Pegawai Tenaga Honorer K2, Kadukan nasibnya Ke DPRD Sumbar

www.jurnalissumbar.id
79 orang guru honorer Kategori 2 dan tenaga teknis Se- Sumbar perwakilan  kategori  K2, yang tergabung dalam tenaga honorer Guru, tenaga kesehatan, kelurahan dan tenaga dinas  kesehatan mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) guna menuntut agar diangkat menjadi PNS karena mereka sudah mengikuti P3K atau digaji sesuai dengan UMP standar propinsi. 6.787 orang yang beranggotakan tenaga guru dan pegawai teknis yang berstatus honorer
Ketua tenaga honorer Sumatera Barat, Abuzar, S.Ag mengatakan bahwa kedatngannya ke DPRD Sumbar untuk mempertanyakan SK CPNS mereka yang belum juga keluar pasca diumumkannya hasil ujian P3K beberapa tahun yang lalu, juga mempertanyakan tentang  pegawai tenaga Honorer K2 agar digaji sesuai dengan UMP propinsi
Abuzar , salah satu Guru honorer K2  dalam pertemuan itu menyebutkan telah lulus P3K sementara kami belum juga menerima NIP. Jadi inilah yang kami perjuangkan.
Ketua  Komisi V yang terdiri dari Muchlis Yusuf Abit dan melakukan dialog di Ruang Ikatan Istri Anggota Dewan (IKIAD), Gedung DPRD Sumbar, kamis (28/11).
Anggota DPRD Sumbar Komisi V  Muchlis Yusuf Abit diawal tanggapannya mengucapkan “Selamat Hari Guru Nasional”. Ia berjanji akan memfasilitasi semua aspirasi serta keluhan dari pegawai tenaga Honorer K2 ke pemerintah pusat, karena ini bukan lagi wewenang dari DPRD Sumbar melainkan wewenang DPR RI.
“Saya bersama anggota DPRD dari komisi V, akan melakukan koordinasi dengan DPR RI untuk dapat membuat inisiatif perubahan undang-undang yang telah menghambat guru-guru honorer untuk menjadi ASN,” ucap  Muchlis
#RED/TS



No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang