57 Kilometer. Arah dari Pos ke lokasi kejadian 312,40 arah Barat Laut dengan waktu tempuh ke lokasi 90 Menit,"katanya.
Korban ditemukan pada  pagi Selasa, dititik koordinat  00°1311.2' N 099°45' 49.5"E.


Pihak keluarga mengungkapkan "Terimakasih atas kerjasama tim pencarian personil gabungan dari tim SAR, TNI dan Polri, BPBD Pasbar, Basarnas, Masyarakat dan perangkat Camat dan  Nagari. Orang Tua Kami  sudah ditemukan dengan keadaan selamat,". 

(Dodi Ifanda)

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang