PEKAN MUHARRAM RANAH BATAHAN: RUANG EKSPRESI DAN GELIAT EKONOMI RAKYAT

Silaping (Pasbar) Jurnalis Sumbar

KAMI SAMPAI di jorong Silaping kecamatan Ranah Batahan Pasaman Barat pada pagi hari, Selasa (7/10). Sengaja kami tiba lebih dahulu dari hari H sebagaimana jadwal yang dibagikan panitia agar dapat menikmati perkampungan yang juga ibukota kecamatan paling utara di Provinsi Sumatera Barat ini.

Di Silaping, ada sungai Batang Batahan yang mengalir jernih dengan bebatuan yang berserakan. Sungai ini kabarnya nanti dalam PORPOV Sumatera Barat 2020 akan menjadi lokasi venue Arung Jeram. Pasaman Barat akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Barat tahun 2020, memang.

Masyarakat di sini mayoritas bangsa Mandailing dan terasa sangat relijius. Aktifitas malam hari setelah selesai salat isya adalah menghabiskan malam di dalam lepau yang banyak didapati di kampung ini. Sebuah kesamaan budaya yang hampir bisa kita dapati seantero Sumatera Barat. Budaya mangopi dan mangota lekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Esok harinya hujan turun lebat sejak pagi sedangkan acara pembukaan iven tahunan Pekan Muharram Ranah Batahan di Silaping ini dijadwalkan bakal dibuka oleh Bupati pada pukul 14.00 WIB. Untunglah sehabis salat Zuhur, hujan mulai reda hanya tersisa rintiknya saja. Orang-orang kembali bernapas lega. Bagaimana tidak? Pekan Muharram ini merupakan alek rakyat yang ditunggu-tunggu saban tahun. Tak dikira kecewanya jika batal.
Agak molor sekitar satu jam dari jadwal, akhirnya rombongan Bupati Pasaman Barat oun tiba di lokasi. Tabuhan Gondang Tambur yang dibawakan anak-anak muda dari Jorong Siduampan Ranah Batahan memenuhi udara menyambut rombongan Bupati Pasaman Barat H.Yulianto,SH.MM memasuki pintu utama arena Pekan Muharram 1441 H Ranah Batahan Silaping Pasaman Barat. Ritmenya menghentak namun dinamis. Mengirimkan energi semangat dan optimisme kepada siapapun yang mendengarnya. Sebelumnya, persis di depan pintu masuk, rombongan sudah disambut pula dengan tarian penyambut tamu berupa silek dan tari pasambahan yang dibawakan oleh siswa dan siswi Madrasah Aliyah Swasta Islamiyah Batahan. Bupati yang didampingi camat, ketua panitia, tokoh masyarakat dan segenap unsur Muspika Ranah Batahan lalu bergerak berlahan menembus stand bazaar melewati Pasar Nagari Batahan lalu menuju panggung utama di depan Mesjid Raya Silaping guna membuka perhelatan rakyat yang digelar sejak Rabu (2/10) hingga Rabu (9/10).
Pembukaan acara berlangsung dibawah guyuran hujan yang turun lebat sejak pagi. Lagu Indonesia Raya gegap gempita seolah ingin mengalahkan derai hujan lalu disusul pula dengan lagu mars Pasaman Barat yang dibawakan grup vocal tim PKK Ranah Batahan. Silih berganti penampilan kesenian pun disuguhkan. Grup Rebana dari Jorong Aek Nabirong Kec. Koto Balingka membuka acara. Grup ini tampil dengan formasi 12 orang remaja pria membawakan lagu-lagu Qasidah. Selesai itu, Denni Meilizon ketua Forum Pegiat Literasi Pasaman Barat yang juga penyair Sumatera Barat tampil membacakan puisi berdurasi delapan menit berjudul “Air, Burung dan Nenek Moyang” karya Iman Soleh dan Pellen Phillip Baldeni lalu disusul dengan musikalisasi puisi dari siswa-siswi SMA Negeri 1 Ranah Batahan yang menyuguhkan puisi “Lagu Seorang Gerilya” karya WS Rendra dan “Selamat Pagi Indonesia” karya Sapardi Djoko Damono. Acara pembukaan ditutup dengan penampilan drama "Sampuraga" oleh Siswa dan siswi SMAN 1 Gunung Tuleh.
Bupati Pasaman Barat, H. Yulianto kemudian membuka kegiatan Pekan Muharram 1441 Hijriah tingkat Kabupaten Pasaman Barat ke-16 di Jorong Silaping, Nagari Batahan Kecamatan Ranah Batahan itu. Dalam sambutannya, Bupati Yulianto menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia acara. Dengan digelarnya momentum Pekan Muharram tersebut dapat dimaknai dengan perbuatan hijrah ke arah yang lebih baik.
“Saya bangga dengan nuansa Islami dan budaya yang begitu semarak pada momentum ini, menjadi suatu hal yang dapat membangkitkan nilai-nilai islami dan menunjang perekonomian masyarakat dan juga dapat menjadi momentum pemersatu bagi masyarakat”ungkap Yulianto.
Hadir pada kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Pasbar, Yudesri, para Asisten Setda Pasbar, Staf Ahli, Kepala OPD, Ketua TP. PKK Pasbar, Sifrowati Yulianto, anggota DPRD Provinsi Sumbar Yunisra, Ketua DWP Pasbar, Emilia Yudesri, para Camat, Kapolsek Ranah Batahan, tokoh masyarakat dan masyarakat setempat.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPRD Provinsi Sumbar, Yunisra Syahiran mengatakan bahwa Pekan Muharram sudah menjadi even yang dinantikan oleh masyarakat, khususnya Ranah Batahan. Momentum tersebut telah menjadi hari-hari yang menggembirakan bagi masyarakat. Dengan adanya Pekan Muharram masyarakat menjadi lebih sering bertegur sapa dan perekonomian juga menjadi tergerakkan.
“Mari kita jaga persatuan dan kesatuan senua unsur. Sebab tanpa persatuan kita tidak akan pernah kuat. Kita tidak akan  berprestasi,” pungkasnya.
Ketua Panitia Togar Nasution Sutan Katautan yang didampingi camat Ranah Batahan Syahwirman SH.MM menjelaskan ada enam lomba tingkat kabupaten Pasaman Barat yang digelar oleh panitia dalam kegiatan ini antara lain, Lomba Rebana tingkat TPA, Lomba Rebana tingkat Instansi, Lomba Rebana tingkat Jorong, Lomba Peragaan Busana Muslim (tingkat Sekolah Dasar, SLTP, SLTA, Umum), Lomba Bintang Qasidah dan Lomba Cipta Lagu Religi (bekerjasama dengan FPL Pasaman Barat dan Silber’s Grup).
Berikut para pemenang berbagai lomba sebagaimana dirilis oleh panitia: Lomba Rebana tingkat TPA; Juara pertama diraih oleh TPA Al-Falah Silaping, Juara kedua diraih oleh TPA Nurul Jami’ Siduampan, dan Juara ketiga diraih oleh TPA Al-Huda Silayang. Lomba Rebana tingkat Instansi; Juara pertama diraih oleh Puskesmas Silaping, Juara kedua diraih oleh SMAN 1 Ranah Batahan, dan Juara ketiga diraih oleh SDN 09 Ranah Batahan. Lomba Rebana tingkat Jorong; Juara pertama diraih oleh Jorong Aek Nabirong Koto Balingka, Juara kedua diraih oleh Jorong Tambang Padang Koto Balingka, dan Juara ketiga diraih oleh Jorong Karangrejo Ranah Batahan. Lomba Peragaan Busana Muslim tingkat Sekolah Dasar Juara I Faiz (Putra) dan Vanisha (Putri), Juara II Ibrah (Putra) dan Fauza Lestari (Putri) dan Juara ketiga Rinaldi (Putra) dan Nura (Putri). Tingkat SLTP; Juara I diraih oleh Riska (putra) dan Sirli (putri), Juara II Doni (putra) dan Sofi (putri) dan Juara III Rafiq Alfahki (Putra) dan Nurul Zahra (Putri), Tingkat SLTA Juara I diraih Zukfikar (putra) dan Tasya (putri), Juara II Dandi Kurnia (putra) dan Riwi (putri) dan Juara III Dinda, Tingkat Umum Juara I Abdul Hamid (putra) dan Sinta (putri), Juara II Nudin (putra) dan Puja Rahayu (putri), Juara III Anhar (putra), Lomba Bintang Qasidah Juara I Ido (putra) dan Yola (putri), Juara II Ali Rahman (putra) dan Tria Fitri Utami (putri), Juara III Diva (putra) dan Nurhayana (putri), Lomba Cipta Lagu Religi Juara I diraih Muhasabah Grup (Simpang Empat), Juara II diraih Trio Aurora (Silaping) dan Juara III oleh Arba’atul Hijrah (Ujung Gading).
Lomba Cipta Lagu Religi merupakan lomba baru dalam ajang Pekan Muharram di Silaping Ranah Batahan tahun 2019 ini. Penanggungjawab lomba, Astra Ilham (Silber’s Grup) dan Denni Meilizon  (FPL Pasaman Barat) menyebutkan dari sepuluh calon peserta yang menghubungi panitia, enam grup yang tiba mendaftar ulang untuk mengikuti lomba perdana ini. “Para pemenang berhak atas hadiah uang sebesar Rp1.500.000 untuk pemenang pertama, Rp1.000.000 untuk pemenang kedua dan Rp750.000 untuk pemenang ketiga ditambah dengan tropi serta piagam penghargaan beserta sejumlah buku bacaan,” imbuh mereka lagi.
Keseluruhan rangkaiaan kegiatan ditutup pada hari Rabu (9/10) malam hari oleh Bupati Pasaman Barat yang diwakili Asisten Pemerintahan Sekda Pasaman Barat dengan menampilkan kembali para pemuncak lomba. Hujan masih saja turun membasahi malam di perkampungan yang ramah itu. Stand bazaar terlihat ramai sekali. Antusias masyarakat terlihat dengan raut gembira menikmati sisa hari pesta rakyat tahun 2019 itu.
Dikutip harian HALUAN selama pelaksanaan kegiatan Pekan Muharram 1441 H di Silaping tahun ini, hujan mengguyur lebat hampir setiap hari. Bazaar ramai dikunjungi oleh masyarakat sejak pagi hingga tengah malam. Ibukota kecamatan Ranah Batahan itu terlihat hidup dan meriah. Beberapa pedagang yang mengais rezeki dari kemeriahan pesta rakyat ini mengeluhkan ruang berjualan yang terbatas. Manajemen pelayanan dari panitia juga diharapkan agar diperbaiki dan terus disempurnakan di tahun mendatang.
Pada tahun mendatang, Pekan Muharram di Silaping Ranah Batahan Pasaman Barat sangat potensial menjadi agenda yang tercantum dalam kalender kunjungan pariwisata. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dapat menindaklanjutinya dengan memasukkan penganggarannya secara berkelanjutan dalam APBD. Masyarakat Ranah Batahan dan Silaping tentu harus mulai menyadari keunikan iven di daerah mereka, menjadikan iven tersebut sebagai ruang untuk meningkatkan ekonomi keluarga dan membuka peluang investasi di daerah mereka. Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Nagari Batahan tentu harus arif bersinergi agar setiap tahun iven tersebut semakin baik dan sempurna pengelolaannya, nyaman dan menjadi kenangan baik bagi pengunjung yang notabene mencari hiburan setelah disibukkan oleh penghidupan sehari-hari.
*D Pegiat Literasi Pasbar

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang