Potensi Waqaf Dapat Mengurangi Beban APBD Sektor Perdagangan


www.jurnalissumbar.id
Kata wakaf kata yang tidak asing lagi bagi umat Islam, wakaf merupakan Sedekah Jariyah, berupa harta untuk kepentingan ummat. Harta Wakaf tidak boleh berkurang nilainya, tidak boleh dijual dan tidak boleh diwariskan. Karena wakaf pada hakikatnya adalah menyerahkan kepemilikan harta manusia menjadi milik Allah atas nama ummat. , hal ini dijelaskan Ustad Abrar Agung Lc MA dan Adila Adisti, SE , MEc Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Andalas pada acara Sosialisasi Potens Wakaf Produktif di Disperindag Kota Padang pada Rabu (13/11)


Sosialisasi Potens Wakaf Produktif di Disperindag dibuka oleh Sektetaris Dinas Perdagangan Kota Padang Jasman dan dihadiri juga Ketua Kegiatan Pengabdian Masyarakat LPPM Universitas Andalas Vima Tisna Putriana, SE Ak M ,,Sc, Ph.D,, CA. Dikatakan Jasman dengan adanya kegiatan sosialisasi tentang wakaf tersebut hendaknya dapat berdampak pada peningkatan pembangunan di kota Padang .



Ustad Abrar Agung bahwa Wakaf salah satu amalan ibadah yang termasuk istimewa, hal ini karena pahala waqaf akan terus mengalir walaupun kita telah meninggal dunia. Berbeda dengan amalan-amalan seperti shalat, zakat, puasa, Haji dll yang pahalanya akan terputus ketika kita meninggal dunia. Keterangan ini berdasarkan hadist Rasulullah SAW. “Jika seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah amal perbuatannya, kecuali tiga hal; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang selalu mendoakannya. [HR. muslim, Imam Abu Dawud, dan Nasa’iy] Menurut jumhur ulama; sedekah jariyah dalam wujud waqaf .


Ketua Kegiatan Pengabdian Masyarakat LPPM Universitas Andalas Vima Tisna Putriana, menjelaskan wakaf produkdif bisa digunakan pemerintah untuk mengurangi beban APBD dalam pembangunan infrastruktur sperti realisasi pasar oleh Dinas Perdagangan bisa didanai melalui mekanisme wakaf uang .


Sementara itu Adila Adisti, menjelaskan tentang Wakaf produktif sebuah skema pengelolaan donasi wakaf dari umat, yaitu dengan memproduktifkan donasi tersebut, hingga mampu menghasilkan surplus yang berkelanjutan. Donasi wakaf dapat berupa benda bergerak, seperti uang dan logam mulia, maupun benda tidak bergerak, seperti tanah dan bangunan. Surplus wakaf produktif inilah yang menjadi sumber dana abadi bagi pembiayaan kebutuhan umat, seperti pembiayaan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang berkualitas . Pada dasarnya wakaf itu produktif dalam arti harus menghasilkan karena wakaf dapat memenuhi tujuannya jika telah menghasilkan dimana hasilnya dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya (mauquf alaih). Orang yang pertama melakukan perwakafan adalah Umar bin al Khaththab mewakafkan sebidang kebun yang subur di Khaybar. Kemudian kebun itu dikelola dan hasilnya untuk kepentingan masyarakat. Tentu wakaf ini adalah wakaf produktif dalam arti mendatangkan aspek ekonomi dan kesejahteraan masyarakat .



Dikatakan Vima Tisna Putriana , Wakaf produktif bisa di gunakan oleh pemerintah untuk mengurangi beban APBD dalam pembangunan infrastruktur. contohnya Revitalisasi pasar oleh dinas perdagangan bisa di danai melalui mekanisme wakaf uang. Misalnya biaya revitalisasi sebuah pasar modern 4 Miliar . Masyarakat yg ingin berwakaf bisa ikut berpartisipasi dalam hal ini. Jika wakaf uang terkumpul 4 miliar maka revitalisasi pasar tsb tidak lagi masuk pada anggaran APBD . atau jika yg terkumpul setengahnya maka sisanya baru dimasukan ke anggaran. Namun mekanisme ini perlu dikaji agar sesuai aturan yang ada di Indonesia


  1. #Padangtime

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang