Keluarga Penderita Stroke dan Buta Tak Tersentuh Bantuan Pemerintah

Indikasi tidak tepat sasarannya bantuan bagi masyarakat miskin dan tidak mampu, terlihat jelas di Jorong Harapan, Nagari Cubadak Kecamatan Duo Koto.
Bagaimana tidak, salah satunya yakni masyarakat miskin dan tidak mampu, yang tengah mengalami penyakit kebutaan serta  stroke, namun tak mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah daerah setempat.
Saat mengunjungi kediaman Marhayat (71) di kejorongan tersebut baru - baru ini, terlihat dirinya yang mengalami kebutaan dan dalam keadaan tak berdaya. Begitu juga dengan putrinya Masnun (17), juga mengalami kebutaan sejak lahir.
Yang lebih parah adalah istrinya Gadijah (57), juga tengah demam tinggi dan dalam keadaan lumpuh karena penyakit stroke. Gadijah terlihat tengah terbaring tak berdaya dan sesekali berteriak kesakitan, dengan penyakit yang tengah dideritanya.
Hanya Asisah (47), yang sebelumnya juga tengah sakit dan terlihat mulai membaik. Asisah saat ini, berusaha untuk merawat keluarganya yang tengah sakit tersebut. 
Salah seorang tetangganya, mengungkapkan bahwa mereka telah lama sakit, namun tak ada perhatian ataupun uluran tangan dari pemerintah, baik Jorong, Nagari ataupun Kecamatan dan Pemkab setempat.
"Kami sangat prihatin dengan kondisi keluarga tersebut, seharusnya pemerintah daerah mengutamakan bantuan untuk mereka, bukan diberikan kepada keluarga yang tidak layak menerimanya", ujar Ani (47) sambil berlinangan air mata.
"Selain itu, kami juga sangat menyayangkan pendataan masyarakat miskin oleh kepala Jorong, yang tidak tepat sasaran dan cenderung berbau nepotisme", tambah Ali (47) masyarakat lainnya.
"Mereka yang seharusnya mendapatkan bantuan, tapi malah tidak menerimanya. Melainkan bantuan, terlihat hanya diberikan untuk mereka yang mampu saja", lanjut Ali dengan nada ketus. (Rajo/Zein).

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang