Warga Demo Tuntut Kepsek SMPN 13 Padang Dicopot

JURNALISSUMBAR| PADANG- Puluhan  warga Parupuk Tabing dan sekitarnya  menggelar unjuk rasa ke SMPN 13 Padang yang beralamat di jalan Hamka Tabing Kecamatan Koto tangah kota Padang. 

Aksi yang dilakukan oleh para wali  murid dan warga setempat menuntut agar Kepala Sekolah  Dra.Hj. Maiyofa Rustam hengkang dari jabatannya. 

Ketua  aksi demo AA Syahbana 50th  mengatakan bahwa   Kepsek yang sudah memimpin SMPN 13 padang yang sudah setahun lebih, dinilai diktator dan kerap menindas para guru dan berpihak kepada salah satu guru yang berseteru.

Selain dituduh koroupsi dana komite dan dana wakaf sekolah. 

Bahkan, juga kerap mengancam para guru. Ancaman itu, seperti guru PNS yang mengkritisi kebijakan Kepsek, akan dipindah tugaskan. Sementara untuk guru honor, diancam akan diberhentikan.

Tak sampai disitu,  telah terjadi ada dua kubu atau blook antar majelis guru  dan pegawai tata usaha sehingga sering terjadi ceksok,  sampai nasib sekolah di tangan kepsek ini  tidak ada kemajuan signifikan. 
Malah sebaliknya, samakin anjlok dan bergeming. Untuk itu, mereka meminta Dinas pendidikan Kota Padang Drs. Barlius  segera menggantikan  Dra. Hj  Maiyofa Rustam   Kepsek  yang baru.

AA Syahbana juga mengharapkan bahwa isi dari perjanjian antara warga dengan dinas pendidikan kota Padang, yang langsung ditandatangani oleh Kepala Dinas Drs Barlius agar di tindaklanjuti, dan kapolsek Koto Tangah  sebagai team mediasi dalam masalah ini.

Malah AA Syahbana  mengancam bila  isi  perjanjian yang telah disepakati hari ini tidak ditindaklanjuti oleh Pemko Padang dan dinas pendidikan Kota Padang.

Masyarakat parupuk Tabing dan sekitarnya akan melakukan aksi yang lebih besar dari ini,” ujarnya.
Menanggapi permasalahan SMPN 13 Padang  kepala dinas pendidikan Kota Padang Drs. Barlius  hadir untuk melihat langsung peristiwa tersebut, sehingga lahirlah kesepakatan antara warga Tabing dengan Dinas pendidikan  Padang yang dihadiri oleh Kordik Koto tangah, Kapolsek Koto Tangah, Lurah dan Camat Koto Tangah 

Barlius mengatakan, akan mengajukan usulan ke wako Padang dan BKD Padang dan juga ijin kemendagri RI dan penggantian Kepsek akan kita usahakan  setelah tanggung jawab kepala sekolah SK UN daN Raport.

Namun demikian, tidak semudah itu untuk melakukan pergantian, karena semua itu ada prosedur yang harus dipenuhi. Karena itu Unjuk rasa jangan mengganggu jalannya Proses Belajar dan  Mengajar di sekolah.

#Fals

  

No comments

Powered by Blogger.
PT. Piliang Intermaya Media Mengucapkan: Selamat datang di Website Jurnalissumbar.id, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang!! Tertanda Pemred: Falsanar Arsul Piliang